Dengarkabar.com – Lembaga pemeringkatan pendidikan tinggi global Quacquarelli Symonds (QS) kembali merilis hasil QS World University Rankings (WUR) 2027 pada Kamis (18/6/2026). Dalam daftar terbaru tersebut, sebanyak 20 perguruan tinggi dari Indonesia berhasil masuk jajaran universitas terbaik dunia.
Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan QS WUR 2026 yang mencatat 26 perguruan tinggi Indonesia dalam pemeringkatan global. Artinya, terdapat enam kampus yang tidak lagi tercantum dalam edisi terbaru.
Dari total 20 kampus yang masuk daftar, terdiri atas 16 perguruan tinggi negeri (PTN) dan empat perguruan tinggi swasta (PTS). Pada edisi sebelumnya, Indonesia diwakili oleh 18 PTN dan delapan PTS.
Tujuh Kampus Indonesia Catat Kenaikan Peringkat
Meski jumlah kampus yang masuk pemeringkatan berkurang, sejumlah universitas Indonesia justru menunjukkan peningkatan posisi di tingkat global.
Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi salah satu kampus dengan lonjakan paling signifikan setelah naik dari peringkat 224 menjadi 206 dunia. Universitas Airlangga (Unair) juga memperbaiki posisinya dari peringkat 287 menjadi 276 dunia.
Selain itu, Universitas Padjadjaran (Unpad) naik dari posisi 515 ke 496 dunia, sementara Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bergerak dari peringkat 509 ke 497 dunia.
Peningkatan cukup besar juga dicatat Universitas Brawijaya (UB) yang melonjak dari peringkat 680 menjadi 616 dunia. Universitas Hasanuddin (Unhas) berhasil naik dari kelompok peringkat 951–1.000 menjadi 851–900 dunia, sedangkan Universitas Sebelas Maret (UNS) meningkat dari kelompok 1.001–1.200 ke 951–1.000 dunia.
Di sisi lain, beberapa perguruan tinggi mengalami penurunan posisi dibandingkan tahun sebelumnya.
Universitas Indonesia Tetap Jadi yang Tertinggi
Berdasarkan QS WUR 2027, Universitas Indonesia (UI) masih menjadi perguruan tinggi Indonesia dengan posisi tertinggi di tingkat global meski turun tipis dari peringkat 189 menjadi 191 dunia.
UGM menyusul di posisi kedua nasional dengan peringkat global 206, sementara Unair berada di urutan berikutnya dengan ranking 276 dunia.
Berikut daftar lengkap perguruan tinggi Indonesia yang masuk QS WUR 2027:
| Perguruan Tinggi | QS WUR 2027 | QS WUR 2026 |
|---|---|---|
| Universitas Indonesia (UI) | 191 | 189 |
| Universitas Gadjah Mada (UGM) | 206 | 224 |
| Universitas Airlangga (Unair) | 276 | 287 |
| Institut Teknologi Bandung (ITB) | 287 | 255 |
| IPB University | 419 | 399 |
| Universitas Padjadjaran (Unpad) | 496 | 515 |
| Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) | 497 | 509 |
| Universitas Brawijaya (UB) | 616 | 680 |
| Universitas Diponegoro (Undip) | 662 | 624 |
| Universitas Hasanuddin (Unhas) | 851–900 | 951–1.000 |
| Binus University | 901–950 | 851–900 |
| Universitas Sebelas Maret (UNS) | 951–1.000 | 1.001–1.200 |
| Universitas Sumatera Utara (USU) | 1.001–1.200 | 1.001–1.200 |
| Telkom University | 1.201–1.400 | 1.001–1.200 |
| Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) | 1.201–1.400 | 1.201–1.400 |
| Universitas Andalas (Unand) | 1.401+ | 1.401+ |
| Universitas Negeri Padang (UNP) | 1.401+ | 1.401+ |
| Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) | 1.401+ | 1.201–1.400 |
| Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) | 1.401+ | 1.201–1.400 |
| Universitas Trisakti | 1.401+ | 1.201–1.400 |
Enam Kampus Tidak Lagi Masuk QS WUR 2027
Penurunan jumlah wakil Indonesia dalam pemeringkatan tahun ini terjadi setelah enam perguruan tinggi yang sebelumnya masuk QS WUR 2026 tidak lagi tercantum pada edisi 2027.
Keenam kampus tersebut adalah Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung, Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya, Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Islam Indonesia (UII), dan Universitas Kristen Petra.
Pada QS WUR 2026, seluruh kampus tersebut berada pada kelompok peringkat 1.201–1.400 atau 1.401+ dunia.
Indikator Penilaian QS WUR 2027
QS WUR 2027 menggunakan metodologi yang secara umum sama dengan edisi 2026. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator utama yang mencerminkan kualitas akademik, reputasi lulusan, internasionalisasi, pengalaman belajar, hingga aspek keberlanjutan.
Komponen terbesar berasal dari kategori Research and Discovery dengan bobot 50 persen, yang terdiri atas Academic Reputation sebesar 30 persen dan Citations per Faculty sebesar 20 persen.
Selanjutnya, kategori Employability and Outcomes memiliki bobot 20 persen melalui indikator Employer Reputation (15 persen) dan Employment Outcomes (5 persen).
Aspek Global Engagement menyumbang 15 persen dengan penilaian pada rasio dosen internasional, jaringan riset internasional, dan rasio mahasiswa internasional yang masing-masing berbobot 5 persen.
Sementara itu, kategori Learning Experience berbobot 10 persen melalui indikator Faculty Student Ratio, sedangkan Sustainability menyumbang 5 persen dari total penilaian.
Gambaran Daya Saing Pendidikan Tinggi Indonesia
Hasil QS WUR 2027 menunjukkan bahwa sejumlah perguruan tinggi Indonesia terus meningkatkan daya saingnya di tingkat internasional. Kenaikan peringkat yang diraih beberapa kampus besar menjadi sinyal positif terhadap kualitas riset, reputasi akademik, dan jejaring global yang semakin berkembang.
Namun, berkurangnya jumlah universitas Indonesia dalam daftar pemeringkatan juga menjadi pengingat bahwa persaingan pendidikan tinggi global semakin ketat. Karena itu, peningkatan kualitas akademik, produktivitas riset, serta kolaborasi internasional masih menjadi faktor penting untuk memperkuat posisi perguruan tinggi Indonesia di panggung dunia. (LLN/*)










Komentar