Ilmuwan Ungkap Kemampuan Tak Terduga Manusia, Bisa Merasakan Benda Tanpa Menyentuhnya

Penelitian ilmuwan London menemukan kemampuan sentuhan jarak jauh pada manusia, bahkan dengan tingkat akurasi yang melampaui robot dalam pengujian tertentu.

- Jurnalis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilmuwan Ungkap Kemampuan Tak Terduga Manusia, Bisa Merasakan Benda Tanpa Menyentuhnya

Ilmuwan Ungkap Kemampuan Tak Terduga Manusia, Bisa Merasakan Benda Tanpa Menyentuhnya

Dengarkabar.com – Manusia ternyata memiliki kemampuan merasakan keberadaan benda tanpa menyentuhnya secara langsung. Temuan ilmuwan dari Queen Mary University of London mengungkap kemampuan yang mereka sebut remote touch atau sentuhan jarak jauh. Sebelumnya, para peneliti mengenal kemampuan serupa pada sejumlah hewan, terutama burung pantai. Karena itu, penelitian ini membuka perspektif baru tentang cara manusia memahami lingkungan melalui indra peraba.

Selama ini, banyak orang memahami indra peraba sebagai kemampuan yang membutuhkan kontak fisik langsung. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa jari manusia dapat menangkap petunjuk keberadaan benda sebelum menyentuhnya. Kemampuan tersebut memanfaatkan perubahan kecil pada lingkungan sekitar jari. Dengan demikian, manusia mungkin memiliki kemampuan sensorik yang selama ini luput dari perhatian.

Burung Pantai Menginspirasi Penelitian

Sejumlah burung pantai, termasuk sandpiper dan plover, mampu menemukan mangsa yang bersembunyi di bawah pasir. Mereka memanfaatkan perubahan tekanan dan getaran halus ketika menggerakkan paruh di permukaan pasir. Perubahan tersebut membantu burung mengenali keberadaan mangsa tanpa harus melihatnya. Terinspirasi mekanisme itu, Dr. Elisabetta Versace bersama timnya menyelidiki kemungkinan kemampuan serupa pada manusia.

Eksperimen Membuktikan Sentuhan Jarak Jauh

Dalam eksperimen tersebut, para peneliti meminta partisipan menggerakkan jari secara perlahan di atas pasir. Mereka harus menemukan sebuah kubus kecil yang tersembunyi tanpa menyentuh benda tersebut secara langsung. Hasil pengujian menunjukkan bahwa partisipan mampu mendeteksi keberadaan kubus melalui perubahan gerakan pasir. Temuan ini memperlihatkan bahwa jari manusia dapat mengenali petunjuk fisik yang sangat halus.

Selanjutnya, tim menggunakan pemodelan fisika untuk memahami mekanisme di balik kemampuan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa tangan manusia cukup sensitif terhadap pergeseran kecil butiran pasir. Ketika pasir menutupi sebuah benda, pola pergerakannya berubah meskipun perbedaannya sangat tipis. Akibatnya, jari manusia dapat menangkap perubahan tersebut sebelum bersentuhan dengan benda tersembunyi.

Baca Juga :  GTA 6 Dominasi November 2026, Game Besar Pilih Menjauh

Dr. Versace menjelaskan pentingnya temuan itu dalam memahami kemampuan sensorik manusia. “Temuan ini menunjukkan bahwa manusia dapat merasakan benda sebelum menyentuhnya secara fisik. Ini mengubah cara kita memahami dunia perseptual manusia,” ujarnya.

Manusia Unggul dari Robot dalam Akurasi

Untuk menguji kemampuan manusia lebih lanjut, tim membandingkannya dengan robot yang memiliki sensor sentuh. Robot tersebut juga menggunakan algoritma kecerdasan buatan Long Short-Term Memory (LSTM) untuk membantu mengenali pola. Perbandingan ini membantu peneliti memahami kemampuan manusia sekaligus batas teknologi sensor modern. Hasilnya menunjukkan perbedaan menarik dalam tingkat ketepatan kedua sistem tersebut.

Dalam pengujian, manusia mencapai akurasi 70,7 persen ketika mendeteksi benda tersembunyi dalam jangkauan sensoriknya. Sementara itu, robot mampu mendeteksi benda dari jarak yang sedikit lebih jauh. Namun, robot juga lebih sering memberikan hasil positif palsu ketika mengenali keberadaan benda. Kondisi tersebut membuat akurasi keseluruhannya hanya mencapai 40 persen.

Hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan manusia dan robot mendekati batas sensitivitas yang dapat dijelaskan melalui prinsip fisika. Meski demikian, manusia masih lebih akurat dalam mengenali pola perubahan halus pada pasir. Temuan tersebut menegaskan bahwa sistem sensor biologis memiliki keunggulan tertentu dibandingkan teknologi buatan. Karena itu, penelitian tentang indra manusia dapat membantu pengembangan robot yang lebih andal.

Berpotensi Mengembangkan Teknologi Bantu dan Robot Eksplorasi

Penemuan ini tidak hanya memperluas pengetahuan tentang indra manusia, tetapi juga menawarkan peluang dalam rekayasa teknologi. Menurut Zhengqi Chen, mahasiswa doktoral di Queen Mary University of London, hasil penelitian tersebut berpotensi mendukung pengembangan teknologi bantu. Teknologi itu dapat memperluas kemampuan manusia dalam mengenali lingkungan melalui sentuhan. Dengan begitu, temuan ini berpeluang memberi manfaat bagi berbagai bidang.

Baca Juga :  Microsoft Hentikan Dukungan Office 2021 pada Oktober 2026, Ini Alternatifnya

Chen menjelaskan bahwa wawasan tersebut juga dapat membantu pengembangan robot untuk menjalankan tugas yang membutuhkan ketelitian tinggi. Misalnya, robot dapat mencari artefak arkeologis tanpa merusak benda bersejarah di sekitarnya. Selain itu, teknologi serupa berpotensi membantu robot menjelajahi lingkungan berpasir. Contohnya mencakup permukaan Mars dan dasar laut yang membutuhkan kemampuan deteksi khusus.

Dr. Lorenzo Jamone dari University College London juga menyoroti hubungan antara penelitian manusia dan pengembangan robot. “Eksperimen manusia membantu membimbing cara robot belajar, dan sebaliknya performa robot memberi perspektif baru untuk memahami data manusia. Ini contoh nyata bagaimana psikologi, robotika, dan kecerdasan buatan dapat bersinergi menghasilkan penemuan mendasar sekaligus inovasi teknologi,” jelasnya.

Penelitian tersebut pertama kali dipresentasikan dalam IEEE International Conference on Development and Learning (ICDL) 2025 di Praha, Republik Ceko. Presentasi itu memperkenalkan temuan tentang kemampuan manusia mendeteksi benda melalui perubahan halus pada pasir. Bagi dunia sains, hasil penelitian ini menambah pemahaman tentang batas kemampuan indra peraba. Pada akhirnya, kemampuan yang sekilas tampak seperti “indra keenam” ternyata dapat dijelaskan melalui mekanisme fisik tubuh manusia. Temuan ini sekaligus menunjukkan bahwa masih banyak potensi sensorik manusia yang perlu diteliti lebih jauh. (LN/*)

Berita Terkait

Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi
Profesi Bergaji Tinggi Kini Terancam PHK
Revisi UU Hak Cipta Bakal Atur AI dan Kompensasi bagi Penerbit Berita
NotebookLM Resmi Berganti Nama Menjadi Gemini Notebook
Sampah Antariksa Jadi Ladang Bisnis Baru Bernilai Rp144 Triliun
SpaceX Musnahkan 260 Satelit Starlink dalam Enam Bulan
Microsoft Hentikan Dukungan Office 2021 pada Oktober 2026, Ini Alternatifnya
Cara Melacak Lokasi Lewat WhatsApp dan Google Maps, Simak Langkah Lengkapnya
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:24 WIB

Ilmuwan Ungkap Kemampuan Tak Terduga Manusia, Bisa Merasakan Benda Tanpa Menyentuhnya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Profesi Bergaji Tinggi Kini Terancam PHK

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:02 WIB

Revisi UU Hak Cipta Bakal Atur AI dan Kompensasi bagi Penerbit Berita

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:12 WIB

NotebookLM Resmi Berganti Nama Menjadi Gemini Notebook

Berita Terbaru

Perhatikan sinar matahari, media tanam, dan perawatan agar bunga telang tumbuh subur.

Showbiz

5 Cara Menanam Bunga Telang di Rumah agar Rajin Berbunga

Kamis, 29 Okt 2026 - 16:04 WIB