Dengarkabar.com – Seorang joki tong setan asal Sumatra Utara berhasil membuktikan bahwa profesi yang sering dipandang sebelah mata dapat mengantarkan seseorang meraih prestasi di tingkat internasional. Karmila Purba, perempuan asal Sondi Raya, Kabupaten Simalungun, kini tampil dalam pertunjukan motordrome atau wall of death di Inggris.
Perjalanan Karmila menuju panggung internasional bukanlah keberuntungan semata. Selama bertahun-tahun, ia meniti karier dari pertunjukan pasar malam hingga akhirnya dipercaya mewakili Indonesia dalam berbagai ajang internasional. Bahkan, penampilannya di Inggris kali ini menjadi kunjungan ketiganya ke negara tersebut.
“Siapa sangka menjadi joki tong setan bisa membawaku sejauh ini? Hai guys, kenalkan aku Karmilla Purba, seorang joki tong setan asal Sondiraya, Sumatera Utara yang sekarang lagi main di Inggris. Dua tahun lalu sesuatu besar berubah dalam hidup aku. Siapa sangka aku yang dulunya ngejoki di pasar malam di daerah pedalaman-pedalaman, terus ke kota-kota lain dan gak nyangka sekarang bisa tampil sampai ke luar negeri. Buat aku ini bukan cuma soal mental menjadi joki tong setan. Tapi tentang gimana kita percaya sama diri sendiri walaupun banyak yang ngeraguin,” kata Karmila.
Namanya Tercatat dalam Daftar Pemain Tong Setan Dunia
Pencapaian Karmila semakin istimewa setelah namanya tercatat dalam buku daftar pemain motordrome atau wall of death dunia. Pengakuan tersebut menjadi prestasi langka bagi pelaku seni pertunjukan ekstrem asal Indonesia.
Melalui akun Instagram pribadinya, @karmila_purba98, ia mengungkapkan rasa bangganya.
“Suatu kebanggaan tersendiri nama ku ada didalam buku daftar pemain tong setan seluruh dunia yang mewakili dari indonesia. Tetap rendah hati, ncess,” tulisnya.
Di balik kesuksesan tersebut, Karmila mengakui banyak tantangan yang harus dihadapi, termasuk proses pengurusan visa hingga keberanian bepergian seorang diri ke negara dengan bahasa dan budaya yang berbeda.
“Pasti kalian semua pikir enak ya kerja di luar negeri, ya enak. Tapi kalian gak tau perjuangan dibalik itu semua, gimana susahnya untuk mendapatkan visa bisa sampai ke Inggris. Dan gimana deg-degannya pertama kali naik pesawat ke luar negeri sendirian dengan bahasa yang berbeda,” ujarnya.
Perjalanan dari Pasar Malam ke Panggung Dunia
Perempuan berusia 27 tahun itu mengaku telah menggeluti profesi sebagai joki tong setan sejak 2014. Berawal dari pertunjukan pasar malam di berbagai daerah, Karmila terus mengasah kemampuannya hingga akhirnya mampu menembus panggung internasional.
Melalui media sosialnya, perempuan yang dikenal dengan julukan “Princess Tong Setan” tersebut aktif membagikan perjalanan kariernya. Mulai dari keberangkatan melalui bandara internasional, aktivitas bersama kru sirkus luar negeri, hingga aksinya menaklukkan dinding vertikal sambil melepas setang motor di hadapan penonton Eropa.
“Sebenernya ini udah ketiga kalinya aku berangkat ke Inggris. Yang pertama ditemenin, terus yang kedua ketiganya itu aku berangkat sendirian dari Indonesia. Dari Indonesia sampai ke Inggris itu perjalanan hampir kurang lebih satu hari,” ucapnya.
Unggahan tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat. Video dan dokumentasi aksinya telah ditonton lebih dari dua juta kali di Instagram, sekaligus menuai ribuan komentar dukungan dari warganet.
“Sudah jalan dari Tuhan Mila, aku udah lama ngefans sama kamu semangat terusss!” tulis akun @nesiaardi.
“Mbaaaa walau aku sekilas liat di IG barusan ,tpi kamu keren dan aku bangga dengan perjalanan mba..” komentar akun @kittyphe.
“Skill kamu itu keren Karmila🔥😍,” tulis akun @dwidjuuna.
Teknik dan Mental Kuat Jadi Kunci
Karmila menjelaskan bahwa menjadi joki tong setan bukan sekadar soal keberanian. Dibutuhkan keterampilan teknis serta kesiapan fisik dan mental untuk dapat mengendalikan motor di lintasan vertikal berbentuk silinder.
“Itu adalah tong setan. Motor yang muter-muter di dalam tong. Jadi aku bekerja di bidang itu. Dan karena itu juga aku bisa menginjakkan kaki keluar negeri. Dan menjadi joki tong setan membawaku sampai go international,” ungkapnya.
Menurutnya, ada beberapa kemampuan dasar yang wajib dimiliki seorang joki tong setan.
“Tekniknya sebenarnya satu, bisa bawa motor. Kedua, harus tahan pusing di awal-awal. Ketiga, bisa menyeimbangkan badan. Dan keempat, harus berani dan punya nyali yang kuat,” jelasnya.
Menembus Batas di Dunia yang Didominasi Laki-laki
Selama lebih dari satu dekade menjalani profesi tersebut, Karmila menghadapi berbagai tantangan, terutama karena bidang ini masih didominasi oleh laki-laki. Namun, tekad yang kuat membuatnya terus bertahan.
“Tantangan dan kesulitan itu pasti ada. Proses awalnya enggak mudah. Saya harus belajar mengendalikan rasa takut, menjaga keseimbangan, mengendalikan rasa pusing, dan membangun kepercayaan diri. Pasti ada masa-masa sulit dan capek, apalagi sebagai perempuan di bidang yang jarang digeluti perempuan. Tapi setiap kali ingin menyerah, saya ingat tujuan saya dan keluarga saya. Itu yang membuat saya terus bertahan,” kenangnya.
Kisah Karmila menjadi bukti bahwa latar belakang sederhana tidak membatasi seseorang untuk meraih prestasi global. Konsistensi, keberanian, dan kerja keras mampu membuka jalan menuju peluang yang lebih besar.
Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
Di balik pencapaiannya yang telah diakui dunia, Karmila menyampaikan pesan inspiratif kepada generasi muda agar berani mengejar cita-cita tanpa terhalang keraguan orang lain.
“Saya ingin mengatakan kepada generasi-generasi muda di Indonesia bahwa jangan takut bermimpi besar. Selagi kalian punya mimpi, kejarlah. Beranikan diri untuk keluar dari zona nyaman kalian. Kalau kita punya kemauan, disiplin, dan mau bekerja keras, kita bisa membuktikan kemampuan kita di mana saja. Jangan biarkan keraguan orang lain membatasi langkah kalian,” pungkasnya.
Perjalanan Karmila Purba dari arena pasar malam di pelosok daerah hingga tampil di Inggris menjadi inspirasi bahwa mimpi besar dapat diwujudkan melalui ketekunan dan keberanian. Prestasinya sekaligus memperlihatkan bahwa talenta Indonesia mampu bersaing dan mendapat pengakuan di panggung internasional, bahkan dari profesi yang selama ini jarang mendapat sorotan. (LLN/*)










Komentar