Petisi Larangan Argentina di Piala Dunia

- Jurnalis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tanggapi Petisi Larangan Argentina di Piala Dunia (Foto:  Dok. FIFA)

Tanggapi Petisi Larangan Argentina di Piala Dunia (Foto: Dok. FIFA)

Dengarkabar.com – Presiden Argentina Javier Milei angkat bicara setelah muncul petisi daring yang mendesak FIFA melarang tim nasional Argentina tampil di Piala Dunia pada edisi mendatang. Petisi itu mencuat di tengah polemik yang mengiringi perjalanan Argentina sepanjang Piala Dunia 2026.

Mengutip Givemesport, Sabtu (25/7/2026), petisi tersebut diklaim telah mengumpulkan lebih dari 23 juta tanda tangan. Gelombang dukungan itu muncul seiring meningkatnya perdebatan mengenai sejumlah keputusan pertandingan yang melibatkan Argentina.

Kontroversi Perjalanan Argentina

Perdebatan bermula dari sorotan terhadap keputusan wasit dan performa tim asuhan Lionel Scaloni selama turnamen berlangsung. Sejumlah pendukung sepak bola kemudian mempertanyakan jalannya kompetisi.

Sebagian pihak menuding FIFA dan perangkat pertandingan menunjukkan keberpihakan kepada Argentina serta Lionel Messi. Dugaan itu memicu berbagai diskusi di media sosial dan sejumlah platform daring.

Meski demikian, FIFA sebelumnya telah membantah tudingan adanya kecurangan dalam penyelenggaraan Piala Dunia. Hingga kini, badan sepak bola dunia itu juga belum mengeluarkan keputusan terkait tuntutan untuk melarang Argentina mengikuti turnamen mendatang.

Petisi tersebut menyebut dugaan adanya bias terhadap Argentina. Para penggagasnya meminta FIFA mencoret Argentina dari Piala Dunia demi menciptakan kompetisi yang mereka anggap lebih adil.

Baca Juga :  Sustainable Tourism in Bali: Balancing Preservation and Growth

Respons Javier Milei

Milei memilih merespons isu tersebut melalui media sosial. Menurutnya, kritik yang diarahkan kepada Argentina muncul karena negaranya terus menjadi perhatian dunia.

“Masalah dengan Argentina adalah kita menonjol. Kita tidak luput dari perhatian, orang-orang iri kepada kita, dan kita hebat dalam hampir segala hal. Maaf, tapi seseorang harus mengatakannya,” tulis Milei.

Dalam unggahan lainnya, Milei kembali menunjukkan dukungan kepada tim nasional Argentina. Ia mengunggah gambar dirinya mengenakan atribut timnas disertai pesan bernuansa nasionalisme.

Muncul Petisi Ulang Final

Kontroversi tidak berhenti setelah turnamen berakhir. Seusai final Piala Dunia 2026, muncul petisi lain yang meminta FIFA menggelar ulang laga final antara Argentina dan Spanyol.

Penggagas petisi menilai keputusan wasit asal Slovakia, Slavko Vincic, beserta timnya memengaruhi hasil pertandingan. Mereka mengajukan permintaan tersebut kepada FIFA dengan alasan menjaga prinsip keadilan dalam sepak bola.

Petisi itu disebut telah memperoleh hampir 100.000 tanda tangan. Namun, hingga saat ini FIFA belum memberikan keputusan resmi terkait permintaan tersebut.

Baca Juga :  Gowes Kembali Ramai di Padang, Komunitas Sepeda Dorong Gaya Hidup Sehat

AFA Akui Keunggulan Spanyol

Berbeda dengan polemik yang berkembang di media sosial, Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio Tapia, memilih menerima hasil pertandingan.

Tapia mengakui Spanyol tampil lebih baik dan layak meraih kemenangan di partai final.

“Kami tidak mampu melewati Spanyol. Kami tidak bisa mengalahkan Spanyol. Mereka lebih unggul, mereka menang dengan adil, dan kami harus mengakui itu,” kata Tapia.

Ia menegaskan bahwa menerima kekalahan merupakan bagian dari nilai sportivitas dalam olahraga.

“Dalam olahraga, Anda juga belajar dengan menerima kekalahan dengan keanggunan yang sama seperti saat Anda merayakan kemenangan. Ya, kami kalah di final,” ujarnya.

Tapia juga mengingatkan bahwa perjalanan Argentina sepanjang turnamen tetap menjadi pencapaian yang membanggakan. Menurutnya, tim nasional telah memberikan kebahagiaan kepada masyarakat meski gagal mengangkat trofi juara.

Sampai sekarang, kontroversi mengenai keputusan wasit dan berbagai petisi yang berkaitan dengan Argentina masih menjadi perbincangan di kalangan penggemar sepak bola. Sementara itu, FIFA belum mengumumkan langkah resmi terkait tuntutan larangan bagi Argentina maupun permintaan mengulang final Piala Dunia 2026.

Berita Terkait

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan
Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem
Gletser Himalaya Runtuh, Banjir Dahsyat Tewaskan 160 Orang
Anna Bonus dan Misteri Kutukan yang Konon Bisa Membunuh dari Jarak Jauh
Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare
Liao Dan, “Penipu Paling Setia” di China: Menipu Demi Menyelamatkan Istri
Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Tutup 591 Sekolah di Sarawak
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Gletser Himalaya Runtuh, Banjir Dahsyat Tewaskan 160 Orang

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:15 WIB

Anna Bonus dan Misteri Kutukan yang Konon Bisa Membunuh dari Jarak Jauh

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:15 WIB

Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB