Dengarkabar.com – Portugal langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Upaya tersebut membuahkan hasil ketika Joao Neves berhasil membawa timnya unggul lebih dahulu.
Namun keunggulan itu tidak bertahan hingga jeda. Republik Demokratik Kongo mampu menyamakan kedudukan melalui gol Yoane Wissa menjelang babak pertama berakhir.
Pada paruh kedua, Portugal terus mengendalikan permainan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Meski demikian, penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat mereka gagal mencetak gol tambahan.
Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, sekaligus membuka persaingan Grup K menjadi semakin ketat.
Ronaldo Jadi Pusat Perhatian
Di tengah hasil kurang memuaskan tersebut, perhatian publik kembali tertuju kepada Cristiano Ronaldo. Kapten Portugal yang kini berusia 41 tahun tampil penuh selama 90 menit, tetapi tidak berhasil mencatatkan namanya di papan skor.
Penampilan sang megabintang memicu beragam reaksi di media sosial. Sebagian pendukung menilai Ronaldo tidak memperoleh dukungan yang cukup dari rekan-rekannya di lini serang.
Mereka menyoroti minimnya aliran bola ke area penalti meskipun Ronaldo beberapa kali terlihat aktif mencari ruang dan membuka opsi serangan.
Beberapa netizen bahkan menilai pemain seperti Bruno Fernandes dan Nuno Mendes lebih sering memilih alternatif lain ketimbang mengarahkan umpan kepada Ronaldo.
“Anjir lah, mereka ada problem apa njir sama Ronaldo. Sekelas Argentina aja masih ngasih jalan buat pimpinannya,” tulis akun @Bang_Rosinante.
Kritik terhadap Ronaldo Bermunculan
Di sisi lain, tidak sedikit pula yang melontarkan kritik kepada mantan pemain Manchester United, Real Madrid, dan Juventus tersebut.
Sejumlah komentar menyinggung istilah “post power syndrome”, yang merujuk pada anggapan bahwa Ronaldo masih ingin menjadi pusat permainan meskipun usianya tidak lagi berada pada masa puncak karier.
Ekspresi frustrasi yang beberapa kali terlihat selama pertandingan juga menjadi bahan perbincangan. Sebagian pengamat dan pengguna media sosial menilai gestur tersebut menunjukkan ketidakpuasan terhadap rekan setimnya.
“Gue yakin 100% Cristiano Ronaldo punya post power syndrome. Padahal tinggal nerima kalo dia itu udah decline & kureng, dan itu manusiawi bgt, orang udah 41 tahun juga,” tulis akun @strootsys.
Sementara itu, akun @sukawangisegar berkomentar, “Kayak gini sih yg kasian pemain lain yg punya potensi besar bawa Portugal juara pildun, tapi gara2 dia harus jadi aktor utama juga, bikin potensi itu hilang.”
Portugal Dituntut Bangkit
Hasil imbang pada pertandingan pertama membuat Portugal wajib segera memperbaiki performa pada laga berikutnya. Tambahan poin penuh menjadi kebutuhan penting agar peluang lolos ke babak gugur tetap berada di jalur aman.
Bagi Ronaldo, turnamen kali ini juga memiliki makna tersendiri. Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi penampilan terakhirnya bersama Portugal di ajang sepak bola paling bergengsi tersebut.
Karena itu, setiap aksinya di lapangan dipastikan akan terus menjadi sorotan. Dukungan dan kritik diperkirakan akan terus mengiringi perjalanan sang kapten sepanjang turnamen berlangsung. (LLN/*)










Komentar