Dengarkabar.com – Mencatat kebakaran hutan dan lahan terus mengancam sejumlah wilayah Riau. Kementerian Kehutanan mencatat luas karhutla mencapai 15.738,9 hektare. Data tersebut mencakup periode Januari hingga Juli 2026. Karena itu, pemerintah terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kebakaran berikutnya.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kemenhut RI, Ferdian Krisnanto, memaparkan kondisi tersebut. Menurut dia, lahan gambut menjadi ekosistem yang paling banyak terdampak kebakaran. Luas gambut yang terbakar mencapai 14.423,5 hektare. Sementara itu, kebakaran lahan mineral mencapai 1.315,5 hektare.
Ferdian menilai kondisi tersebut bukan sebuah capaian yang patut dirayakan. Sebaliknya, angka tersebut menjadi peringatan menghadapi kondisi cuaca dan iklim. Selain itu, ancaman El Nino yang kuat turut membutuhkan perhatian serius. “Tentunya ini bukan masalah capaian, ini adalah peringatan penting, kondisi cuaca, iklim dan El Nino yang kuat perlu kita waspadai ke depan,” katanya.
Menurut Ferdian, ancaman kebakaran berpotensi meningkat saat puncak musim kemarau tiba. Karena itu, seluruh pihak perlu mengantisipasi kemungkinan eskalasi karhutla. “Eskalasi bisa jadi akan terus naik seiring dengan puncak musim kemarau,” ujarnya. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam keterangan yang diterima di Pekanbaru.
Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan luas karhutla terbesar setelah catatan keseluruhan provinsi. Luas area terbakar di daerah tersebut mencapai 4.591,3 hektare. Selanjutnya, Indragiri Hilir mencatat kebakaran seluas 997,8 hektare. Sementara itu, Kota Dumai mencatat area terbakar seluas 607,1 hektare.
Kemudian, Rokan Hilir mencatat karhutla seluas 392,5 hektare sepanjang periode tersebut. Berikutnya, Siak mencatat 281,2 hektare dan Kepulauan Meranti mencapai 199,3 hektare. Kuantan Singingi juga mencatat kebakaran seluas 104,4 hektare. Adapun beberapa wilayah lain mencatat luas kebakaran di bawah 100 hektare.
Indragiri Hulu mencatat area terbakar seluas 98,3 hektare, sedangkan Kampar mencapai 90,1 hektare. Berikutnya, Rokan Hulu mencatat 51,6 hektare area yang terbakar. Kota Pekanbaru mencatat luas karhutla paling kecil dengan 9,4 hektare. Data tersebut menunjukkan kebakaran tersebar di sejumlah wilayah Riau dengan luasan berbeda.
Sementara itu, Manggala Agni bersama satuan tugas terkait terus menjalankan penanganan karhutla. Personel mengoptimalkan upaya pemadaman sekaligus mencegah api meluas. Langkah tersebut menjadi penting karena ancaman kebakaran meningkat saat musim kemarau. Selain itu, petugas terus menyesuaikan penanganan dengan kondisi lapangan.
Saat ini, Manggala Agni Daerah Operasi Pekanbaru menjalankan operasi pemadaman darat di Kabupaten Kampar. Kemudian, Manggala Agni Daops Dumai dan Siak bertugas di Bengkalis serta Rokan Hilir. Sementara itu, Daops Rengat menjalankan penanganan di Indragiri Hulu. Dengan pengerahan tersebut, petugas berupaya menekan risiko perluasan karhutla di berbagai wilayah.
(LN/*) Dengarkabar.com











Komentar