Dengarkabar.com – Elon Musk kembali melontarkan pandangan futuristis mengenai masa depan peradaban manusia. Pendiri SpaceX dan Tesla itu meyakini bahwa uang konvensional pada akhirnya tidak lagi menjadi alat tukar utama. Menurutnya, peran tersebut akan digantikan oleh dua sumber daya yang lebih fundamental, yakni massa dan energi.
Pernyataan itu disampaikan Musk saat berdiskusi mengenai pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan pemanfaatan sumber daya luar angkasa melalui platform X. Ia menegaskan bahwa pengembangan infrastruktur manufaktur di luar Bumi menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung kebutuhan komputasi AI yang terus meningkat.
AI dan Energi Matahari Jadi Fokus Utama
Diskusi bermula ketika pengguna X bernama James Stephenson mempertanyakan apakah orbit Bumi mampu menyediakan energi matahari dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan pengembangan AI di masa depan.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Musk menjelaskan bahwa pencapaian target besar dalam bidang AI kemungkinan memerlukan pembangunan fasilitas industri di Bulan. Menurutnya, panel surya dan sistem radiator dapat diproduksi di permukaan Bulan, kemudian dikirim ke luar angkasa menggunakan teknologi peluncuran berbasis penggerak massa.
“Ini akan membutuhkan pembuatan panel surya & radiator di Bulan dan meluncurkannya ke luar angkasa dengan penggerak massa,” tulis Musk.
Namun, ia menambahkan bahwa sebelum skenario tersebut terwujud, sistem ekonomi yang dikenal saat ini kemungkinan sudah mengalami perubahan besar.
“Massa & energi akan menggantikan uang,” ujar Musk.
Uang Dinilai Tak Lagi Relevan
Bukan kali ini saja Musk menyampaikan pandangan bahwa uang dapat kehilangan relevansinya di masa depan. Dalam sejumlah kesempatan sebelumnya, ia juga pernah menyinggung kemungkinan munculnya sistem ekonomi baru yang lebih berorientasi pada akses terhadap sumber daya dibandingkan kepemilikan uang.
Pandangan tersebut berangkat dari keyakinannya bahwa kemajuan teknologi, otomatisasi, kecerdasan buatan, dan pemanfaatan energi dalam skala besar akan mengubah cara manusia memproduksi serta mendistribusikan kebutuhan hidup.
Dalam konsep tersebut, ketersediaan energi dan kemampuan mengelola material atau massa dapat menjadi faktor yang lebih berharga dibandingkan alat tukar tradisional.
Kekayaan Musk Terus Melonjak
Menariknya, prediksi tentang berkurangnya peran uang datang dari sosok yang saat ini memegang gelar orang terkaya di dunia.
Kekayaan Musk dilaporkan mencapai USD 1,3 triliun, menjadikannya manusia pertama yang menembus status triliuner. Nilai kekayaan tersebut bahkan melampaui gabungan harta sejumlah miliarder dunia, termasuk pendiri Amazon, Jeff Bezos.
Lonjakan kekayaan itu turut didorong oleh keberhasilan IPO SpaceX serta penguatan nilai saham berbagai perusahaan yang berada di bawah kendalinya.
SpaceX Lampaui Raksasa Teknologi
Keberhasilan SpaceX di pasar modal menjadi salah satu faktor utama yang memperkuat posisi Musk di puncak daftar orang terkaya dunia.
Setelah melantai di bursa, kapitalisasi pasar SpaceX disebut telah melampaui sejumlah perusahaan teknologi terbesar dunia, termasuk Microsoft dan Amazon. Pencapaian tersebut memperlihatkan besarnya kepercayaan investor terhadap prospek industri antariksa, teknologi AI, dan inovasi yang dikembangkan perusahaan tersebut.
Bagi Musk, masa depan tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi konvensional, tetapi juga oleh kemampuan manusia memanfaatkan energi dalam jumlah besar dan mengolah sumber daya di luar Bumi. Karena itu, ia meyakini bahwa konsep nilai ekonomi pada akhirnya akan bergeser dari uang menuju penguasaan massa dan energi sebagai aset paling penting bagi peradaban masa depan. (LLN/*)










Komentar