Dengarkabar.com – Jamaah haji dari berbagai negara mulai melaksanakan Tawaf Wada di Masjidil Haram, Makkah, sebagai penutup seluruh rangkaian ibadah haji sebelum meninggalkan Kota Suci. Prosesi tawaf perpisahan tersebut menjadi momen terakhir jamaah untuk berpamitan dengan Baitullah sebelum melanjutkan perjalanan menuju Madinah atau kembali ke negara asal masing-masing.
Pelaksanaan Tawaf Wada dilakukan dengan mengelilingi Kabah sebanyak tujuh putaran sesuai ketentuan syariat dan aturan yang diterapkan otoritas setempat. Ibadah ini disunahkan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Baitullah sebelum jamaah meninggalkan Makkah.
Setelah menyelesaikan Tawaf Wada, jamaah mulai mempersiapkan proses keberangkatan. Sebagian jamaah dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Madinah, sementara lainnya langsung menuju bandara untuk mengikuti tahapan pemulangan sesuai jadwal penerbangan yang telah ditetapkan.
Penutup Rangkaian Ibadah Haji
Tawaf Wada memiliki makna penting bagi jamaah haji karena menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Prosesi ini sekaligus menjadi kesempatan terakhir bagi jamaah untuk berdoa dan beribadah di sekitar Kabah sebelum meninggalkan Makkah.
Dalam pelaksanaannya, jamaah tetap mengikuti pengaturan arus pergerakan yang diberlakukan guna menjaga ketertiban dan kenyamanan selama ibadah berlangsung. Pengelolaan tersebut dilakukan untuk mengakomodasi tingginya jumlah jamaah dari berbagai negara yang melaksanakan Tawaf Wada dalam periode yang hampir bersamaan.
Fase Kepulangan Jamaah Dimulai
Seiring dimulainya fase pemulangan, jamaah haji dijadwalkan kembali ke tanah air secara bertahap melalui berbagai embarkasi. Proses kepulangan dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh masing-masing penyelenggara haji.
Otoritas haji bersama petugas layanan terus melakukan pengaturan arus jamaah di berbagai titik keberangkatan. Langkah tersebut bertujuan memastikan proses pemulangan berjalan aman, tertib, dan lancar hingga seluruh jamaah tiba di negara asalnya.
Bagi jamaah, fase kepulangan bukan sekadar akhir perjalanan fisik dari Tanah Suci, melainkan awal untuk mengimplementasikan nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji dalam kehidupan sehari-hari. (LLN/*)










Komentar