Iran Layangkan Protes Keras kepada FIFA

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Iran Layangkan Protes Keras kepada FIFA (Foto : Ilustrasi AI)

Iran Layangkan Protes Keras kepada FIFA (Foto : Ilustrasi AI)

Dengarkabar.com – Timnas Iran menyampaikan keberatan kepada FIFA terkait perlakuan yang mereka nilai tidak setara selama mengikuti Piala Dunia 2026. Federasi Sepak Bola Iran bahkan tengah mempertimbangkan langkah resmi dengan mengajukan keluhan atas pembatasan perjalanan yang disebut berdampak langsung pada persiapan tim di tengah kompetisi.

Persoalan ini mencuat setelah permohonan Iran untuk tiba di Los Angeles dua hari lebih awal menjelang pertandingan melawan Belgia ditolak oleh otoritas terkait. Akibat keputusan tersebut, skuad Team Melli harus melakukan perjalanan lintas negara dari Tijuana, Meksiko, menuju Amerika Serikat hanya sehari sebelum laga berlangsung.

Menurut pihak federasi, kondisi tersebut menempatkan Iran pada situasi yang berbeda dibandingkan peserta lain. Mereka menilai waktu perjalanan yang terbatas berpotensi mengurangi efektivitas persiapan teknis maupun proses pemulihan fisik pemain.

Bermarkas di Tijuana karena Pertimbangan Keamanan

Sebelumnya, Iran berencana menjadikan Arizona sebagai basis utama selama turnamen berlangsung. Namun rencana tersebut tidak terealisasi setelah adanya pertimbangan keamanan yang membuat tim akhirnya ditempatkan di Tijuana, Meksiko.

Konsekuensinya, para pemain dan staf harus bolak-balik melintasi perbatasan setiap kali menjalani pertandingan di wilayah Amerika Serikat. Situasi ini dinilai menambah beban logistik yang tidak dialami sebagian besar peserta lainnya.

Baca Juga :  Final Piala Dunia 2026: Argentina atau Spanyol Siap Mengubah Sejarah

Kapten Iran, Mehdi Taremi, mengungkapkan bahwa perjalanan udara dari Tijuana ke Los Angeles yang berjarak sekitar 127 mil seharusnya dapat ditempuh dalam waktu singkat. Namun, pemeriksaan keamanan yang ketat membuat total perjalanan memakan waktu hingga lima jam.

Kondisi tersebut, menurut Taremi, menjadi tantangan tambahan bagi tim yang tengah berupaya menjaga kebugaran dan fokus selama berlangsungnya turnamen.

Pelatih Sebut Iran Menjadi Tim yang Paling Dirugikan

Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, menjadi salah satu sosok yang paling vokal menyuarakan keberatan atas situasi tersebut. Ia menilai timnya menerima perlakuan yang tidak adil dibandingkan negara peserta lainnya.

“Saya pikir tim ini mungkin adalah tim yang paling tertindas di seluruh Piala Dunia,” ujar Ghalenoei.

Pernyataan itu mencerminkan kekecewaan kubu Iran terhadap berbagai kendala yang mereka hadapi sejak awal turnamen. Menurut mereka, kondisi tersebut dapat memengaruhi performa tim dalam pertandingan-pertandingan penting.

Federasi Iran Nilai Prinsip Kesetaraan Tidak Terpenuhi

Federasi Sepak Bola Iran juga menyoroti aspek kesetaraan yang selama ini menjadi salah satu prinsip utama dalam penyelenggaraan kompetisi internasional. Mereka menilai pembatasan perjalanan yang diterapkan justru menciptakan ketimpangan antarpeserta.

Baca Juga :  Google Rayakan Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol Lewat Doodle

Selain mengganggu proses pemulihan pemain, keterbatasan mobilitas disebut mengurangi waktu yang tersedia bagi tim pelatih untuk mempersiapkan strategi menghadapi lawan.

“Kami adalah satu-satunya tim peserta Piala Dunia yang berada di kota tuan rumah hanya selama 24 jam dan itu tidak adil,” kata Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran, Hedayat Mombeini.

Ia menambahkan bahwa berbagai pembatasan yang dialami tim tidak hanya berdampak pada kondisi fisik pemain, tetapi juga memengaruhi aspek psikologis mereka selama menjalani kompetisi.

“Semua keterbatasan ini berdampak buruk bagi fisik dan hal-hal psikologis pada pemain kami,” lanjut Mombeini.

Dampak terhadap Persaingan di Turnamen

Keluhan yang disampaikan Iran menambah sorotan terhadap aspek logistik dan perlakuan terhadap peserta dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Di level kompetisi tertinggi, faktor perjalanan, waktu istirahat, dan akses terhadap fasilitas pendukung dapat memengaruhi kesiapan tim menjelang pertandingan.

Karena itu, langkah Iran untuk menyampaikan protes resmi berpotensi memicu pembahasan lebih lanjut mengenai standar perlakuan yang setara bagi seluruh peserta, khususnya dalam turnamen yang melibatkan mobilitas tinggi antarnegara dan wilayah tuan rumah. (LLN/*)

Berita Terkait

Timnas Indonesia Sempurna di Pakansari, Vietnam Waspada
Petisi Larangan Argentina di Piala Dunia
Pemburu dari Pegunungan Arfak yang Bersinar di Kejurnas Panahan Junior
FIFA Pastikan Enam Negara Lolos Langsung ke Piala Dunia 2030
Timnas Wanita Indonesia Juara AFF Women’s Cup 2026, Gilas Laos 5-0 di Final
Spanyol Soroti Permainan Keras Argentina Jelang Final Piala Dunia 2026
FIFA Dikritik Usai Pilih MetLife Stadium untuk Final Piala Dunia 2026
Duel Lamine Yamal dan Lionel Messi Warnai Final Piala Dunia 2026
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:12 WIB

Timnas Indonesia Sempurna di Pakansari, Vietnam Waspada

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:12 WIB

Petisi Larangan Argentina di Piala Dunia

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:19 WIB

Pemburu dari Pegunungan Arfak yang Bersinar di Kejurnas Panahan Junior

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:59 WIB

FIFA Pastikan Enam Negara Lolos Langsung ke Piala Dunia 2030

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:12 WIB

Timnas Wanita Indonesia Juara AFF Women’s Cup 2026, Gilas Laos 5-0 di Final

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB