Dampak Piala Dunia 2026 Sepi, Hotel AS Pangkas Tarif Kamar

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.  Dampak Piala Dunia 2026 Sepi, Hotel AS Pangkas Tarif Kamar  (Foto: Ai)

Ilustrasi. Dampak Piala Dunia 2026 Sepi, Hotel AS Pangkas Tarif Kamar (Foto: Ai)

Dengarkabar.comLonjakan sektor pariwisata yang sempat di prediksi mengalir deras dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026 kini belum menunjukkan tanda-tanda signifikan. Turnamen sepak bola terbesar sejagat yang berlangsung di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko ini gagal menghadirkan gelombang wisatawan internasional dalam jumlah masif. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran besar, terutama bagi industri perhotelan dan maskapai penerbangan di AS yang awalnya membidik keuntungan melimpah.

Gelombang suporter asing yang minim memaksa pengelola hotel di berbagai kota penyelenggara memangkas tarif kamar demi menarik minat tamu. Lesunya okupansi ini berjalan beriringan dengan penurunan pemesanan tiket pesawat akibat lonjakan harga penerbangan yang terlampau tinggi. Situasi kian pelik lantaran harga tiket pertandingan yang mahal membuat para penggemar sepak bola berpikir dua kali untuk datang langsung ke stadion.

Sejumlah analis sektor perjalanan menilai magnet turnamen kali ini merosot tajam ketimbang edisi Piala Dunia sebelumnya. Pola bisnis kompetisi yang biasanya bergantung pada belanja besar suporter global tampak kehilangan tajinya di AS. Kendala pengurusan visa, biaya akomodasi yang mencekik, hingga rumitnya jalur transportasi antarkota di tiga negara menjadi faktor utama penghambat mobilitas penonton.

Baca Juga :  Lionel Messi Gagal Penalti, Argentina Tetap Singkirkan Mesir

Warga domestik AS pun belum mampu menambal kekosongan kursi penonton maupun kamar hotel yang ditinggalkan turis asing. Popularitas sepak bola di kalangan masyarakat lokal masih kalah mentereng jika bersanding dengan cabang olahraga populer lain di Negeri Paman Sam.

CEO Hotel Association of New York City, Vijay Dandapani, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas kondisi pasar yang lesu ini. Pihaknya kini memangkas proyeksi pendapatan hotel yang berkaitan dengan momentum Piala Dunia hingga 60 persen. Target pendapatan kini menyusut drastis ke angka kisaran US$60 juta.

Pemesanan Menit Akhir yang Masih Minim

Merujuk pada data maskapai penerbangan internasional Cirium, angka pemesanan tiket pesawat dari Eropa menuju sebagian besar kota tuan rumah periode Juni-Juli merosot rata-rata 3,8 persen jika membandingkannya dengan tahun lalu. Tren penurunan kunjungan pelancong Eropa ke AS sejatinya sudah mulai terdeteksi sejak tahun lalu.

Penurunan paling mencolok terlihat pada rute penerbangan menuju New York yang menjadi lokasi laga final pada 19 Juli mendatang. Angka pemesanan tiket pesawat dari Benua Biru menuju kota tersebut anjlok hingga 15,8 persen.

Padahal, FIFA awalnya memproyeksikan sekitar 1,2 juta pencinta bola bakal memadati New York sepanjang turnamen berjalan. Vijay Dandapani menyebut data asosiasinya menunjukkan realitas yang kontras, di mana kunjungan suporter kini diperkirakan hanya menyentuh angka 500 ribu orang. Meski demikian, pergerakan positif mulai terlihat lewat sedikit kenaikan pesanan dari pendukung asal Inggris dan Norwegia.

Baca Juga :  Gempa M 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Timur, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Pelaku usaha akomodasi masih menggantungkan harapan pada pemesanan menit-menit akhir menjelang berakhirnya fase grup. Walau begitu, data awal dari perusahaan analitik CoStar mencatat rata-rata okupansi hotel di seluruh kota penyelenggara hanya merangkak naik 0,5 persen dari periode tahun lalu.

Kondisi ini memaksa sejumlah hotel papan atas di New York mengambil langkah ekstrem dengan menawarkan potongan harga besar-besaran. New York Hilton Midtown contohnya, memotong tarif sewa kamar selama turnamen menjadi US$415 per malam. Angka ini merosot setengah harga dari tarif normal yang mereka pasang pada Desember lalu.

Sebelumnya, manajemen Hilton pada April lalu sempat optimistis melihat kuatnya permintaan pasar untuk kawasan New York. Sementara itu, jaringan hotel Marriott pada Mei menyatakan potensi masuknya pesanan susulan masih terbuka lebar mengingat jadwal pertandingan untuk fase gugur belum keluar secara pasti. (Wd/*)

Berita Terkait

Digigit Ular Saat Berwisata? Dokter Ingatkan Jangan Sedot Luka, Ini Pertolongan yang Tepat
Timnas Indonesia Sempurna di Pakansari, Vietnam Waspada
Petisi Larangan Argentina di Piala Dunia
Pemburu dari Pegunungan Arfak yang Bersinar di Kejurnas Panahan Junior
FIFA Pastikan Enam Negara Lolos Langsung ke Piala Dunia 2030
Wisata Desa Pancawati Bogor Dongkrak Ekonomi Warga
Timnas Wanita Indonesia Juara AFF Women’s Cup 2026, Gilas Laos 5-0 di Final
Spanyol Soroti Permainan Keras Argentina Jelang Final Piala Dunia 2026
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Digigit Ular Saat Berwisata? Dokter Ingatkan Jangan Sedot Luka, Ini Pertolongan yang Tepat

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:12 WIB

Timnas Indonesia Sempurna di Pakansari, Vietnam Waspada

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:12 WIB

Petisi Larangan Argentina di Piala Dunia

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:19 WIB

Pemburu dari Pegunungan Arfak yang Bersinar di Kejurnas Panahan Junior

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:59 WIB

FIFA Pastikan Enam Negara Lolos Langsung ke Piala Dunia 2030

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB