Habib Ja’far Soroti Makna Islami di Lagu 33X Perunggu

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Habib Ja'far Soroti Makna Islami di Lagu 33X Perunggu  (Foto: Perunggu)

Habib Ja'far Soroti Makna Islami di Lagu 33X Perunggu (Foto: Perunggu)

Dengarkabar.com – Musisi indie Perunggu kembali menjadi sorotan setelah salah satu lagunya, 33X, mendapat perhatian dari pendakwah muda Habib Ja’far. Melalui unggahan di Instagram, Habib Ja’far mengungkapkan pandangannya mengenai makna yang terkandung dalam lagu tersebut dan menilai banyak pesan yang selaras dengan nilai-nilai Islam.

Lagu-lagu Perunggu selama ini kerap menjadi bahan diskusi publik karena liriknya dianggap memiliki makna mendalam. Tidak sedikit pendengar yang mengaitkan sejumlah pesan dalam karya band tersebut dengan ajaran agama, termasuk nilai-nilai yang tercantum dalam Al-Quran. Selain itu, Perunggu juga dikenal sering menyisipkan pengingat untuk tetap berada di jalan Tuhan melalui lirik yang disampaikan secara halus dan tidak menggurui.

Menangkap Pesan Khusyuk, Fitrah, dan Zuhud

Setelah menerima banyak rekomendasi dari warganet untuk mendengarkan karya Perunggu, Habib Ja’far akhirnya menyimak lagu 33X. Dari hasil pemahamannya, lagu tersebut memuat sejumlah pesan yang menurutnya sejalan dengan prinsip-prinsip Islam.

“Maknanya, dari judul lagu 33X ini ada banyak pesan yang diperjuangkan oleh agama Islam. Pertama pesan khusyuk, yaitu fokus kepada tujuan dan jangan terdistraksi. Yang kedua, pesan fitrah, yaitu memanusiakan manusia lain dan khususnya diri kita sendiri, jangan sampai berlebihan yang bisa menyiksa dan membahayakan diri kita sendiri. Kemudian juga ada pesan tentang zuhud, menomor satukan apa yang memang seharusnya nomor satu, dan tidak menomorsatukan apa yang bukan seharusnya nomor satu,” ujar Habib Ja’far dalam unggahannya di Instagram.

Baca Juga :  Lee Jun Ho Berpeluang Bintangi Drama Fantasi Romantis Embassy for Foreign Monsters in Korea

Menurutnya, nilai-nilai tersebut relevan dengan kehidupan sehari-hari, terutama di tengah berbagai distraksi yang kerap membuat seseorang kehilangan fokus terhadap tujuan hidup dan nilai spiritual yang diyakininya.

Reff Lagu Dinilai Mengingatkan pada Dzikir

Tidak berhenti pada interpretasi umum, Habib Ja’far juga mengulas bagian demi bagian lirik lagu 33X. Ia bahkan menghubungkannya dengan sejumlah doa yang diajarkan dalam Islam.

Menurut Habib Ja’far, bagian reff lagu menjadi puncak pesan spiritual yang ingin disampaikan. Ia menilai judul 33X memiliki keterkaitan dengan jumlah dzikir yang umum diamalkan umat Islam.

“Dan puncaknya pada reff-nya, yaitu tentang dzikir kepada Tuhan yang maha kuasa. Persis seperti judulnya, 33X yang mengingatkan gue pada jumlah dzikir pada umumnya. Di mana di reff-nya itu disebutkan ‘sebutlah nama-Nya, tetap di jalan-Nya, kelak kau mengingat, kau akan teringat’, ini mengingatkan gue kepada salah satu doa agung Nabi Muhammad yang diajarkan kepada kita.”

Pandangan tersebut semakin memperkuat anggapan sebagian pendengar bahwa karya Perunggu tidak hanya menawarkan pengalaman musikal, tetapi juga ruang refleksi yang dapat dimaknai secara spiritual.

Baca Juga :  James Gunn Puji The Furious, Film Joe Taslim Raih Respons Positif

Musik Bisa Menjadi Media Dakwah

Dalam kesempatan yang sama, Habib Ja’far turut menanggapi pandangan yang masih menganggap musik sebagai sesuatu yang sepenuhnya negatif atau bahkan haram. Ia menilai anggapan tersebut perlu dilihat secara lebih proporsional.

Bagi Habib Ja’far, lagu 33X menjadi contoh bahwa musik dapat menghadirkan pesan positif, mengajak pendengarnya mengingat Tuhan, hingga menjadi sarana dakwah yang efektif. Selain itu, musik juga sering digunakan banyak orang untuk memperoleh ketenangan batin.

“Kita pendakwah sering sekali salah paham dan mengganggap musik itu seolah-olah semuanya salah. Padahal Al Farobi, salah satu filusuf muslim terbesar pada zamannya menulis satu buku berjudul Kitab Al Musiqa Al Kabir, kitab besar tentang musik yang mengajarkan kepada kita bahwa tidak semua musik buruk, dan musik tidak selalu haram. Bahkan bisa jadi, ceramah yang penuh provokasi dan kebencian, itulah yang haram,” papar Habib Ja’far.

Pernyataan tersebut kembali membuka ruang diskusi mengenai hubungan antara musik dan dakwah. Di sisi lain, apresiasi Habib Ja’far terhadap lagu 33X menunjukkan bahwa karya musik dapat menjadi medium penyampaian pesan moral dan spiritual yang diterima oleh beragam kalangan pendengar. (LLN/*)

Berita Terkait

Chae Won Bin Resmi Bergabung di Moving 2 Disney+
Drama Korea Rating Tertinggi Juni 2026, Favorit Penonton Lokal Korea Selatan
7 Film Terpopuler di Netflix Indonesia Pekan Ini, Horor Kuasai Puncak Klasemen
Review Toy Story 5: Ketika Mainan Berhadapan dengan Dunia Digital
Toy Story 6 Berpotensi Lanjutkan Kisah Bonnie, Andrew Stanton Buka Suara
Teach You A Lesson Bertahan di Puncak Netflix Global
Whale Star Hadirkan Kisah Mermaid di Tengah Perjuangan Kemerdekaan Korea
Review Toy Story 5, Perjuangan Jessie Melawan Dominasi Gawai
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 00:12 WIB

Chae Won Bin Resmi Bergabung di Moving 2 Disney+

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:13 WIB

Habib Ja’far Soroti Makna Islami di Lagu 33X Perunggu

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:10 WIB

Drama Korea Rating Tertinggi Juni 2026, Favorit Penonton Lokal Korea Selatan

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:09 WIB

Review Toy Story 5: Ketika Mainan Berhadapan dengan Dunia Digital

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:01 WIB

Toy Story 6 Berpotensi Lanjutkan Kisah Bonnie, Andrew Stanton Buka Suara

Berita Terbaru

Chae Won Bin Resmi Bergabung di Moving 2 Disney+ (Foto: Dok. MBC Drama Instagram)

Showbiz

Chae Won Bin Resmi Bergabung di Moving 2 Disney+

Sabtu, 20 Jun 2026 - 00:12 WIB

Habib Ja'far Soroti Makna Islami di Lagu 33X Perunggu  (Foto: Perunggu)

Showbiz

Habib Ja’far Soroti Makna Islami di Lagu 33X Perunggu

Jumat, 19 Jun 2026 - 22:13 WIB