Kebun Kurma Abdurrahman bin Auf Jadi Magnet Wisata Religi Madinah

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kebun Kurma Abdurrahman bin Auf Jadi Magnet Wisata Religi Madinah (Foto: Ilustrasi Ai)

Kebun Kurma Abdurrahman bin Auf Jadi Magnet Wisata Religi Madinah (Foto: Ilustrasi Ai)

Dengarkabar.com – Kebun Kurma Abdurrahman bin Auf di Madinah terus menarik perhatian jemaah haji dan umrah dari berbagai negara. Destinasi wisata religi ini dikenal tidak hanya karena hamparan kebun kurmanya, tetapi juga karena nilai sejarah yang berkaitan dengan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang terkenal sebagai tokoh sukses dalam bidang perdagangan.

Keberadaan kebun tersebut menjadi salah satu tujuan favorit para peziarah yang ingin menyaksikan langsung peninggalan sejarah Islam yang masih terjaga hingga kini. Berbagai elemen kuno di area perkebunan tetap dipertahankan sebagai bagian dari warisan masa lalu.

Pemilik kebun, Hasan Alkiwi, mengatakan bangunan bersejarah peninggalan era Turki Utsmani masih dirawat dan dijaga keasliannya. Menurut dia, sejumlah infrastruktur lama yang memiliki nilai historis tetap dipertahankan agar dapat dinikmati generasi mendatang.

“Tembok dan jalur air kuno tetap kami pertahankan,” kata Hasan Alkiwi, Kamis, 18 Juni 2026.

Jalur air tradisional yang masih terlihat di kawasan kebun tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan sejarah Abdurrahman bin Auf. Pada masanya, saluran tersebut digunakan untuk mengalirkan air guna menunjang aktivitas di perkebunan.

Baca Juga :  Mengapa Arab Saudi Tak Pernah Dijajah? Ini Sejarah di Baliknya

Sumur Berusia 1.400 Tahun Masih Mengalir

Salah satu daya tarik utama kebun ini adalah keberadaan sumur tua yang diperkirakan telah berusia sekitar 1.400 tahun. Sumur dengan kedalaman mencapai 60 meter itu hingga kini masih menghasilkan air yang dapat langsung dikonsumsi.

Menurut Hasan, kualitas air dari sumur tersebut tetap terjaga dan tidak mengalami penurunan meski telah digunakan selama berabad-abad.

“Kualitas airnya bagus dan bisa langsung diminum sampai saat ini,” ujarnya.

Keunikan sumur bersejarah itu menjadi magnet tersendiri bagi para pengunjung. Banyak jemaah yang datang untuk melihat langsung sumber air legendaris yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah Islam di Madinah.

Ratusan Pohon Kurma Produktif

Selain menyimpan nilai sejarah, kebun seluas sekitar 10 ribu meter persegi tersebut juga tetap produktif sebagai lahan pertanian. Saat ini terdapat lebih dari 550 pohon kurma yang menghasilkan buah setiap musim panen.

Baca Juga :  Cara Meningkatkan Percaya Diri Berbahasa Inggris, Riset Jepang Ungkap Kuncinya

Dari jumlah tersebut, sekitar 350 pohon merupakan kurma ajwa yang dikenal sebagai salah satu varietas kurma premium dengan kualitas terbaik. Jenis kurma ini banyak diminati oleh jemaah maupun wisatawan yang berkunjung ke Madinah.

Pengunjung juga mendapatkan pengalaman berbeda karena dapat memetik kurma segar langsung dari pohonnya ketika berkunjung ke lokasi.

Libatkan Pekerja Asal Indonesia

Pengelolaan kebun bersejarah ini turut memberikan peluang kerja bagi warga Indonesia. Saat ini sekitar 30 pekerja asal Indonesia terlibat dalam berbagai aktivitas operasional di area perkebunan.

Kehadiran tenaga kerja Indonesia menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas kebun sekaligus memberikan pelayanan kepada para jemaah yang datang dari berbagai negara.

Dengan perpaduan antara nilai sejarah Islam, peninggalan arsitektur kuno, sumur berusia ribuan tahun, serta ratusan pohon kurma produktif, Kebun Kurma Abdurrahman bin Auf terus menjadi salah satu destinasi wisata religi yang diminati para peziarah di Kota Madinah. (LLN/*)

Berita Terkait

Penjual Bakso Asal Bone Kembali Berjalan Usai Haji
Amalan 1 Muharram 2026 yang Dianjurkan untuk Mengawali Tahun Hijriah
Keutamaan Surat Al Ikhlas, Setara Sepertiga Al-Qur’an Menurut Hadis Rasulullah SAW
Mengapa Arab Saudi Tak Pernah Dijajah? Ini Sejarah di Baliknya
Kepulangan Jamaah Haji Dimulai Setelah Tawaf Perpisahan
Rahasia Kebersihan 25.000 Karpet Masjid Nabawi yang Selalu Harum dan Nyaman
Kemenhaj Minta Maaf, Bagasi Jemaah Haji Tertinggal di Arab Saudi
Sedekah Subuh: Batas Waktu, Tata Cara, Niat, dan Doanya
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:03 WIB

Kebun Kurma Abdurrahman bin Auf Jadi Magnet Wisata Religi Madinah

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:30 WIB

Penjual Bakso Asal Bone Kembali Berjalan Usai Haji

Selasa, 16 Juni 2026 - 05:35 WIB

Amalan 1 Muharram 2026 yang Dianjurkan untuk Mengawali Tahun Hijriah

Jumat, 12 Juni 2026 - 05:38 WIB

Keutamaan Surat Al Ikhlas, Setara Sepertiga Al-Qur’an Menurut Hadis Rasulullah SAW

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:03 WIB

Mengapa Arab Saudi Tak Pernah Dijajah? Ini Sejarah di Baliknya

Berita Terbaru

5 Film Action Netflix Underrated yang Wajib Ditonton (Foto: Unspslah/Thibault Penin)

Uncategorized

5 Film Action Netflix Underrated yang Wajib Ditonton

Minggu, 21 Jun 2026 - 16:05 WIB

Jepang Hancurkan Tunisia 4-0, Peta Grup F Berubah (Foto: Ilustrasi AI)

Sport

Jepang Hancurkan Tunisia 4-0, Peta Grup F Berubah

Minggu, 21 Jun 2026 - 13:59 WIB

Iran Layangkan Protes Keras kepada FIFA (Foto : Ilustrasi AI)

Sport

Iran Layangkan Protes Keras kepada FIFA

Minggu, 21 Jun 2026 - 13:37 WIB