3 Gunung di Dunia yang Dilarang Didaki, Ini Alasan di Baliknya

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026 - 16:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

3 Gunung di Dunia yang Dilarang Didaki, Ini Alasan di Baliknya (Foto : Ilustrasi AI)

3 Gunung di Dunia yang Dilarang Didaki, Ini Alasan di Baliknya (Foto : Ilustrasi AI)

Dengarkabar.com – Tidak semua gunung di dunia dapat didaki oleh wisatawan maupun pendaki profesional. Sejumlah puncak justru ditutup untuk umum karena memiliki nilai spiritual, alasan keselamatan, hingga kepentingan strategis yang harus dijaga. Kebijakan tersebut membuat gunung-gunung ini semakin menarik perhatian sekaligus memunculkan berbagai cerita dan spekulasi.

Di berbagai negara, larangan pendakian bukan sekadar aturan administratif. Setiap lokasi memiliki latar belakang berbeda, mulai dari penghormatan terhadap tradisi masyarakat adat hingga perlindungan kawasan militer yang tidak boleh diakses sembarangan.

1. Gangkhar Puensum, Bhutan

Gangkhar Puensum merupakan gunung tertinggi di dunia yang belum pernah berhasil ditaklukkan manusia. Dengan ketinggian sekitar 7.570 meter, puncak ini sebenarnya menjadi incaran banyak pendaki karena statusnya yang masih perawan.

Namun, pemerintah Bhutan melarang seluruh aktivitas pendakian di gunung tersebut. Kebijakan ini didasarkan pada kepercayaan masyarakat setempat yang meyakini gunung-gunung tinggi sebagai tempat bersemayam para dewa. Karena alasan itu, mendaki puncaknya dianggap sebagai tindakan yang tidak menghormati nilai-nilai spiritual.

Baca Juga :  FIFA Dikritik Usai Pilih MetLife Stadium untuk Final Piala Dunia 2026

Hingga kini belum ada satu pun pendaki yang berhasil mencapai puncak Gangkhar Puensum, dan peluang untuk melakukannya di masa depan sangat kecil selama larangan tersebut tetap berlaku.

2. Puig Major, Spanyol

Puig Major merupakan gunung tertinggi di Pulau Mallorca, Spanyol. Meski memiliki panorama alam yang memikat, akses menuju puncaknya tidak dapat dilakukan secara bebas.

Sejak dekade 1950-an, kawasan puncak gunung dimanfaatkan sebagai pangkalan militer yang dilengkapi instalasi radar. Status tersebut membuat area ini menjadi fasilitas strategis dengan akses yang sangat terbatas.

Dalam beberapa kesempatan memang pernah dibuka untuk kegiatan tertentu, tetapi saat ini kawasan puncaknya kembali ditutup bagi masyarakat umum. Wisatawan hanya dapat menikmati keindahan gunung ini dari area yang diizinkan.

3. Uluru, Australia

Uluru dikenal sebagai salah satu ikon alam paling terkenal di Australia. Bagi masyarakat adat Aṉangu, batu raksasa ini memiliki nilai budaya dan spiritual yang sangat tinggi sehingga dipandang sebagai tempat suci.

Baca Juga :  Hadiah Piala Dunia 2026 Spanyol Terancam Pajak 30 Persen di AS

Selama bertahun-tahun, wisatawan masih diperbolehkan mendaki Uluru. Namun aktivitas tersebut dinilai menyebabkan kerusakan lingkungan sekaligus kurang menghormati tradisi masyarakat adat. Selain itu, jalur pendakiannya juga memiliki tingkat risiko tinggi dan telah menyebabkan sejumlah korban jiwa.

Atas pertimbangan tersebut, pemerintah resmi menutup aktivitas pendakian ke Uluru sejak 2019. Langkah itu diambil untuk menjaga kelestarian kawasan sekaligus menghormati warisan budaya masyarakat setempat.

Larangan yang Sarat Makna

Keberadaan gunung-gunung yang dilarang didaki menunjukkan bahwa keindahan alam tidak selalu dapat dinikmati tanpa batas. Di balik setiap larangan terdapat alasan yang berkaitan dengan pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, keselamatan pengunjung, maupun kepentingan strategis suatu negara.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa menghormati aturan di setiap destinasi merupakan bagian penting dari wisata yang bertanggung jawab. Justru karena aksesnya dibatasi, gunung-gunung ini tetap menyimpan pesona, nilai sejarah, dan kisah unik yang terus menarik perhatian masyarakat dunia. (LLN/*)

Berita Terkait

Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem
Gletser Himalaya Runtuh, Banjir Dahsyat Tewaskan 160 Orang
Anna Bonus dan Misteri Kutukan yang Konon Bisa Membunuh dari Jarak Jauh
Liao Dan, “Penipu Paling Setia” di China: Menipu Demi Menyelamatkan Istri
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Tutup 591 Sekolah di Sarawak
Gempa 7,1 Magnitudo Landa Kyushu, Jepang Sempat Keluarkan Peringatan Tsunami
Petisi Larangan Argentina di Piala Dunia
FIFA Pastikan Enam Negara Lolos Langsung ke Piala Dunia 2030
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Gletser Himalaya Runtuh, Banjir Dahsyat Tewaskan 160 Orang

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:15 WIB

Anna Bonus dan Misteri Kutukan yang Konon Bisa Membunuh dari Jarak Jauh

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:35 WIB

Liao Dan, “Penipu Paling Setia” di China: Menipu Demi Menyelamatkan Istri

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:03 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Tutup 591 Sekolah di Sarawak

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB