Wisata Desa Pancawati Bogor Dongkrak Ekonomi Warga

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wisata Desa Pancawati Bogor Dongkrak Ekonomi Warga (Foto: Dok. Ist)

Wisata Desa Pancawati Bogor Dongkrak Ekonomi Warga (Foto: Dok. Ist)

Dengarkabar.com – Perkembangan pariwisata Desa Pancawati, Kabupaten Bogor, memberikan dampak nyata terhadap peningkatan perekonomian masyarakat. Selain menarik lebih banyak wisatawan, sektor ini juga membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan tersebut.

Potensi wisata alam yang dimiliki Desa Pancawati telah dimanfaatkan sejak lama sebagai penggerak ekonomi. Berbagai destinasi berbasis alam terus berkembang dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung ke wilayah itu.

Saat ditemui di Kantor Desa Pancawati pada Selasa (21/7/2026), Sekretaris Desa Pancawati Johan Asnawi mengatakan masyarakat telah melihat potensi wisata daerahnya sejak awal. Kesadaran itu kemudian mendorong sejumlah putra daerah mengembangkan destinasi wisata berbasis alam.

“Alhamdulillah, ketika bicara potensi, sebetulnya dari awal juga banyak masyarakat yang melihat potensi ini. Bahkan ada salah satu pengusaha putra lokal di Pancawati yang memanfaatkan wisata alam,” ujar Johan Asnawi.

Beberapa destinasi yang lahir dari inisiatif masyarakat lokal antara lain Cafe Aranya dan Puncak Halimun Camp. Kehadiran objek wisata tersebut menjadi bukti bahwa potensi alam Desa Pancawati mampu dikembangkan oleh pelaku usaha setempat.

Baca Juga :  Rizkika Aulia Angkat Sepak Rago Tinggi Lewat Fotografi Esai

“Itu (contoh) putra daerah yang memanfaatkan potensi yang ada di Desa Pancawati,” katanya.

Pariwisata Serap Tenaga Kerja Lokal

Johan menilai manfaat terbesar dari berkembangnya sektor pariwisata adalah meningkatnya penyerapan tenaga kerja. Sejumlah hotel dan resort di Desa Pancawati memprioritaskan warga sekitar untuk mengisi berbagai posisi pekerjaan.

“Yang paling besar dampaknya itu penyerapan tenaga kerja. Apalagi ada beberapa resort yang memberdayakan murni dari wilayah (masyarakat lokal). Salah satunya, Pinus, Vila Ratu, itu memang mayoritas hampir 90 persen dari wilayah,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat masyarakat tidak hanya memperoleh peluang kerja, tetapi juga memiliki kesempatan meningkatkan pendapatan melalui sektor pariwisata yang terus berkembang.

UMKM Ikut Tumbuh Bersama Sektor Wisata

Dampak positif pariwisata juga dirasakan pelaku UMKM di Desa Pancawati. Hotel dan resort kerap melibatkan usaha lokal untuk memenuhi kebutuhan konsumsi saat menggelar berbagai kegiatan.

Kolaborasi tersebut membantu memperluas pasar bagi pelaku usaha kecil sekaligus memperkuat perputaran ekonomi di tingkat desa. Dengan demikian, manfaat sektor wisata tidak hanya dirasakan pengelola destinasi, tetapi juga masyarakat yang menjalankan usaha pendukung.

Baca Juga :  Usai Hiatus 1 Tahun 4 Bulan, Kim Soo Hyun Mulai Aktif Lagi di Industri Hiburan

Menurut Johan, Desa Pancawati saat ini memiliki sekitar 48 hotel komersial dan delapan kafe. Jumlah tersebut menunjukkan perkembangan industri pariwisata yang cukup pesat di kawasan itu.

“Kalau bicara hotel itu kurang lebih ya, yang komersial itu ada 48. Kalau kafe itu sekitar ada 8 kafe,” ujarnya.

Ia menambahkan, kunjungan wisatawan biasanya meningkat pada akhir pekan dan masa libur panjang. Periode tersebut menjadi momen yang paling dinantikan pelaku usaha karena mampu meningkatkan tingkat hunian hotel, aktivitas restoran dan kafe, serta penjualan produk UMKM lokal.

Dengan dukungan potensi alam yang terus dikembangkan dan keterlibatan masyarakat setempat, Desa Pancawati semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata andalan di Kabupaten Bogor. Pertumbuhan sektor ini diharapkan terus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi warga sekitar.

Berita Terkait

Tips Staycation dan Traveling Nyaman Saat Hamil Menurut Ahli
Dampak Piala Dunia 2026 Sepi, Hotel AS Pangkas Tarif Kamar
Lobang Jepang di Sumbar Tersebar di Sejumlah Daerah, Bukittinggi Jadi yang Paling Terkenal
The Joy of Solo Travel: Tips and Inspiration for Adventuring Alone
Sustainable Tourism in Bali: Balancing Preservation and Growth
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:16 WIB

Wisata Desa Pancawati Bogor Dongkrak Ekonomi Warga

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:04 WIB

Tips Staycation dan Traveling Nyaman Saat Hamil Menurut Ahli

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:09 WIB

Dampak Piala Dunia 2026 Sepi, Hotel AS Pangkas Tarif Kamar

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:29 WIB

Lobang Jepang di Sumbar Tersebar di Sejumlah Daerah, Bukittinggi Jadi yang Paling Terkenal

Selasa, 28 Maret 2023 - 23:44 WIB

The Joy of Solo Travel: Tips and Inspiration for Adventuring Alone

Berita Terbaru

Briptu MZ Dipecat Usai Rampok Toko Emas di Aceh Selatan (Foto: dok. ist )

Daerah

Briptu MZ Dipecat Usai Rampok Toko Emas di Aceh Selatan

Rabu, 29 Jul 2026 - 22:11 WIB

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK (Foto: Ilustrasi AI )

Daerah

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK

Rabu, 29 Jul 2026 - 20:12 WIB

KPK Sita Uang Rp2 Miliar dalam OTT Bupati Pemalang (Foto: dok. KPK )

Daerah

KPK Sita Uang Rp2 Miliar dalam OTT Bupati Pemalang

Rabu, 29 Jul 2026 - 13:14 WIB