Super Mario Bros Langka Terjual Rp53,1 Miliar, Pecahkan Rekor Lelang Game

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Super Mario Bros Langka Terjual Rp53,1 Miliar, Pecahkan Rekor Lelang Game (Foto:Heritage Auctions)

Super Mario Bros Langka Terjual Rp53,1 Miliar, Pecahkan Rekor Lelang Game (Foto:Heritage Auctions)

Dengarkabar.com – Kopi game Super Mario Bros. yang sangat langka kembali mencatat sejarah di dunia koleksi video game. Dalam sebuah lelang yang digelar oleh Heritage Auctions, game untuk konsol Nintendo Entertainment System (NES) tersebut terjual dengan harga USD 3 juta atau sekitar Rp53,1 miliar, sekaligus memecahkan rekor sebagai salah satu video game termahal yang pernah dilelang.

Nilai fantastis tersebut melampaui rekor sebelumnya yang juga dipegang oleh Super Mario Bros., yakni sebesar USD 2 juta pada 2021. Penjualan ini terjadi tidak lama setelah lelang kontroversial Super Mario 64 yang terjual seharga USD 1,56 juta.

Kondisi Nyaris Sempurna Selama 40 Tahun

Menurut Heritage Auctions, tingginya nilai jual game tersebut dipengaruhi oleh kondisinya yang sangat langka. Kopi game ini tersimpan bersama konsol NES Control Deck edisi peluncuran dalam kemasan asli dengan plastik pembungkus yang masih utuh dan tidak pernah tersentuh selama hampir empat dekade.

Keberadaan game dalam kondisi seperti ini sangat sulit ditemukan, terutama karena sebagian besar produk sejenis telah dibuka dan digunakan oleh pemiliknya sejak pertama kali dirilis.

Kemasan Unik Jadi Faktor Penentu

Salah satu aspek yang membuat harga game ini melambung adalah jenis segelnya yang tidak biasa. Heritage Auctions menjelaskan bahwa Super Mario Bros. edisi kedua keluaran 1985 ini menggunakan stiker mengkilap sebagai segel, bukan pembungkus plastik seperti kebanyakan game lainnya.

Baca Juga :  Meksiko Taklukkan Afrika Selatan 2-0 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Model segel tersebut diketahui hanya diproduksi dalam waktu singkat sebelum akhirnya dihentikan. Kondisi ini menjadikan salinan tersebut memiliki nilai historis dan koleksi yang sangat tinggi di kalangan penggemar video game klasik.

Varian Paling Langka yang Pernah Dilelang

Heritage Auctions menyebut bahwa salinan ini merupakan kopi game tersegel tertua yang diketahui masih bertahan hingga saat ini. Selain itu, game tersebut memperoleh nilai 9.6 A++ dari Professional Sports Authenticator (PSA), sebuah lembaga yang dikenal melakukan penilaian terhadap barang koleksi.

Dalam deskripsi lelangnya, Heritage Auctions menyatakan bahwa varian tersebut belum pernah muncul dalam lelang publik dengan kondisi masih tersegel.

“Varian spesifik ini belum pernah muncul di lelang publik dalam kondisi tersegel, yang menunjukkan betapa langkanya varian ini,” tulis Heritage Auctions.

Balai lelang itu juga mengungkapkan bahwa hanya ada tiga kopi Super Mario Bros. produksi tahap kedua dengan format stiker mengkilap yang pernah diketahui keberadaannya. Dari jumlah tersebut, salinan yang dilelang disebut sebagai varian dengan kondisi terbaik.

Karena tidak menggunakan lapisan plastik pelindung, menemukan kopi game dengan kualitas yang tetap prima setelah puluhan tahun menjadi tantangan tersendiri bagi para kolektor.

Baca Juga :  Ribuan Mahasiswa KKN Bergerak di Sumbar, Bawa Program Digitalisasi hingga Lingkungan

Simbol Awal Kejayaan Nintendo di Amerika Serikat

Game dan konsol yang menyertainya berasal dari masa awal ekspansi Nintendo di Amerika Serikat. Kehadiran Super Mario Bros. pada era tersebut dinilai berperan besar dalam mengubah persepsi masyarakat terhadap industri video game rumahan.

Heritage Auctions menilai koleksi ini bukan sekadar barang antik, melainkan representasi dari momen penting dalam sejarah industri hiburan digital.

“Ini mewakili kesempatan terdekat yang bisa didapatkan seorang kolektor untuk memiliki momen ketika Super Mario Bros. mengubah video game konsol dari sesuatu yang baru dan kurang populer menjadi bagian permanen dari sejarah,” tulis Heritage Auctions.

Dampak bagi Dunia Koleksi

Rekor penjualan ini kembali menegaskan meningkatnya minat terhadap barang koleksi video game klasik. Seiring bertambahnya usia industri gim, produk-produk yang memiliki nilai sejarah dan kondisi sangat terjaga terus mengalami kenaikan harga signifikan.

Bagi para kolektor, lelang ini menunjukkan bahwa video game tidak lagi dipandang sekadar hiburan, tetapi juga aset koleksi bernilai tinggi yang merekam perjalanan penting dalam perkembangan budaya populer global. (LLN/*)

Berita Terkait

16 Negara Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 Resmi Lengkap
Barefoot Running 2026 Padang Pariaman Digelar di Pantai Katapiang
Kemhan Pangkas Pelatihan SPPI Jadi 2 Pekan Usai 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal
Polres Kerinci Bangun Fasilitas Air Bersih untuk Warga Desa Sungai Jernih
5 Film Action Netflix Underrated yang Wajib Ditonton
PixVerse R1 Hadirkan Video AI Interaktif Real-Time
James Gunn Puji The Furious, Film Joe Taslim Raih Respons Positif
Prediksi Jerman vs Curacao: Der Panzer Incar Awal Sempurna di Piala Dunia 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 18:25 WIB

16 Negara Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 Resmi Lengkap

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:11 WIB

Barefoot Running 2026 Padang Pariaman Digelar di Pantai Katapiang

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:12 WIB

Kemhan Pangkas Pelatihan SPPI Jadi 2 Pekan Usai 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:17 WIB

Polres Kerinci Bangun Fasilitas Air Bersih untuk Warga Desa Sungai Jernih

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:05 WIB

5 Film Action Netflix Underrated yang Wajib Ditonton

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB