Harimau Sumatera Masuk Permukiman, Sekolah di Inhil Ditutup

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Harimau Sumatera Masuk Permukiman, Sekolah di Inhil Ditutup (foto : Ilustrasi AI)

Harimau Sumatera Masuk Permukiman, Sekolah di Inhil Ditutup (foto : Ilustrasi AI)

Dengarkabar.comHarimau Sumatera masuk ke kawasan permukiman Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir. Kondisi itu membuat warga cemas. Pemerintah pun menghentikan sementara seluruh kegiatan belajar tatap muka demi menjaga keselamatan masyarakat.

Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan kini menjalani proses belajar dari rumah. Dinas Pendidikan Indragiri Hilir akan mempertahankan kebijakan tersebut hingga wilayah dinyatakan aman.

Warga Diminta Tetap Waspada

Pemerintah Desa Sungai Danai meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah. Imbauan itu berlaku terutama untuk kegiatan yang tidak mendesak.

Selain itu, pemerintah desa telah menghubungi BBKSDA Riau. Langkah tersebut bertujuan mempercepat penanganan dan evakuasi satwa liar yang meresahkan warga.

Kepala Desa Sungai Danai, Halim, mengatakan kemunculan harimau menjadi perhatian utama pemerintah desa.

Kemunculan harimau memang sangat meresahkan dan menjadi perhatian utama kami saat ini. Kami mengimbau seluruh warga agar mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak demi menjaga keselamatan bersama,” kata Halim.

Baca Juga :  Pleidoi Haru Nadiem Makarim: Penjara di Kepala Lebih Menyiksa

Sekolah Beralih ke Sistem Daring

Dinas Pendidikan Indragiri Hilir segera mengeluarkan dispensasi khusus. Karena itu, seluruh kegiatan belajar mengajar berlangsung dari rumah.

Kepala Dinas Pendidikan Indragiri Hilir, Abdul Rasyid, menegaskan keputusan tersebut bertujuan melindungi peserta didik dan tenaga pendidik.

Kegiatan belajar mengajar tatap muka resmi dihentikan sementara dan dialihkan secara penuh ke sistem daring dari rumah masing-masing. Langkah ini diambil demi keselamatan bersama hingga situasi dinyatakan benar-benar aman,” ujarnya.

Dengan kebijakan ini, proses pendidikan tetap berjalan. Sementara itu, risiko siswa bertemu satwa liar di perjalanan menuju sekolah dapat ditekan.

Jejak Harimau Ditemukan Dekat Permukiman

Kekhawatiran warga meningkat setelah mereka menemukan jejak kaki harimau di sekitar permukiman. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa satwa dilindungi tersebut masih berada di sekitar desa.

Baca Juga :  Biaya Balik Nama Kendaraan 2026, Ini Rincian Tarif yang Masih Harus Dibayar

Tidak lama kemudian, seekor sapi ditemukan mengalami luka parah pada bagian kaki. Warga menduga harimau menyerang ternak tersebut. Satwa itu juga dilaporkan berkeliaran di kawasan desa selama empat hari terakhir.

Peristiwa tersebut membuat masyarakat memilih meningkatkan kewaspadaan. Banyak warga kini membatasi aktivitas di luar rumah, terutama pada waktu yang dianggap berisiko.

Menunggu Tim BBKSDA Riau

Hingga sekarang, warga bersama pemerintah desa masih bersiaga. Mereka menunggu kedatangan tim BBKSDA Riau untuk melakukan penanganan di lapangan.

Masyarakat berharap proses mitigasi berjalan lancar. Mereka juga ingin aktivitas harian segera kembali normal. Selain itu, kegiatan belajar di sekolah diharapkan dapat berlangsung seperti biasa setelah kondisi benar-benar aman.

Kemunculan harimau Sumatera di kawasan permukiman menunjukkan pentingnya respons cepat dari seluruh pihak. Penanganan yang tepat tidak hanya melindungi warga, tetapi juga menjaga kelestarian harimau Sumatera sebagai satwa yang dilindungi.

Berita Terkait

Kabut Asap Makin Pekat, 10 Ribu Masker Dibagikan Gratis di Sungai Penuh
Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan
Ribuan Masker Dibagikan di Dharmasraya Saat Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara
Ribuan Mahasiswa KKN Bergerak di Sumbar, Bawa Program Digitalisasi hingga Lingkungan
Gowes Kembali Ramai di Padang, Komunitas Sepeda Dorong Gaya Hidup Sehat
24 Tersangka Narkoba Diamankan Polres Kerinci, Sabu dan Ganja Puluhan Gram
Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem
Kejari Sungai Penuh Amankan Rp186 Juta Kerugian Negara Desa Tanjung Tanah
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 12:05 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, 10 Ribu Masker Dibagikan Gratis di Sungai Penuh

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:14 WIB

Ribuan Masker Dibagikan di Dharmasraya Saat Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:11 WIB

Ribuan Mahasiswa KKN Bergerak di Sumbar, Bawa Program Digitalisasi hingga Lingkungan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Gowes Kembali Ramai di Padang, Komunitas Sepeda Dorong Gaya Hidup Sehat

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB