Dengarkabar.com – Keputusan FIFA menunjuk MetLife Stadium sebagai lokasi final Piala Dunia 2026 memicu sorotan. Stadion di kawasan New York-New Jersey itu dinilai memiliki sejumlah kelemahan. Kritik datang terhadap desain bangunan, akses menuju stadion, hingga kualitas lapangan.
Laporan BBC pada Minggu (19/7/2026) menyebutkan bahwa MetLife Stadium sudah lama memiliki citra kurang baik. Sejumlah warga lokal dan penggemar olahraga menganggap stadion tersebut tidak menawarkan pengalaman yang istimewa. Padahal, venue ini akan menjadi panggung pertandingan paling bergengsi dalam sepak bola dunia.
Desain Stadion Dianggap Tidak Mencerminkan Nilai Investasi
Kolumnis olahraga senior New Jersey, Steve Politi, menjadi salah satu pihak yang mengkritik desain MetLife Stadium.
“Karena tidak ada kata yang lebih tepat, istilah teknis untuk Stadion MetLife adalah ‘membosankan’,” kata Steve Politi, dikutip BBC.
Komentar serupa juga datang dari pembaca BBC. Ada yang membandingkan bentuk stadion dengan toilet penjara raksasa. Pembaca lain menyebut tampilannya menyerupai pendingin udara berukuran besar.
Menurut Politi, desain stadion lahir dari kompromi dua tim NFL yang bermarkas di sana, yaitu New York Giants dan New Jersey Jets. Akibatnya, bangunan itu kehilangan karakter yang kuat di mata banyak penggemar.
Padahal, pembangunan MetLife Stadium menelan biaya sekitar US$1,6 miliar atau setara Rp28,7 triliun dengan kurs Rp17.987 per dolar AS. Nilai investasi tersebut dinilai tidak sejalan dengan penampilan stadion.
Akses Menuju Stadion Tidak Mudah
Lokasi stadion juga menjadi sumber kritik. MetLife Stadium berdiri sekitar delapan kilometer di sebelah barat Manhattan. Tepatnya, venue ini berada di Meadowlands Sports Complex, East Rutherford, New Jersey.
Pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi sering menghadapi kemacetan. Mereka juga harus melewati jalur lalu lintas yang berbelok sebelum mencapai area penurunan penumpang.
Sementara itu, transportasi umum belum sepenuhnya praktis. Penonton harus mengeluarkan biaya transit sekitar US$98 atau sekitar Rp1,7 juta. Setelah itu, mereka masih perlu mengantre dalam kerumunan besar untuk menaiki kereta.
Bagi puluhan ribu suporter yang diperkirakan hadir saat final, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kenyamanan perjalanan menuju stadion.
Rumput Lapangan Pernah Dikeluhkan
Kualitas lapangan juga sempat menjadi perhatian. Beberapa pihak menilai rumput stadion menghambat pergerakan pemain.
Dalam salah satu kejadian, alat penyiram rumput tiba-tiba aktif dan membasahi lapangan. Tim nasional Prancis serta Brasil pernah mengeluhkan kondisi rumput di stadion tersebut.
Lapangan menjadi elemen penting dalam pertandingan final. Karena itu, kualitas permukaannya akan mendapat perhatian besar selama Piala Dunia 2026 berlangsung.
FIFA Utamakan Panggung Global
Meski menerima kritik, FIFA memiliki pertimbangan lain. Organisasi tersebut menilai kawasan New York-New Jersey menawarkan nilai komersial yang sangat besar.
Kepala Eksekutif Komite Penyelenggara Piala Dunia FIFA 26 NYNJ, Alex Lasry, mengatakan kawasan itu merupakan pusat media, hiburan, dan ekonomi dunia.
“Yang dicari FIFA adalah menghadirkan bintang-bintang terbesar di panggung terbesar. Dan New York, New Jersey adalah ibu kota dunia, bukan? Ini adalah ibu kota media, ibu kota hiburan, dan ibu kota ekonomi dunia,” kata Lasry.
Lasry menegaskan bahwa final bukan hanya tentang lebih dari 80.000 penonton di stadion. Menurutnya, jutaan orang di seluruh dunia juga akan menyaksikan pertandingan tersebut.
“Ini akan menjadi perayaan besar dan menurut saya, ini layak menjadi puncak dari Piala Dunia pertama Amerika dalam 30 tahun,” ujarnya.
Dinilai Tepat dari Sisi Bisnis
Pemimpin Redaksi StadiumDB, Kuba Kowalski, melihat keputusan FIFA dari sudut pandang berbeda. Ia menilai MetLife Stadium merupakan pilihan yang aman.
Menurut Kowalski, lokasi stadion mendukung jadwal siaran bagi penonton di Eropa dan Amerika. Faktor itu menjadi keuntungan besar untuk turnamen berskala global.
“Mungkin ini bukan pilihan sepakbola yang paling romantis, tetapi sebagai keputusan bisnis global, ini sangat masuk akal,” ucapnya.
Stadion Berkapasitas 82.500 Penonton
MetLife Stadium mulai beroperasi pada 2010. Stadion ini memiliki eksterior modern berbahan panel logam. Sistem pencahayaannya juga mampu menampilkan beragam warna.
Arena tersebut dapat menampung 82.500 penonton. Selain itu, stadion memiliki 200 suite mewah di empat tingkat.
MetLife Stadium termasuk salah satu stadion terbesar di NFL. Selain pertandingan olahraga, venue ini juga rutin menjadi lokasi konser musik dan berbagai acara berskala internasional.
Kini, stadion tersebut bersiap menjadi saksi lahirnya juara dunia baru. Meski terus menuai kritik, FIFA tetap yakin MetLife Stadium mampu menghadirkan final Piala Dunia 2026 di panggung global yang mereka inginkan.










Komentar