Dengarkabar.com – Film laga The Furious yang dibintangi Joe Taslim terus menuai perhatian publik internasional. Salah satu apresiasi terbaru datang dari James Gunn, petinggi DC Studios, yang mengaku terkesan dengan kualitas film garapan sutradara Kenji Tanigaki tersebut.
Melalui unggahan di media sosial, Gunn mengungkapkan dirinya baru saja menyaksikan The Furious bersama sejumlah kru dan pemain proyek Man of Tomorrow. Ia bahkan menyebut Tanigaki sebagai salah satu sutradara film aksi terbaik saat ini.
“Baru aja pergi bareng beberapa kru dan cast #ManofTommorrow buat nonton #TheFurious. Aku gak pernah nyangka (Kenji Tanigaki) bisa melampaui dirinya sendiri setelah Walled In, tapi beneran deh The Furious itu menunjukkan kalau dia adalah salah satu sutradara film action terbaik saat ini. Kami suka banget (dengan filmnya),” tulis James Gunn.
Pujian tersebut semakin memperkuat reputasi The Furious yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi perbincangan hangat di media sosial. Film ini juga mendapat sambutan positif dari kritikus dan penonton.
Di situs agregator ulasan Rotten Tomatoes, The Furious memperoleh skor 97 persen. Sementara itu, penilaian audiens melalui Popcornmeter mencapai 95 persen, menunjukkan tingkat apresiasi yang tinggi terhadap film tersebut.
Joe Taslim Lakukan Riset Mendalam untuk Peran Navin
Dalam film ini, Joe Taslim memerankan karakter Navin, seorang jurnalis investigasi. Untuk mendalami perannya, aktor Indonesia tersebut mengaku melakukan berbagai riset, termasuk mempelajari isu perdagangan anak di kawasan Asia Tenggara.
Menurut Joe, persiapan yang dijalani tidak hanya berfokus pada adegan laga atau koreografi pertarungan, tetapi juga memahami latar belakang profesi karakternya.
“Banyak nonton dokumenter sih. Jadi dokumenter, terus banyak-banyak malah ada di ABC ya, TV-nya Australia, meneliti tentang child trafficking di Asia Tenggara juga banyak banget,” jelas Joe Taslim saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Pendalaman karakter tersebut menjadi bagian penting dalam proses kreatif yang dijalani selama produksi film.
Persiapan Intens dari Awal hingga Akhir
Joe Taslim menjelaskan bahwa setelah memahami berbagai referensi dan hasil riset, ia mulai masuk ke tahap pendalaman karakter melalui naskah yang telah disusun tim produksi.
Baginya, memahami perjalanan emosi karakter dari awal hingga akhir cerita menjadi aspek krusial agar duka, kemarahan, dan konflik yang dialami Navin dapat tersampaikan secara meyakinkan di layar.
“Jadi setelah mengetahui itu, baru masuk karakter, baru kita mendalami skrip yang ada. Jadi skrip yang ada itu apa? Perkembangannya seperti apa dari awal sampai akhir. Itu sih bener-bener persiapan dari awal sampai akhir itu sangat intens,” pungkasnya.
Dibandingkan dengan The Raid dan John Wick
The Furious turut diperkuat penampilan Miao Xie, Joe Taslim, Brian Le, dan Enyou Yang. Berkat koreografi laga serta penyutradaraan yang dinilai solid, film ini mulai dibandingkan dengan sejumlah judul aksi populer seperti The Raid (2011) dan John Wick (2014).
Bahkan, sejumlah ulasan menilai kualitas adegan aksinya mampu bersaing dan melampaui banyak film lain dalam genre yang sama. Respons positif dari kritikus, penonton, hingga tokoh industri seperti James Gunn menjadi sinyal kuat bahwa The Furious berhasil menempatkan diri sebagai salah satu film laga yang paling diperbincangkan saat ini. (LLN/*)










Komentar