Dengarkabar.com – Asisten Pemerintahan Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, dr H Nevirizal, mengundurkan diri dari jabatannya setelah video yang menampilkan aksi pamer kekayaan (flexing) anaknya viral di media sosial.
Keputusan tersebut mulai berlaku pada Kamis (23/7/2027). Nevirizal menegaskan pengunduran dirinya merupakan bentuk tanggung jawab moral karena polemik yang muncul telah memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.
“Keputusan ini saya ambil dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab akibat munculnya perhatian publik terkait perilaku anggota keluarga saya yang menimbulkan polemik dan telah memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi tempat saya mengabdi,” tulis Nevirizal dalam keterangan yang diterima di Meulaboh, Aceh Barat.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan aksi flexing anaknya menyebar luas di media sosial. Perbincangan tersebut kemudian menyeret nama Nevirizal sebagai pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues.
Surat Diserahkan kepada Wakil Bupati
Nevirizal mengatakan surat pengunduran dirinya telah diserahkan kepada Wakil Bupati Gayo Lues, H Maliki, di Blangkejeran. Ia menyampaikan surat itu kepada wakil bupati karena Bupati Gayo Lues sedang menjalankan tugas dinas di luar daerah.
Dengan penyerahan surat tersebut, proses pengunduran dirinya telah ditempuh sesuai mekanisme yang berlaku di lingkungan pemerintah daerah.
Mengutamakan Integritas Lembaga
Dalam surat pengunduran diri, Nevirizal menjelaskan bahwa persoalan yang muncul memang berkaitan dengan anggota keluarganya. Namun, sebagai pejabat publik, ia menilai dirinya tetap memiliki tanggung jawab etika untuk menjaga integritas dan nama baik lembaga.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan modal penting bagi penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, ia memilih melepas jabatan agar proses evaluasi dan perbaikan dapat berlangsung tanpa menimbulkan beban bagi institusi.
“Demi menjaga nama baik institusi serta memberikan kesempatan agar proses evaluasi dan perbaikan dapat berjalan dengan baik, saya memilih mengundurkan diri dari jabatan yang saya emban saat ini,” lanjutnya.
Sampaikan Permohonan Maaf
Melalui surat yang sama, Nevirizal juga menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan, rekan kerja, serta seluruh masyarakat Kabupaten Gayo Lues.
Ia mengaku menyesalkan kegaduhan yang terjadi akibat polemik tersebut. Nevirizal berharap keputusan mengundurkan diri dapat menjadi bentuk pertanggungjawaban sekaligus membantu memulihkan kepercayaan publik terhadap Pemerintah Kabupaten Gayo Lues.











Komentar