Kontroversi Distorsi Sejarah dalam Drama Korea, dari Joseon Exorcist hingga Perfect Crown

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 21:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kontroversi Distorsi Sejarah dalam Drama Korea, dari Joseon Exorcist hingga Perfect Crown (Foto: Netflix)

Kontroversi Distorsi Sejarah dalam Drama Korea, dari Joseon Exorcist hingga Perfect Crown (Foto: Netflix)

Dengarkabar.com – Publik Korea Selatan dikenal sangat sensitif terhadap isu distorsi sejarah dalam produk budaya populer, termasuk drama televisi. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah drama Korea menuai kritik tajam karena dinilai menampilkan elemen yang tidak sesuai dengan fakta sejarah atau dianggap merendahkan identitas nasional.

Kontroversi tersebut tidak hanya memicu perdebatan di media sosial, tetapi juga berujung pada petisi publik, penarikan sponsor, hingga penghentian penayangan. Berikut sejumlah drama Korea yang pernah terseret isu dugaan distorsi sejarah.

1. Joseon Exorcist (2021): Berakhir Dibatalkan Setelah Dua Episode

Kasus yang menimpa Joseon Exorcist menjadi salah satu kontroversi distorsi sejarah terbesar dalam industri drama Korea. Drama produksi SBS ini kembali menjadi sorotan setelah munculnya polemik serupa terkait Perfect Crown.

Mengambil latar masa pemerintahan Raja Taejong, drama bergenre fantasi-sejarah tersebut mendapat kecaman karena menampilkan berbagai properti yang identik dengan budaya Tiongkok. Beberapa di antaranya adalah kue bulan, telur abad, dan minuman keras yang disajikan dalam lingkungan istana kerajaan.

Tak hanya itu, sejumlah tokoh sejarah Korea yang dihormati juga digambarkan sebagai sosok yang haus darah dan tunduk pada kekaisaran Tiongkok. Penggambaran tersebut memicu kemarahan publik.

Gelombang protes berkembang pesat hingga memunculkan petisi kepada Majelis Nasional Korea Selatan yang berhasil mengumpulkan lebih dari 130 ribu tanda tangan hanya dalam satu hari.

Tekanan publik berdampak langsung terhadap produksi drama. Sponsor serta pemerintah daerah menarik dukungan mereka, hingga akhirnya SBS memutuskan menghentikan penayangan Joseon Exorcist setelah hanya menayangkan dua episode, meskipun proyek tersebut telah menelan biaya produksi bernilai jutaan dolar.

Baca Juga :  Teach You a Lesson Jadi Drakor Netflix Nomor 1 Global

2. Mr. Queen (2020): Tetap Tayang Meski Dihujani Kritik

Drama sageuk komedi Mr. Queen juga pernah menghadapi tuduhan serupa. Meskipun meraih popularitas tinggi dan mendapat respons positif dari banyak penonton, beberapa elemen dalam drama ini memicu ketidaknyamanan di kalangan masyarakat Korea Selatan.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah dialog yang menyebut catatan sejarah Dinasti Joseon—yang memiliki posisi penting dalam historiografi Korea—sebagai sesuatu yang menyerupai “tabloid” atau dianggap sepele.

Kontroversi semakin berkembang karena webtoon asli yang menjadi sumber adaptasi drama ini, yang berasal dari Tiongkok, diduga mengandung sentimen anti-Korea.

Situasi tersebut memunculkan tuntutan dari sebagian publik agar Mr. Queen dihentikan penayangannya. Namun, berbeda dengan kasus Joseon Exorcist, drama ini tetap melanjutkan penayangan hingga tamat dan masih tersedia di berbagai platform streaming hingga saat ini.

3. Perfect Crown (2026): Kontroversi Seputar Simbol Kedaulatan Korea

Drama Perfect Crown menjadi judul terbaru yang terseret dalam perdebatan mengenai akurasi sejarah. Sejumlah detail dalam produksi drama ini dinilai tidak sesuai dengan konteks sejarah Kekaisaran Korea.

Mahkota Kaisar Dinilai Tidak Sesuai Fakta Sejarah

Kontroversi pertama muncul dari mahkota yang dikenakan karakter Ian saat adegan penobatan.

Setelah Raja Gojong memproklamasikan Kekaisaran Korea pada 1897 sebagai penegasan status Korea sebagai negara berdaulat, mahkota kekaisaran yang digunakan seharusnya memiliki 12 rumbai.

