Dengarkabar.com – Drama Korea Teach You A Lesson terus menunjukkan dominasinya di platform Netflix. Memasuki pekan kedua sejak dirilis, serial original Netflix tersebut masih menempati posisi teratas dalam daftar tayangan non-Bahasa Inggris paling populer di dunia.
Berdasarkan data resmi Netflix yang dirilis pada Rabu (17/6/2026), Teach You A Lesson berhasil menduduki peringkat pertama di kategori tayangan non-Bahasa Inggris di 91 negara. Capaian ini memperkuat posisinya sebagai salah satu serial Korea paling banyak dibicarakan saat ini.
Selama dua pekan penayangan, drama tersebut mencatat 21,1 juta kali pemutaran. Sementara itu, total waktu tonton yang berhasil dikumpulkan mencapai 225,8 juta jam dalam kurun 14 hari sejak peluncurannya.
Mendominasi Berbagai Negara
Popularitas Teach You A Lesson tidak hanya terlihat di kawasan Asia. Serial ini berhasil menjadi tayangan nomor satu di sejumlah negara, termasuk Korea Selatan, Jepang, Indonesia, dan Singapura.
Di pasar internasional lainnya, seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Australia, Meksiko, hingga Brasil, drama garapan sutradara Hong Jong Chan tersebut juga mampu menembus daftar 10 besar tayangan terpopuler Netflix.
Keberhasilan ini menunjukkan daya tarik cerita yang mampu menjangkau penonton lintas negara dan budaya. Tak sedikit penonton yang memberikan ulasan positif terhadap kualitas produksi maupun tema yang diangkat.
Cerita yang Memicu Diskusi
Salah satu faktor yang membuat drama ini mendapat perhatian luas adalah alur cerita yang dianggap relevan dengan berbagai persoalan pendidikan modern.
Teach You A Lesson mengisahkan para guru yang menghadapi kesulitan dalam mendisiplinkan siswa di sekolah. Sebagian tenaga pendidik bahkan memilih menghindari tindakan disipliner karena berbagai keterbatasan dan tekanan yang mereka hadapi.
Kondisi tersebut digambarkan menyebabkan runtuhnya otoritas guru di lingkungan sekolah. Dampaknya tidak hanya dirasakan di ruang kelas, tetapi juga berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih luas.
Situasi itu kemudian mendorong Majelis Nasional dan Menteri Pendidikan dalam cerita untuk mengesahkan Amandemen Undang-Undang tentang Perlindungan Hak Guru.
Kehadiran Biro Perlindungan Hak Pendidikan
Setelah aturan baru diberlakukan, dibentuk sebuah lembaga pemerintah bernama Biro Perlindungan Hak Pendidikan. Organisasi ini memiliki tugas menangani berbagai kasus yang berkaitan dengan perlindungan hak tenaga pendidik.
Tokoh utama, Na Hwa Jin, yang diperankan oleh Kim Moo Yul, menjadi salah satu anggota biro tersebut. Ia ditugaskan memasuki sekolah-sekolah bermasalah sebagai pengawas khusus.
Dalam menjalankan misinya, Na Hwa Jin memperoleh kewenangan untuk mendidik siswa tanpa berbagai batasan yang selama ini menghambat para guru. Premis inilah yang menjadi pusat konflik sekaligus daya tarik utama serial tersebut.
Adaptasi Webtoon Populer
Drama ini merupakan adaptasi dari webtoon karya Chae Yong Taek dan Han Ga Ram yang telah memiliki basis penggemar tersendiri sebelum diangkat ke layar kaca.
Sementara itu, naskah serial ditulis oleh Lee Nam Kyu, yang sebelumnya dikenal melalui sejumlah proyek seperti Heavenly Ever After dan Daily Dose of Sunshine.
Selain Kim Moo Yul, drama ini juga dibintangi oleh Lee Sung Min, Jin Ki Joo, dan P.O. Kehadiran para aktor tersebut turut mendapat apresiasi dari penonton berkat penampilan mereka yang dinilai mampu memperkuat emosi dan ketegangan cerita.
Raih Pujian dari Penonton
Sejak penayangan perdananya, Teach You A Lesson terus menuai respons positif. Penonton memberikan apresiasi terhadap adegan aksi yang intens, alur cerita yang kuat, serta tema sosial yang memancing diskusi.
Tidak hanya pemeran utama, karakter pendukung dalam drama ini juga mendapat sorotan karena dinilai memiliki peran penting dalam membangun kedalaman cerita.
Dengan capaian 21,1 juta penayangan dan dominasi di 91 negara, Teach You A Lesson menjadi salah satu bukti kuat bahwa drama Korea masih memiliki daya tarik besar di pasar hiburan global. Serial ini juga menunjukkan bagaimana isu pendidikan dan perlindungan guru dapat dikemas menjadi tontonan yang menarik sekaligus relevan bagi penonton internasional. (LLN/*)










Komentar