Dengarkabar.com – Spanyol melancarkan perang urat saraf menjelang final Piala Dunia 2026 dengan menyoroti gaya bermain fisik Argentina. La Roja juga berharap wasit Slavko Vincic mampu menegakkan aturan secara konsisten agar pertandingan berlangsung adil.
Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Spanyol dan Argentina di New York New Jersey Stadium pada Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB. Duel ini mempertemukan dua juara besar, yakni Spanyol sebagai kampiun Eropa dan Argentina sebagai juara bertahan Piala Dunia sekaligus Copa America.
Laga tersebut juga menjadi pertemuan pertama kedua negara di putaran final Piala Dunia sejak edisi 1966. Besarnya gengsi pertandingan membuat tensi mulai meningkat bahkan sebelum kedua tim memasuki lapangan.
Laporte Soroti Permainan Fisik Argentina
Bek tengah Spanyol, Aymeric Laporte, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap gaya bermain Argentina yang dinilainya terlalu mengandalkan kontak fisik. Penilaian itu muncul setelah La Albiceleste mengalahkan Inggris pada babak semifinal.
Laporte meminta wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, mengambil keputusan tegas terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan pemain. Menurutnya, pengendalian pertandingan menjadi tanggung jawab penuh perangkat pertandingan.
“Adalah tugas wasit untuk mengendalikan hal-hal seperti ini agar situasi tidak lepas kendali,” kata Laporte, dikutip dari Marca.
Ia menilai pertandingan bisa berubah kacau apabila pelanggaran keras tidak segera dihentikan.
“Jika satu atau dua pemain dibiarkan bertindak seperti itu, pertandingan akan jatuh ke dalam kekacauan,” ujarnya.
Laporte menegaskan dirinya tidak mempermasalahkan permainan agresif selama masih sesuai regulasi sepak bola. Namun, ia mengaku terkejut karena sejumlah aksi keras Argentina pada laga sebelumnya dinilai tidak mendapat hukuman yang semestinya.
“Memang benar bahwa dalam pertandingan terakhir kami melihat hal-hal yang benar-benar mengejutkan kami, tindakan yang dibiarkan berlalu begitu saja. Terutama dengan Argentina,” imbuhnya.
Ia juga menilai permainan semacam itu dapat memengaruhi kondisi mental lawan apabila tidak segera dihentikan.
“Mereka adalah tim yang suka meninggalkan bekas pada lawan mereka. Hal semacam itu tidak boleh dibiarkan dalam sepak bola, terutama di kompetisi besar, karena itu bisa mengganggu Anda dan membuat Anda marah,” ucap Laporte.
Luis de la Fuente Minta Wasit Bertindak Tegas
Pandangan serupa disampaikan pelatih Spanyol, Luis de la Fuente. Ia menegaskan bahwa wasit harus berani mengambil tindakan ketika permainan melewati batas yang diizinkan.
Menurut pelatih berusia 65 tahun tersebut, pertandingan final harus berlangsung sesuai aturan sehingga kedua tim dapat bersaing secara sportif.
“Wasit tidak boleh bertindak pasif dan membiarkan aturan dilanggar,” tegas De la Fuente.
Ia menyatakan percaya penuh kepada Slavko Vincic untuk memimpin pertandingan, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjaga jalannya laga tetap berada dalam koridor peraturan.
“Garis-garis legalitas sepak bola tersebut tidak boleh dilewati. Saya memiliki kepercayaan penuh pada wasit, tetapi saya juga memiliki kepercayaan penuh bahwa kami tahu jelas jenis pertandingan apa yang perlu kami hadapi.”
Spanyol Fokus pada Filosofi Bermain
Meski mengantisipasi permainan keras Argentina, De la Fuente meminta para pemainnya tidak terpancing provokasi. Ia ingin La Roja tetap mengandalkan identitas permainan yang selama ini menjadi kekuatan utama tim.
Menurutnya, menjaga konsentrasi pada strategi sendiri akan memberi peluang lebih besar untuk meraih kemenangan dibanding melayani permainan emosional lawan.
“Mereka akan memainkan sepak bola mereka, tetapi kami harus fokus semata-mata dan secara eksklusif pada sepak bola kami sendiri, pada penguatan gaya kami dan meningkatkannya,” katanya.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Spanyol tidak boleh keluar dari filosofi permainan yang telah membawa mereka melaju hingga partai puncak.
“Jika kami melenceng dari filosofi dan model kami, kami akan menderita. Kami merasa nyaman di arena sepak bola, dalam permainan, dalam bersikap jujur pada ide kami, dalam tidak jatuh ke dalam provokasi,” pungkas De la Fuente.











Komentar