Elon Musk Prediksi Uang Akan Digantikan Massa dan Energi

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Elon Musk Prediksi Uang Akan Digantikan Massa dan Energi (Foto: Business Insider)

Elon Musk Prediksi Uang Akan Digantikan Massa dan Energi (Foto: Business Insider)

Dengarkabar.com – Elon Musk kembali melontarkan pandangan futuristis mengenai masa depan peradaban manusia. Pendiri SpaceX dan Tesla itu meyakini bahwa uang konvensional pada akhirnya tidak lagi menjadi alat tukar utama. Menurutnya, peran tersebut akan digantikan oleh dua sumber daya yang lebih fundamental, yakni massa dan energi.

Pernyataan itu disampaikan Musk saat berdiskusi mengenai pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan pemanfaatan sumber daya luar angkasa melalui platform X. Ia menegaskan bahwa pengembangan infrastruktur manufaktur di luar Bumi menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung kebutuhan komputasi AI yang terus meningkat.

AI dan Energi Matahari Jadi Fokus Utama

Diskusi bermula ketika pengguna X bernama James Stephenson mempertanyakan apakah orbit Bumi mampu menyediakan energi matahari dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan pengembangan AI di masa depan.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Musk menjelaskan bahwa pencapaian target besar dalam bidang AI kemungkinan memerlukan pembangunan fasilitas industri di Bulan. Menurutnya, panel surya dan sistem radiator dapat diproduksi di permukaan Bulan, kemudian dikirim ke luar angkasa menggunakan teknologi peluncuran berbasis penggerak massa.

Baca Juga :  Bupati Kuansing dan Sekda Tiba di KPK setelah Sempat Dicari Penyidik

“Ini akan membutuhkan pembuatan panel surya & radiator di Bulan dan meluncurkannya ke luar angkasa dengan penggerak massa,” tulis Musk.

Namun, ia menambahkan bahwa sebelum skenario tersebut terwujud, sistem ekonomi yang dikenal saat ini kemungkinan sudah mengalami perubahan besar.

“Massa & energi akan menggantikan uang,” ujar Musk.

Uang Dinilai Tak Lagi Relevan

Bukan kali ini saja Musk menyampaikan pandangan bahwa uang dapat kehilangan relevansinya di masa depan. Dalam sejumlah kesempatan sebelumnya, ia juga pernah menyinggung kemungkinan munculnya sistem ekonomi baru yang lebih berorientasi pada akses terhadap sumber daya dibandingkan kepemilikan uang.

Pandangan tersebut berangkat dari keyakinannya bahwa kemajuan teknologi, otomatisasi, kecerdasan buatan, dan pemanfaatan energi dalam skala besar akan mengubah cara manusia memproduksi serta mendistribusikan kebutuhan hidup.

Dalam konsep tersebut, ketersediaan energi dan kemampuan mengelola material atau massa dapat menjadi faktor yang lebih berharga dibandingkan alat tukar tradisional.

Kekayaan Musk Terus Melonjak

Menariknya, prediksi tentang berkurangnya peran uang datang dari sosok yang saat ini memegang gelar orang terkaya di dunia.

Kekayaan Musk dilaporkan mencapai USD 1,3 triliun, menjadikannya manusia pertama yang menembus status triliuner. Nilai kekayaan tersebut bahkan melampaui gabungan harta sejumlah miliarder dunia, termasuk pendiri Amazon, Jeff Bezos.

Baca Juga :  Jejak Insinyur Indonesia di Balik Potensi Marvell Tembus US$1 Triliun

Lonjakan kekayaan itu turut didorong oleh keberhasilan IPO SpaceX serta penguatan nilai saham berbagai perusahaan yang berada di bawah kendalinya.

SpaceX Lampaui Raksasa Teknologi

Keberhasilan SpaceX di pasar modal menjadi salah satu faktor utama yang memperkuat posisi Musk di puncak daftar orang terkaya dunia.

Setelah melantai di bursa, kapitalisasi pasar SpaceX disebut telah melampaui sejumlah perusahaan teknologi terbesar dunia, termasuk Microsoft dan Amazon. Pencapaian tersebut memperlihatkan besarnya kepercayaan investor terhadap prospek industri antariksa, teknologi AI, dan inovasi yang dikembangkan perusahaan tersebut.

Bagi Musk, masa depan tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi konvensional, tetapi juga oleh kemampuan manusia memanfaatkan energi dalam jumlah besar dan mengolah sumber daya di luar Bumi. Karena itu, ia meyakini bahwa konsep nilai ekonomi pada akhirnya akan bergeser dari uang menuju penguasaan massa dan energi sebagai aset paling penting bagi peradaban masa depan. (LLN/*)

Berita Terkait

Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi
Pertalite Berpotensi Tak Lagi Bisa Dibeli Orang Kaya, Pemerintah Siapkan Pembatasan
Sering Bayar Ongkir 1 Kg? Ternyata Banyak Paket Belanja Online Beratnya Tak Sampai 300 Gram
Profesi Bergaji Tinggi Kini Terancam PHK
Segini harga asli Pertalite hingga LPG 3 kg jika tak disubsidi
PPATK Catat Lonjakan Transaksi Judi Online Selama Piala Dunia 2026
Revisi UU Hak Cipta Bakal Atur AI dan Kompensasi bagi Penerbit Berita
NotebookLM Resmi Berganti Nama Menjadi Gemini Notebook
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:15 WIB

Pertalite Berpotensi Tak Lagi Bisa Dibeli Orang Kaya, Pemerintah Siapkan Pembatasan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Sering Bayar Ongkir 1 Kg? Ternyata Banyak Paket Belanja Online Beratnya Tak Sampai 300 Gram

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Profesi Bergaji Tinggi Kini Terancam PHK

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:43 WIB

Segini harga asli Pertalite hingga LPG 3 kg jika tak disubsidi

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB