5 Aplikasi Android yang Sebaiknya Tidak Diunduh Ahli, Salah Satunya Sudah Diunduh Lebih dari 1 Miliar Kali

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ahli Android Ungkap 5 Aplikasi Populer yang Sebaiknya Dihindari (Foto: Ilustrasi AI)

Ahli Android Ungkap 5 Aplikasi Populer yang Sebaiknya Dihindari (Foto: Ilustrasi AI)

Dengarkabar.comAplikasi Android yang tidak direkomendasikan ahli menjadi perhatian pengguna yang ingin menjaga keamanan dan privasi perangkat. Seorang Hardware Engineer di Cisco Systems, Pankil Shah, mengingatkan bahwa tingginya jumlah unduhan bukan jaminan sebuah aplikasi aman atau layak digunakan.

Mengutip Android Authority, Jumat (17/7/2026), Shah mengaku kerap menemukan aplikasi populer, mulai dari VPN, antivirus, caller ID hingga pengelola kata sandi, yang menurutnya tidak layak dipasang di sebagian besar perangkat Android. Meski demikian, ia menegaskan tidak semua aplikasi populer memiliki kualitas buruk.

Menurut Shah, beberapa aplikasi justru berpotensi menimbulkan persoalan privasi dan keamanan. Selain itu, sebagian lainnya hanya menawarkan fungsi yang sebenarnya sudah tersedia secara bawaan di sistem operasi Android.

“Namun, ada banyak aplikasi yang saya sarankan untuk dihindari oleh kebanyakan orang, baik karena masalah privasi dan keamanan atau karena aplikasi tersebut mencoba menyelesaikan masalah yang sudah ditangani Android dengan sempurna,” ujar Shah.

1. Turbo VPN

Turbo VPN menjadi aplikasi pertama yang masuk dalam daftar tersebut. Shah menilai layanan ini memiliki rekam jejak yang kurang meyakinkan karena beberapa kali dikaitkan dengan praktik pengelolaan data yang dipertanyakan serta hubungan dengan entitas yang berbasis di China.

Ia juga menilai persoalan serupa tidak hanya terjadi pada Turbo VPN. Banyak layanan VPN gratis yang menawarkan akses tanpa batas, padahal biaya operasional VPN tergolong tinggi.

Menurut Shah, jika pengguna tidak membayar layanan tersebut, perusahaan kemungkinan memperoleh keuntungan melalui cara lain. Kondisi ini dinilai bertolak belakang dengan tujuan utama penggunaan VPN, yaitu melindungi privasi pengguna.

Bagi pengguna yang membutuhkan VPN gratis, Shah menyarankan memilih penyedia yang telah beroperasi selama bertahun-tahun dan memiliki reputasi baik, seperti Proton VPN.

2. LastPass

LastPass pernah menjadi salah satu nama besar di dunia keamanan digital. Namun, Shah mengaku tidak lagi merekomendasikan aplikasi tersebut setelah sejumlah insiden keamanan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga :  3 Rekomendasi HP Gaming 3 Jutaan Terbaik untuk Push Rank Tanpa Ngelag

Ia menyoroti pelanggaran keamanan pada 2022 yang memungkinkan pelaku mencuri data pelanggan sekaligus memperoleh akses ke arsitektur keamanan LastPass.

“Masalah terbesar dengan LastPass adalah rekam jejak keamanannya. Pelanggaran keamanan tahun 2022 sangat serius. Dalam insiden tersebut, penyerang berhasil mencuri data pelanggan dan bahkan mendapatkan akses ke arsitektur keamanan LastPass,” kata Shah.

Shah mengakui tidak ada pengelola kata sandi yang sepenuhnya kebal terhadap serangan siber. Namun, ia menilai riwayat insiden keamanan LastPass membuat aplikasi tersebut sulit direkomendasikan.

Sebagai alternatif, Shah memilih Bitwarden. Menurutnya, aplikasi itu bersifat open-source dan menawarkan biaya langganan yang relatif terjangkau, yakni 20 dolar AS per tahun.

3. Truecaller

Truecaller dikenal luas sebagai aplikasi untuk mengenali nomor asing dan memblokir panggilan spam. Popularitasnya pun sangat tinggi dengan lebih dari satu miliar unduhan di Google Play Store, selain tersedia di iOS.

Meski begitu, Shah menilai aplikasi tersebut meminta terlalu banyak izin akses kepada pengguna.

“Masalah terbesar saya dengan Truecaller adalah banyaknya izin aplikasi yang dimintanya. Selain kontak, aplikasi ini meminta akses ke log panggilan, pesan, lokasi, file, foto, video, dan audio,” ujar Shah.

Sebagian izin memang bersifat opsional. Namun, menurutnya, permintaan akses yang begitu banyak tetap menimbulkan kekhawatiran terhadap privasi pengguna.

Selain itu, Shah menilai Android saat ini sudah jauh lebih baik dalam menyaring panggilan dan pesan spam. Karena itu, kebutuhan terhadap aplikasi semacam Truecaller tidak lagi sebesar beberapa tahun lalu.

4. CCleaner

CCleaner dikenal sebagai aplikasi pembersih penyimpanan yang mampu menghapus file sampah dan membantu mengoptimalkan kinerja perangkat.

Namun, Shah menilai sebagian besar fungsi tersebut kini telah tersedia langsung di Android. Pengguna dapat memantau konsumsi baterai, penggunaan data, hingga performa aplikasi melalui menu pengaturan.

Baca Juga :  Gempa M 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Timur, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Android juga menyediakan aplikasi Files by Google yang memiliki fitur pembersihan file sampah, foto duplikat, tangkapan layar lama, dan aplikasi yang sudah tidak digunakan. Seluruh fitur tersebut dapat diakses tanpa biaya tambahan.

5. AVG Antivirus & Security

AVG Antivirus & Security menjadi aplikasi terakhir dalam daftar yang tidak direkomendasikan Shah. Menurutnya, Android modern sudah memiliki perlindungan keamanan bawaan yang cukup lengkap sehingga aplikasi antivirus tambahan sering kali tidak lagi diperlukan.

Android telah dibekali Google Play Protect yang secara otomatis memindai seluruh aplikasi, termasuk aplikasi yang dipasang di luar Play Store, untuk mendeteksi aktivitas berbahaya.

Selain itu, terdapat fitur Android Safe Browsing yang membantu memeriksa tautan mencurigakan secara real-time guna mengurangi risiko malware maupun penipuan phishing.

Shah menilai banyak aplikasi antivirus Android hanya mengulang fungsi yang sudah tersedia di sistem operasi, bahkan meminta pengguna membayar untuk fitur serupa.

“Dalam beberapa hal, AVG dan sebagian besar aplikasi antivirus Android lainnya hanya menduplikasi fitur yang sudah ada — dan, lebih buruk lagi, mengenakan biaya untuk fitur tersebut. Kenyataannya adalah, selama Anda tetap menggunakan Play Store untuk aplikasi dan tidak melakukan hal-hal bodoh, seperti menonaktifkan fitur keamanan bawaan Android, Anda umumnya tidak perlu khawatir ponsel Anda terinfeksi,” tutup Shah.

Android Kini Sudah Memiliki Perlindungan Bawaan

Perkembangan Android dalam beberapa tahun terakhir membuat banyak fungsi tambahan tidak lagi membutuhkan aplikasi pihak ketiga. Google terus memperkuat sistem keamanan, perlindungan terhadap malware, serta fitur pengelolaan penyimpanan secara bawaan.

Karena itu, pengguna disarankan tidak hanya mempertimbangkan jumlah unduhan atau popularitas aplikasi. Memeriksa reputasi pengembang, izin akses yang diminta, serta fungsi yang benar-benar dibutuhkan menjadi langkah penting sebelum memasang aplikasi baru di perangkat Android.

Berita Terkait

5 HP Murah Memori 128 GB di Bawah Rp1,5 Juta, Kamera Jernih dan Performa Andal
MK Wajibkan Operator Sediakan Kuota Rollover, Sisa Kuota Tak Boleh Langsung Hangus
Samsung Galaxy Watch Ultra 2 Resmi, Baterai 800 mAh dan Layar 5.000 Nit
Battery Health iPhone Turun? Ini Arti Sebenarnya dan Waktu yang Tepat Mengganti Baterai
Apple Siapkan Lima iPhone Baru, Produksi iPhone Lipat Naik Jadi 10 Juta Unit
Xiaomi Resmi Hadirkan Redmi Pad 2 9.7 4G, Dibanderol Mulai Rp2,899 Juta
iPhone 18 Dikabarkan Hanya Pakai RAM 9GB, Bukan 12GB
Snap Luncurkan Specs, Kacamata AR Rp39 Juta yang Diklaim Bisa Gantikan Smartphone
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:12 WIB

5 HP Murah Memori 128 GB di Bawah Rp1,5 Juta, Kamera Jernih dan Performa Andal

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:12 WIB

MK Wajibkan Operator Sediakan Kuota Rollover, Sisa Kuota Tak Boleh Langsung Hangus

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:09 WIB

Samsung Galaxy Watch Ultra 2 Resmi, Baterai 800 mAh dan Layar 5.000 Nit

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:59 WIB

5 Aplikasi Android yang Sebaiknya Tidak Diunduh Ahli, Salah Satunya Sudah Diunduh Lebih dari 1 Miliar Kali

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:54 WIB

Battery Health iPhone Turun? Ini Arti Sebenarnya dan Waktu yang Tepat Mengganti Baterai

Berita Terbaru

Briptu MZ Dipecat Usai Rampok Toko Emas di Aceh Selatan (Foto: dok. ist )

Daerah

Briptu MZ Dipecat Usai Rampok Toko Emas di Aceh Selatan

Rabu, 29 Jul 2026 - 22:11 WIB

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK (Foto: Ilustrasi AI )

Daerah

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK

Rabu, 29 Jul 2026 - 20:12 WIB