Namun, tim produksi menggunakan mahkota dengan 9 rumbai. Dalam konteks sejarah, mahkota sembilan rumbai dipandang sebagai simbol bahwa suatu kerajaan masih berada di bawah kekuasaan kekaisaran yang lebih besar, dalam hal ini Tiongkok.

Baca Juga :  Aksi Sheila Dara Jadi Vokalis Voxxes di Tau Tau Fest Bandung

Dialog Penobatan Ikut Dipersoalkan

Selain properti mahkota, dialog yang digunakan dalam adegan penobatan juga menuai kritik.

Tim produksi menggunakan seruan “Cheonse!”, yang berarti “hidup panjang seribu tahun”. Ungkapan tersebut lazim digunakan ketika seorang penguasa naik takhta dalam struktur yang berada di bawah kekaisaran lain.

Sebaliknya, dalam konteks Kekaisaran Korea yang telah berdaulat, seruan yang dianggap lebih tepat adalah “Manse!”, yang bermakna “sepuluh ribu tahun”.

Adegan Etiket Minum Teh Kembali Disorot

Kontroversi lain berkaitan dengan adegan dari episode sebelumnya yang kembali menjadi perbincangan setelah polemik episode ke-11 mencuat.

Dalam adegan tersebut, karakter Seong Hui Ju, yang diperankan oleh IU, terlihat menuangkan air ke dalam wadah penampung. Sebagian penonton menilai tindakan tersebut menyerupai etiket penyajian teh khas Tiongkok.

Interpretasi itu kemudian memicu diskusi baru mengenai sensitivitas publik Korea Selatan terhadap representasi budaya dan sejarah dalam drama televisi.

Sensitivitas Publik terhadap Sejarah Nasional

Rangkaian kontroversi ini menunjukkan bahwa masyarakat Korea Selatan memiliki perhatian besar terhadap cara sejarah dan identitas nasional direpresentasikan dalam industri hiburan.

Bagi sebagian penonton, drama sejarah tidak sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi juga berperan dalam membentuk pemahaman publik mengenai masa lalu. Karena itu, detail seperti penggunaan simbol kerajaan, dialog, hingga unsur budaya asing kerap mendapat pengawasan ketat.

Kasus-kasus seperti Joseon Exorcist, Mr. Queen, dan Perfect Crown menjadi pengingat bahwa akurasi sejarah tetap menjadi aspek penting dalam produksi drama bertema sejarah, terutama ketika menyangkut isu kedaulatan dan identitas nasional Korea Selatan. (LLN/*)

Berita Terkait

5 Cara Menanam Bunga Telang di Rumah agar Rajin Berbunga
Monster Loch Ness hingga Yeti, Legenda Makhluk Misterius yang Menghasilkan Jutaan Dolar
5 Cara Membuat Rumah Lebih Terang Tanpa Menambah Banyak Lampu, Nomor 4 Sering Terlewat
3 Kartun Detektif Legendaris Era 90-an yang Bikin Kangen, Masih Ingat Semuanya?
5 Kesalahan Membersihkan Rumah yang Sering Dilakukan, Nomor 3 Bikin Kerja Dua Kali
5 Kota Kuno yang Tenggelam, Jejak Peradabannya Masih Bikin Penasaran
Rahasia Keluarga Spider-Man Terungkap, Dari Aunt May hingga Anak Peter Parker di Berbagai Semesta Marvel
9 Manfaat Bersepeda bagi Tubuh dan Mental, Bukan Sekadar Bikin Bugar
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:04 WIB

5 Cara Menanam Bunga Telang di Rumah agar Rajin Berbunga

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:08 WIB

Monster Loch Ness hingga Yeti, Legenda Makhluk Misterius yang Menghasilkan Jutaan Dolar

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:53 WIB

5 Cara Membuat Rumah Lebih Terang Tanpa Menambah Banyak Lampu, Nomor 4 Sering Terlewat

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:46 WIB

3 Kartun Detektif Legendaris Era 90-an yang Bikin Kangen, Masih Ingat Semuanya?

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:00 WIB

5 Kesalahan Membersihkan Rumah yang Sering Dilakukan, Nomor 3 Bikin Kerja Dua Kali

Berita Terbaru

Perhatikan sinar matahari, media tanam, dan perawatan agar bunga telang tumbuh subur.

Showbiz

5 Cara Menanam Bunga Telang di Rumah agar Rajin Berbunga

Kamis, 29 Okt 2026 - 16:04 WIB