Dengarkabar.com – FIFA resmi menunjuk Ismail Elfath sebagai wasit yang memimpin laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina. Penunjukan tersebut kembali menempatkan pengadil asal Amerika Serikat berdarah Maroko itu dalam salah satu pertandingan terbesar di turnamen.
Sepanjang Piala Dunia 2026, Elfath telah memimpin tiga pertandingan. Ia mengawal laga Belanda melawan Jepang, Spanyol kontra Uruguay pada fase grup, serta duel Brasil menghadapi Norwegia di babak 16 besar. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pertimbangan FIFA sebelum mempercayakan partai semifinal kepadanya.
Selama tiga pertandingan itu, Elfath mengeluarkan sembilan kartu. Rinciannya terdiri atas delapan kartu kuning dan satu kartu merah yang diterima Agustin Canobbio setelah melakukan tekel terhadap Pau Cubarsi pada pertandingan Spanyol melawan Uruguay.
Sejumlah Keputusan Jadi Sorotan
Meski kartu merah untuk Canobbio dinilai sesuai aturan, Elfath tetap mendapat perhatian media Spanyol. Ia dianggap terlalu ringan karena hanya memberikan kartu kuning kepada Nicolas de la Cruz usai pelanggaran terhadap Nico Williams.
Akibat pelanggaran tersebut, winger Athletic Bilbao itu harus absen dalam dua pertandingan berikutnya. Keputusan itu memicu perdebatan meski tidak mengubah hasil pertandingan.
Sorotan juga muncul ketika Elfath memimpin laga Brasil melawan Norwegia. Pada babak pertama, ia sempat membiarkan permainan berlanjut saat Kristoffer Ajer melanggar Matheus Cunha di dalam kotak penalti.
Namun, setelah mendapat tinjauan dari Video Assistant Referee (VAR), ia mengubah keputusannya dan menunjuk titik putih. Bruno Guimaraes yang menjadi eksekutor gagal memanfaatkan peluang tersebut.
Menjelang akhir pertandingan, Elfath kembali menghadiahkan penalti kepada Brasil setelah Leo Ostigard melakukan pelanggaran terhadap Casemiro. Kali ini Neymar sukses menjalankan tugasnya sebagai algojo.
Berawal dari Maroko hingga Menjadi Wasit FIFA
Ismail Elfath lahir di Maroko sebelum pindah ke Amerika Serikat pada 2001 untuk melanjutkan pendidikan. Setelah menetap di Negeri Paman Sam, ia kemudian memperoleh kewarganegaraan Amerika Serikat.
Kariernya di dunia perwasitan mulai berkembang pada 2011 saat bergabung dengan Major League Soccer (MLS). Ia lebih dulu bertugas sebagai ofisial keempat sebelum dipromosikan menjadi wasit utama pada 2012.
Empat tahun kemudian, Elfath mengantongi lisensi wasit FIFA. Namanya juga tercatat dalam sejarah karena menjadi wasit pada pertandingan uji coba penggunaan VAR pertama di dunia saat New York Red Bulls II menghadapi Orlando City B.
Langganan Turnamen Bergengsi
Karier internasional Elfath terus berkembang. Ia dipercaya memimpin pertandingan di Piala Dunia U-20 2019, Olimpiade Tokyo 2020, Piala Emas Concacaf edisi 2019 dan 2021, hingga Copa America 2024.
Puncak kariernya datang ketika tampil sebagai wasit di Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu, ia memimpin laga Portugal melawan Ghana, Kamerun menghadapi Brasil, serta Jepang kontra Kroasia pada babak 16 besar.
Salah satu momen yang paling diingat terjadi saat pertandingan Kamerun melawan Brasil. Elfath mengeluarkan kartu merah kepada Vincent Aboubakar setelah sang penyerang merayakan gol dengan melepas jersey.
Aboubakar sebenarnya menerima kartu kuning kedua akibat selebrasi tersebut. Sebelum mengeluarkan kartu merah, Elfath sempat berjabat tangan dengan pemain Kamerun itu.
Pernah Bertugas di Final Piala Dunia
Pada final Piala Dunia 2022 antara Argentina dan Prancis, Elfath mendapat kepercayaan sebagai ofisial keempat. Bersama tiga rekannya, ia menjadi bagian dari tim wasit asal Amerika Serikat pertama yang bertugas pada partai puncak Piala Dunia.
Sebelumnya, Elfath juga pernah memimpin pertandingan Argentina melawan Spanyol di Olimpiade Tokyo 2020. Dalam laga itu tampil Facundo Medina dan Alexis Mac Allister, dua pemain yang kini kembali berlaga di Piala Dunia 2026.
Pengalamannya di MLS juga membuat Elfath tidak asing dengan Lionel Messi. Ia pernah menjadi wasit final Leagues Cup 2023 ketika Inter Miami, yang diperkuat Messi, menjuarai turnamen setelah mengalahkan Nashville melalui adu penalti.
Dengan rekam jejak di berbagai turnamen besar dan pengalaman memimpin sejumlah laga penting, Ismail Elfath kini mengemban tugas besar untuk memastikan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina berjalan adil serta sesuai regulasi.










Komentar