Teater Koma Pentaskan Lagi Rumah Sakit Jiwa Setelah 35 Tahun

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Teater Koma Pentaskan Lagi Rumah Sakit Jiwa Setelah 35 Tahun (Foto: Bakti Budaya Djarum Foundation)

Teater Koma Pentaskan Lagi Rumah Sakit Jiwa Setelah 35 Tahun (Foto: Bakti Budaya Djarum Foundation)

Dengarkabar.com – Teater Koma kembali menghadirkan Rumah Sakit Jiwa setelah 35 tahun sejak pementasan perdananya pada 1991. Produksi ke-237 kelompok teater tersebut akan berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Melalui pementasan ini, Teater Koma mengajak publik menyoroti kembali persoalan kemanusiaan, relasi kuasa, serta dinamika sosial yang dinilai masih relevan hingga sekarang.

Pementasan tersebut tidak sekadar menghidupkan kembali karya lama. Sebaliknya, Teater Koma ingin menghadirkan refleksi baru terhadap perubahan zaman dan tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.

Naskah Lama, Relevansi Baru

Sutradara Rumah Sakit Jiwa, Rangga Riantiarno, mengatakan naskah tersebut belum pernah dipentaskan lagi sejak 1991. Menurutnya, Teater Koma memiliki dua pilihan, yakni menghadirkan karya baru atau menghidupkan kembali naskah yang telah menjadi bagian penting perjalanan kelompok teater itu.

“Teater Koma punya dua pilihan, menghadirkan naskah baru atau sejarah kita sudah panjang dan bisa mementaskan kembali yang sudah pernah ada. Pentas pertama 1991 dan 2026 ini sangat kontras sekali ya, sudah 35 tahun berlalu,” kata Rangga saat jumpa pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Rangga menilai perubahan dunia selama tiga dekade terakhir justru membuat pesan dalam naskah itu semakin dekat dengan kondisi masyarakat masa kini. Karena itu, cerita yang ditulis almarhum Nano Riantiarno tetap memiliki daya relevansi bagi penonton lintas generasi.

Sebanyak lima pemain yang tampil pada pementasan tahun 1991 kembali naik ke panggung pada produksi tahun ini. Sementara itu, para pemain lainnya merupakan wajah-wajah baru yang ikut memperkuat pertunjukan.

Baca Juga :  Ottoman Empire: Kisah Kejayaan dan Keruntuhan Kekaisaran yang Mengubah Dunia

Perubahan Zaman Jadi Bagian Refleksi

Rangga menyoroti berbagai perubahan besar yang terjadi sejak awal 1990-an. Ia membandingkan kondisi dunia saat jumlah penduduk masih sekitar lima miliar dengan situasi sekarang yang telah mencapai sekitar delapan miliar jiwa.

Selain itu, perkembangan teknologi dan internet turut mengubah cara manusia menjalani kehidupan. Menurutnya, berbagai tekanan dari lingkungan sosial maupun dunia digital dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang.

“Tahun 1991 baru ada 5 miliar manusia, sekarang sudah ada 8 miliar. Dulu belum ada internet, sekarang sudah canggih-canggih. Gimana serangan dari dunia mempengaruhi keadaan psikis manusia jadi masuk ke Rumah Sakit Jiwa. Almarhum Pak Nano bisa kepikiran bikin naskah ini, wah zaman yang sekarang justru makin parah, bukan baik ya. Ada pasien RSJ yang korban judol, ada juga yang korban pileg juga,” ujarnya.

Kisah Dokter Muda yang Mengubah Sistem

Pertunjukan Rumah Sakit Jiwa mengisahkan Rogusta, seorang dokter baru yang bertugas di rumah sakit jiwa yang dipimpin Profesor Sidarita. Rogusta percaya pendekatan yang lebih manusiawi dan penuh persahabatan dapat membantu proses pemulihan para pasien.

Keyakinan tersebut mendorongnya menerapkan metode baru dalam pelayanan. Namun, langkah itu justru memicu benturan dengan sistem lama yang telah mengakar di rumah sakit tersebut.

Konflik kemudian berkembang menjadi perebutan pengaruh dan kekuasaan. Dari situ, cerita mengajak penonton melihat bagaimana perubahan sering kali berhadapan dengan kepentingan yang telah lama menguasai sebuah sistem.

Baca Juga :  5 Cara Menanam Bunga Telang di Rumah agar Rajin Berbunga

Menurut Rangga, pertunjukan ini juga mengundang publik untuk merenungkan kondisi masyarakat saat ini.

“Kami juga ingin mengajak penonton mempertanyakan, apakah benar dunia sedang berubah jadi sebuah ‘rumah sakit jiwa’,” katanya.

Menawarkan Pengalaman Teater yang Berbeda

Pementasan Rumah Sakit Jiwa mendapat dukungan dari Bakti Budaya Djarum Foundation. Kolaborasi tersebut diharapkan menghadirkan pilihan hiburan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan ruang refleksi bagi penonton.

Rangga menilai pengalaman menyaksikan teater secara langsung memiliki daya tarik yang sulit digantikan oleh bentuk hiburan lain. Penonton dapat merasakan emosi para pemain, menikmati perpaduan musik, tata artistik, hingga kostum yang membangun suasana pertunjukan secara utuh.

“Kami percaya pengalaman menonton teater pastinya berbeda dari hiburan lainnya. Rasanya bisa dialami secara langsung, emosi di atas panggung, dan gimana perubahan bisa terjadi dalam musik, kostum, dan artistik. Rasanya jadi satu pengalaman berbeda yang gak bisa dialami oleh pertunjukan lainnya,” pungkasnya.

Tiket Sudah Terjual 70 Persen

Antusiasme publik terhadap pementasan ini tergolong tinggi. Sekitar dua pekan sebelum pertunjukan dimulai, sekitar 70 persen tiket telah terjual.

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan Rumah Sakit Jiwa, tiket masih tersedia dengan harga mulai Rp100 ribu hingga Rp850 ribu. Pementasan ini menjadi kesempatan bagi penonton untuk kembali menikmati salah satu karya Teater Koma yang sarat kritik sosial sekaligus tetap relevan di tengah perubahan zaman.

 

Berita Terkait

5 Cara Menanam Bunga Telang di Rumah agar Rajin Berbunga
Monster Loch Ness hingga Yeti, Legenda Makhluk Misterius yang Menghasilkan Jutaan Dolar
5 Cara Membuat Rumah Lebih Terang Tanpa Menambah Banyak Lampu, Nomor 4 Sering Terlewat
3 Kartun Detektif Legendaris Era 90-an yang Bikin Kangen, Masih Ingat Semuanya?
5 Kesalahan Membersihkan Rumah yang Sering Dilakukan, Nomor 3 Bikin Kerja Dua Kali
5 Kota Kuno yang Tenggelam, Jejak Peradabannya Masih Bikin Penasaran
Rahasia Keluarga Spider-Man Terungkap, Dari Aunt May hingga Anak Peter Parker di Berbagai Semesta Marvel
9 Manfaat Bersepeda bagi Tubuh dan Mental, Bukan Sekadar Bikin Bugar
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:04 WIB

5 Cara Menanam Bunga Telang di Rumah agar Rajin Berbunga

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:08 WIB

Monster Loch Ness hingga Yeti, Legenda Makhluk Misterius yang Menghasilkan Jutaan Dolar

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:53 WIB

5 Cara Membuat Rumah Lebih Terang Tanpa Menambah Banyak Lampu, Nomor 4 Sering Terlewat

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:46 WIB

3 Kartun Detektif Legendaris Era 90-an yang Bikin Kangen, Masih Ingat Semuanya?

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:00 WIB

5 Kesalahan Membersihkan Rumah yang Sering Dilakukan, Nomor 3 Bikin Kerja Dua Kali

Berita Terbaru

Perhatikan sinar matahari, media tanam, dan perawatan agar bunga telang tumbuh subur.

Showbiz

5 Cara Menanam Bunga Telang di Rumah agar Rajin Berbunga

Kamis, 29 Okt 2026 - 16:04 WIB