Dengarkabar.com – Seorang jemaah haji lanjut usia asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menjadi perhatian setelah dikabarkan kembali dapat berjalan usai menjalani ibadah haji di Tanah Suci. Jemaah bernama Supanto (73) itu sebelumnya mengalami kelumpuhan dan harus menggunakan kursi roda saat berada di Makkah.
Kabar tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Iqbal Ismail, yang mengaku mengikuti langsung perjalanan Supanto sejak awal keberangkatannya hingga kembali ke Indonesia dalam kondisi yang jauh lebih baik.
Berangkat Haji dari Hasil Jualan Bakso
Iqbal pertama kali bertemu Supanto dan istrinya saat mendampingi rombongan jemaah haji khusus dari PT An-Nur Ma’arif pada 14 Mei 2026. Saat itu, pasangan tersebut masih menggunakan kursi roda selama menjalankan aktivitas ibadah.
Dari pertemuan tersebut, Iqbal mengetahui bahwa Supanto sehari-hari bekerja sebagai penjual bakso di Kabupaten Bone. Melalui hasil usahanya yang dijalani selama bertahun-tahun, ia akhirnya berhasil mewujudkan impian untuk berangkat ke Tanah Suci melalui program haji khusus.
Menurut Iqbal, kisah Supanto menunjukkan bahwa profesi sederhana bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita besar. Ketekunan bekerja dan kesungguhan dalam menabung menjadi bukti bahwa impian menunaikan ibadah haji dapat dicapai dengan usaha yang konsisten.
Doa di Hadapan Ka’bah
Saat bertemu di Makkah, Iqbal mengaku sempat memberikan motivasi kepada Supanto. Ia menyarankan agar jemaah lansia tersebut memperbanyak doa di hadapan Ka’bah, terutama memohon kesehatan dan kemampuan untuk kembali berjalan.
Pesan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan moral agar Supanto tetap memiliki semangat selama menjalani rangkaian ibadah haji. Di tengah kondisi fisiknya yang terbatas, Supanto tetap berusaha menunaikan ibadah dengan penuh keyakinan.
Beberapa waktu setelah pertemuan itu, Iqbal menerima kabar bahwa kondisi kesehatan Supanto mengalami perkembangan positif. Ia disebut sudah mampu berjalan tanpa bantuan kursi roda.
Disambut Saat Tiba di Makassar
Mendengar kabar tersebut, Iqbal terdorong untuk menyambut langsung kepulangan Supanto di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada 17 Juni 2026.
Saat bertemu kembali, ia menyaksikan sendiri perubahan kondisi Supanto. Jemaah asal Bone itu sudah tidak lagi menggunakan kursi roda seperti ketika pertama kali ditemui di Makkah.
Ketika ditanya mengenai kursi roda yang sebelumnya digunakan, Supanto menjelaskan bahwa alat bantu tersebut telah disumbangkan di Masjidil Haram agar dapat dimanfaatkan oleh jemaah lain yang membutuhkan.
Menjadi Inspirasi Banyak Orang
Bagi Iqbal, pengalaman yang dialami Supanto merupakan gambaran nyata tentang pentingnya ikhtiar dan doa dalam menjalani kehidupan maupun ibadah. Ia menilai semangat, kesabaran, serta keyakinan yang ditunjukkan Supanto dapat menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat.
Kisah penjual bakso asal Bone yang kembali berjalan usai haji itu juga menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang untuk terus berusaha menghadapi berbagai keterbatasan. Dengan tekad yang kuat dan tidak kehilangan harapan, setiap orang memiliki kesempatan untuk mewujudkan impian serta melewati berbagai tantangan hidup. (LLN/*)










Komentar