Dengarkabar.com – Bulan Muharram menandai dimulainya tahun baru dalam kalender Hijriah. Sebagai salah satu dari empat bulan mulia dalam Islam, Muharram memiliki keistimewaan tersendiri sehingga menjadi momentum yang tepat bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal saleh.
Tidak terdapat ibadah khusus yang diwajibkan pada 1 Muharram. Namun, sejumlah amalan sunnah dianjurkan untuk dilakukan sebagai bentuk syukur sekaligus upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT di awal tahun Hijriah.
Berikut amalan 1 Muharram 2026 yang dapat diamalkan untuk mengawali tahun baru Islam dengan semangat memperbaiki diri dan meraih keberkahan.
1. Membaca Doa Awal Bulan Muharram
Salah satu amalan yang banyak dilakukan umat Islam adalah membaca doa awal bulan Muharram. Doa ini dibaca sebanyak tiga kali setelah shalat Maghrib.
Sebagian ulama menyebutkan bahwa orang yang membaca doa tersebut tiga kali setelah shalat rawatib ba’diyah Maghrib pada malam 1 Muharram akan memperoleh perlindungan dari fitnah dan tipu daya setan selama satu tahun atas izin Allah SWT.
Amalan ini menjadi bentuk harapan agar tahun yang baru dipenuhi keselamatan dan keberkahan.
2. Membaca Basmalah dan Ayat Kursi Setelah Shalat Subuh
Sebagian ulama juga menganjurkan membaca basmalah sebanyak 360 kali dan Ayat Kursi sebanyak 360 kali setelah shalat Subuh pada awal Muharram.
Dengan izin Allah SWT, amalan tersebut diyakini dapat menjadi wasilah untuk memperoleh kemudahan rezeki, keselamatan, serta perlindungan dari berbagai musibah.
Selain itu, membaca Ayat Kursi juga merupakan salah satu bentuk dzikir yang dianjurkan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Memperbanyak Taubat dan Menjauhi Dosa
Tahun baru Hijriah dapat dijadikan momentum untuk melakukan introspeksi diri melalui taubat nasuha. Umat Islam dianjurkan menyesali kesalahan yang telah dilakukan serta bertekad menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang.
Muharram termasuk dalam empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan dalam Islam. Pada bulan-bulan tersebut, umat Muslim dianjurkan lebih berhati-hati dalam menjaga diri dari perbuatan maksiat, kezaliman, dan berbagai bentuk dosa.
Sebaliknya, memperbanyak amal kebaikan menjadi anjuran utama untuk mengisi bulan yang penuh kemuliaan ini.
4. Berpuasa pada Hari Pertama Muharram
Puasa sunnah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan selama bulan Muharram. Bahkan, Rasulullah SAW menyebut puasa Muharram sebagai puasa paling utama setelah Ramadan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram.” (HR Muslim)
Hadis tersebut menunjukkan besarnya keutamaan berpuasa di bulan Muharram. Karena kemuliaannya, Muharram juga dikenal dengan sebutan Syahrullah atau “bulan Allah”.
Memperbanyak puasa sunnah pada bulan ini menjadi salah satu cara untuk meraih pahala, keberkahan, sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
5. Membaca Doa Saat Melihat Hilal
Ketika menyaksikan hilal atau bulan sabit yang menandai masuknya bulan Muharram, umat Islam dianjurkan membaca doa sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW.
Doa tersebut merupakan ungkapan harapan agar bulan yang baru membawa keamanan, keimanan, keselamatan, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan.
6. Menulis Basmalah
Dalam Kitab Na’tul Bidayat disebutkan bahwa menulis basmalah dengan tulisan yang jelas sehingga bulatan huruf mim terlihat, dilakukan pada hari pertama Muharram sebanyak 113 kali.
Disebutkan bahwa orang yang membawa tulisan tersebut tidak akan mendapati hal-hal yang tidak disukai, demikian pula keluarganya sepanjang hidupnya.
Amalan ini termasuk dalam tradisi yang berkembang di kalangan sebagian ulama dan masyarakat Muslim.
7. Memperbanyak Amal Saleh
Muharram menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah dan amal kebaikan. Sebagaimana perbuatan dosa pada bulan mulia ini memiliki konsekuensi yang besar, amal saleh yang dilakukan juga diyakini memperoleh pahala berlipat sebagai bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya.
Bentuk amal saleh dapat berupa bersedekah, membantu sesama, menjaga silaturahmi, hingga meningkatkan kualitas ibadah wajib maupun sunnah.
Momentum pergantian tahun Hijriah juga dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kebiasaan dan memperkuat komitmen dalam menjalankan ajaran Islam.
8. Memperbanyak Dzikir dan Membaca Al-Qur’an
Malam 1 Muharram menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak dzikir dan membaca Al-Qur’an. Kedua amalan tersebut dapat membantu menenangkan hati sekaligus memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Membaca Al-Qur’an juga menjadi sarana refleksi diri untuk mengambil pelajaran dari ayat-ayat Allah dalam menjalani kehidupan yang lebih baik pada tahun yang baru.
Dengan memperbanyak dzikir dan tilawah Al-Qur’an, umat Islam diharapkan dapat menyambut tahun Hijriah dengan hati yang bersih serta semangat meningkatkan ketakwaan.
Menjadikan Muharram sebagai Momentum Hijrah
Pergantian tahun Hijriah bukan sekadar perubahan angka dalam kalender Islam. Lebih dari itu, momen ini dapat menjadi kesempatan untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik melalui peningkatan ibadah, memperbaiki akhlak, serta memperbanyak amal kebajikan.
Meski tidak ada ibadah wajib khusus pada 1 Muharram, berbagai amalan sunnah yang dianjurkan dapat menjadi langkah awal untuk mengisi tahun baru Hijriah dengan keberkahan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. (LLN/*)










Komentar