Dengarkabar.com – Gempa 7,1 magnitudo di Jepang mengguncang wilayah barat daya negara itu pada Selasa (28/7). Guncangan kuat tersebut menyebabkan sejumlah warga mengalami luka, merobohkan bangunan, serta merusak infrastruktur di beberapa lokasi.
Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan pemerintah masih menghitung jumlah korban dan tingkat kerusakan akibat bencana tersebut. Namun, laporan awal menunjukkan sudah ada warga yang mengalami luka.
“Kami masih menilai seberapa besar korban luka dan kerusakan properti, tetapi saya telah diberitahu bahwa sudah ada beberapa korban luka,” kata Takaichi seperti dikutip dari AFP.
Ia menambahkan, pemadaman listrik dan kebakaran juga terjadi di sejumlah daerah setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.
“Pemadaman listrik dan kebakaran terjadi di beberapa daerah, dan jalan serta jembatan rusak dan bangunan runtuh,” ujarnya.
Gempa Berpusat di Pulau Kyushu
Otoritas setempat menyatakan pusat gempa berada di wilayah barat daya Jepang, tepatnya di Pulau Kyushu. Sesaat setelah gempa terjadi, pemerintah sempat mengeluarkan peringatan tsunami sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gelombang laut.
Peringatan tersebut menjadi bagian dari prosedur tanggap darurat untuk melindungi masyarakat di kawasan pesisir. Sementara itu, petugas terus memantau perkembangan situasi di lapangan.
Puluhan Ribu Pelanggan Alami Pemadaman Listrik
Selain menimbulkan kerusakan fisik, gempa juga mengganggu pasokan listrik di sejumlah wilayah. Sebanyak 45 ribu keluarga dilaporkan mengalami pemadaman listrik akibat dampak guncangan.
Hingga kini, pemerintah Jepang masih melakukan pendataan terhadap korban dan kerusakan. Tim terkait juga terus berupaya memulihkan layanan dasar serta mengevaluasi kondisi jalan, jembatan, dan bangunan yang terdampak gempa.










Komentar