Sering Bayar Ongkir 1 Kg? Ternyata Banyak Paket Belanja Online Beratnya Tak Sampai 300 Gram

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sering Bayar Ongkir 1 Kg? Ternyata Banyak Paket Belanja Online Beratnya Tak Sampai 300 Gram (Foto: Ilsutrasi Ai)

Sering Bayar Ongkir 1 Kg? Ternyata Banyak Paket Belanja Online Beratnya Tak Sampai 300 Gram (Foto: Ilsutrasi Ai)

Dengarkabar.com melaporkan perubahan kebiasaan belanja online yang terus berkembang di Indonesia. Masyarakat kini membeli berbagai kebutuhan hanya melalui ponsel. Mereka memilih cara tersebut karena lebih praktis, cepat, dan menawarkan banyak pilihan produk. Selain itu, produk seperti skincare, aksesori fesyen, perlengkapan gadget, hingga buku semakin mudah ditemukan melalui berbagai platform digital.

Namun, banyak pembeli belum mengetahui berat sebenarnya dari barang yang mereka pesan. Padahal, sebagian besar produk sehari-hari memiliki bobot di bawah 300 gram. Meski demikian, pelanggan masih sering membayar ongkos kirim dengan tarif minimum satu kilogram. Akibatnya, sebagian konsumen merasa biaya pengiriman belum sesuai dengan berat paket yang diterima.

Selain mempertimbangkan harga produk, konsumen juga mulai memperhatikan biaya pengiriman. Jika mengetahui berat paket sejak awal, pelanggan dapat memilih layanan yang lebih sesuai. Dengan begitu, mereka berpeluang menghemat ongkos kirim tanpa mengurangi kualitas pengiriman. Karena itu, pemahaman mengenai berat barang menjadi semakin penting saat berbelanja online.

Tren Paket Ringan Terus Meningkat

Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto, menyatakan tren belanja online kini didominasi paket berbobot ringan. Menurutnya, kondisi tersebut mendorong kebutuhan layanan logistik yang lebih relevan. Oleh sebab itu, Lion Parcel menghadirkan layanan baru bernama Minipack untuk paket di bawah 300 gram. Layanan tersebut bertujuan memberi pilihan ongkos kirim yang lebih efisien bagi pelanggan.

Baca Juga :  Balap Liar di Jalan Naga Sakti Dibubarkan Warga dan TNI

“Pengiriman paket ringan meningkat, namun banyak pelanggan mengeluh karena bayar ongkirnya tetap untuk 1 kilogram yang dirasa kurang efisien, bahkan beberapa pelanggan menyebutnya ‘bayar angin’. Melihat kebutuhan tersebut, Lion Parcel menghadirkan layanan baru bernama Minipack khusus untuk pengiriman paket ringan di bawah 300 gram,” ujar Kenny.

Data internal Lion Parcel menunjukkan banyak barang memiliki berat kurang dari 300 gram. Dokumen, buku saku, hijab, kaus kaki, serta aksesori seperti gelang dan anting termasuk kategori tersebut. Selain itu, berbagai produk kecantikan, seperti serum, sunscreen, dan lipstik juga memiliki bobot ringan. Karena itulah, layanan khusus paket ringan dinilai semakin relevan.

Kebiasaan Belanja Ikut Berubah

Saat ini, masyarakat semakin sering membeli produk dalam jumlah satuan. Misalnya, seseorang cukup membeli satu botol sunscreen ketika persediaan habis. Selain itu, banyak pelanggan hanya membeli charger, kabel data, atau casing ponsel sesuai kebutuhan. Kebiasaan tersebut membuat jumlah pengiriman paket ringan terus meningkat.

Menurut Kenny, masyarakat perlu memahami karakteristik barang sebelum memilih layanan pengiriman. Dengan begitu, pelanggan dapat menentukan layanan yang paling sesuai. Langkah tersebut juga membantu konsumen menghemat biaya kirim. Selain itu, pelanggan tetap memperoleh kualitas layanan yang baik.

Baca Juga :  Gempa M6,1 di Maluku Utara Dipastikan Tak Berpotensi Tsunami

“Kami ingin masyarakat semakin sadar bahwa banyak produk yang dibeli sehari-hari sebenarnya masuk kategori paket ringan. Dengan memilih layanan yang sesuai seperti MINIPACK, pelanggan bisa menikmati ongkos kirim yang lebih efisien,” katanya.

Saat memilih jasa pengiriman, konsumen kini tidak hanya melihat biaya. Mereka juga mempertimbangkan kecepatan, keamanan, dan transparansi selama proses pengiriman. Karena itu, penyedia layanan logistik harus menghadirkan solusi yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan. Pengalaman pengiriman yang nyaman menjadi nilai tambah bagi pengguna.

“Tren belanja produk beauty dan personal care saat ini didominasi pembelian dalam jumlah satuan, sehingga bobot paketnya relatif ringan. Untuk kebutuhan seperti ini, Minipack Lion Parcel dapat menjadi pilihan karena menawarkan ongkir lebih hemat tanpa mengurangi kualitas layanan, karena kecepatan pengiriman yang setara dengan layanan reguler,” jelas Kenny.

Perubahan pola belanja membuat layanan logistik harus terus menyesuaikan diri. Kini, konsumen tidak hanya mengejar kecepatan pengiriman. Mereka juga menginginkan tarif yang lebih sesuai dengan berat barang. Oleh karena itu, memahami bobot paket sebelum berbelanja atau mengirim barang menjadi langkah sederhana yang membantu pelanggan memilih layanan paling efisien. (LN/*)

Berita Terkait

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan
Gowes Kembali Ramai di Padang, Komunitas Sepeda Dorong Gaya Hidup Sehat
Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem
Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare
Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi
Sungai Barito Mengering seperti Gurun
Hotspot Karhutla di Tiga Provinsi Kalimantan Melonjak 4,75 Kali Lipat
Gletser Puncak Jaya Tinggal 2 Persen, Diperkirakan Hilang pada 2026-2027
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Gowes Kembali Ramai di Padang, Komunitas Sepeda Dorong Gaya Hidup Sehat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:15 WIB

Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB