Dengarkabar.com – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) tengah menjalankan proyek revitalisasi terminal penumpang Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sumatra Barat. Melalui proyek senilai Rp553 miliar tersebut, bandara akan tampil dengan konsep yang memadukan fasilitas modern dan kekayaan budaya Minangkabau.
General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono, mengatakan pengembangan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kenyamanan pengguna jasa bandara, tetapi juga memperkuat identitas daerah di pintu gerbang utama Sumatra Barat.
“kami ingin Bandara Internasional Minangkabau tidak hanya tempat naik dan turun dari pesawat saja, tetapi juga menjadi etalase budaya yang ramah, modern, dan membanggakan bagi masyarakat Sumatra Barat,” ujar Dony dalam paparannya di BIM, Padang.
Menurutnya, kehadiran konsep budaya lokal di kawasan terminal diharapkan mampu memberikan kesan pertama yang kuat bagi wisatawan yang datang ke Sumatra Barat sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
Empat Fokus Utama Pengembangan Terminal
Dalam program revitalisasi tersebut, Angkasa Pura Indonesia menetapkan empat prioritas utama pengembangan terminal.
Fokus pertama adalah menghadirkan nuansa budaya Minangkabau dalam desain interior. Konsep ini diwujudkan melalui perpaduan arsitektur modern dengan ornamen tradisional khas Minang, seperti motif ukiran Kaluak Paku dan Pucuak Rebung.
Selanjutnya, perusahaan akan meningkatkan kualitas fasilitas penumpang. Pembaruan mencakup area tunggu keberangkatan atau boarding lounge, penataan suasana terminal yang lebih nyaman, hingga peningkatan fasilitas toilet yang ramah penyandang disabilitas dan sesuai standar internasional.
Prioritas ketiga adalah penataan ulang alur pergerakan penumpang. Area check-in dan kawasan komersial akan dioptimalkan agar lebih luas, tertata, dan memudahkan mobilitas pengguna jasa bandara.
Sementara itu, fokus keempat berupa penambahan ruang hijau di dalam terminal. Elemen lanskap akan ditempatkan pada sejumlah titik strategis untuk menciptakan suasana yang lebih sejuk, nyaman, dan menenangkan.
Hadirkan Pengalaman Budaya Melalui Lima Indera
Transformasi BIM tidak hanya dilakukan dari sisi visual. Pengelola bandara juga berupaya menghadirkan pengalaman budaya Minangkabau yang dapat dirasakan melalui lima panca indera penumpang.
Pada aspek penglihatan, berbagai elemen budaya lokal akan ditampilkan di area terminal. Untuk unsur sentuhan, penggunaan pakaian adat Minangkabau akan dihadirkan dalam berbagai kegiatan dan acara yang berlangsung di lingkungan bandara.
Dari sisi pendengaran, suasana terminal akan diperkuat melalui penampilan musik tradisional yang dimainkan secara langsung. Sementara pada aspek cita rasa, penumpang dapat menikmati beragam kuliner khas Sumatra Barat melalui tenant yang mengusung konsep Rumah Gadang.
Adapun pengalaman aroma akan dihadirkan melalui penggunaan wewangian khusus yang dirancang untuk menciptakan identitas khas Bandara Internasional Minangkabau.
Ditargetkan Rampung Awal 2027
Proyek revitalisasi terminal penumpang BIM menelan biaya sebesar Rp553 miliar yang seluruhnya bersumber dari dana internal perusahaan.
Dengan pengembangan tersebut, Bandara Internasional Minangkabau diharapkan mampu menjadi pusat transportasi udara yang tidak hanya modern dan nyaman, tetapi juga merepresentasikan kekayaan budaya Sumatra Barat kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Insyaallah di triwulan pertama tahun 2027 sudah selesai,” pungkas Dony. (LLN/*)










Komentar