Laba BTN Meroket 54 Persen Jadi Rp1,85 Triliun Mei 2026

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Laba BTN Meroket 54 Persen Jadi Rp1,85 Triliun Mei 2026 (Foto: BTN/medcom)

Laba BTN Meroket 54 Persen Jadi Rp1,85 Triliun Mei 2026 (Foto: BTN/medcom)

Dengarkabar.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,85 triliun hingga Mei 2026. Perolehan tersebut melonjak 54,37 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) ketimbang periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp1,19 triliun.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan bahwa capaian ini membuktikan daya tahan fundamental bisnis perseroan. Ekosistem perbankan tetap kokoh meski situasi ekonomi global saat ini masih menghadapi berbagai tantangan.

Menurut Nixon, sektor perumahan yang menjadi fokus utama pembiayaan perusahaan masih menyimpan potensi pertumbuhan yang sangat besar. Faktor utamanya karena rumah merupakan kebutuhan primer masyarakat yang selalu tinggi peminat.

“Rumah bukan hanya di pandang sebagai instrumen investasi, tetapi kebutuhan dasar masyarakat. Selama kebutuhan hunian layak masih tinggi, permintaan pembiayaan perumahan juga akan terus tumbuh,” kata Nixon dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga :  Asus ROG Zephyrus Duo Meluncur di Indonesia, Hadirkan Dua Layar OLED dan Performa AI Kelas Atas

Manajemen menegaskan komitmen perusahaan untuk memperkuat ekosistem perumahan nasional. Langkah tersebut akan berjalan melalui transformasi bisnis serta pengembangan layanan keuangan yang lebih terintegrasi.

Kenaikan laba bersih BTN Mei 2026 mengalir dari pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang menyentuh Rp7,11 triliun. Angka ini meningkat 14,97 persen yoy dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,18 triliun.

Fungsi intermediasi perusahaan juga menunjukkan ekspansi yang positif. Total penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasi BTN menembus Rp403,06 triliun, tumbuh 9,97 persen yoy dari posisi Mei 2025 yang tercatat sebesar Rp366,52 triliun.

Pertumbuhan ini sejalan dengan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang naik 9,11 persen secara tahunan. Volume DPK bergerak naik menjadi Rp434,03 triliun dari posisi Rp397,78 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga :  Harga Emas Antam 24 Karat Tak Bergerak, Buyback Tetap Rp 2,5 Juta

Aspek profitabilitas operasional perseroan mencatat lompatan signifikan. BTN mendulang laba operasional konsolidasi sebesar Rp2,39 triliun, atau melesat 58,37 persen yoy dari posisi Rp1,51 triliun pada Mei 2025.

Efisiensi operasional perusahaan ikut menunjukkan perbaikan performa. Pendapatan operasional sebelum pencadangan atau pre provision operating profit (PPOP) BTN Group bertengger di angka Rp3,73 triliun, naik 12,56 persen dari capaian tahun sebelumnya sebesar Rp3,31 triliun.

Rentetan data keuangan ini menegaskan bahwa permintaan pembiayaan perumahan tetap menjadi motor pertumbuhan industri perbankan nasional. Sektor properti terbukti tangguh menghadapi ketidakpastian global dan dinamika suku bunga saat ini. (Wd/*)

Berita Terkait

Pertalite Berpotensi Tak Lagi Bisa Dibeli Orang Kaya, Pemerintah Siapkan Pembatasan
Sering Bayar Ongkir 1 Kg? Ternyata Banyak Paket Belanja Online Beratnya Tak Sampai 300 Gram
Profesi Bergaji Tinggi Kini Terancam PHK
Segini harga asli Pertalite hingga LPG 3 kg jika tak disubsidi
PPATK Catat Lonjakan Transaksi Judi Online Selama Piala Dunia 2026
Ekspor Kopi Kerinci Tembus Pakistan, Target Rp18 Miliar
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.614.000 per Gram
Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah, Ini Rincian Resminya
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:15 WIB

Pertalite Berpotensi Tak Lagi Bisa Dibeli Orang Kaya, Pemerintah Siapkan Pembatasan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Sering Bayar Ongkir 1 Kg? Ternyata Banyak Paket Belanja Online Beratnya Tak Sampai 300 Gram

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Profesi Bergaji Tinggi Kini Terancam PHK

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:43 WIB

Segini harga asli Pertalite hingga LPG 3 kg jika tak disubsidi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:33 WIB

PPATK Catat Lonjakan Transaksi Judi Online Selama Piala Dunia 2026

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB