Pertamina Ungkap Proses Menjaga Kualitas BBM Ramah Lingkungan

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 15:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pertamina Ungkap Proses Menjaga Kualitas BBM Ramah Lingkungan (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Pertamina Ungkap Proses Menjaga Kualitas BBM Ramah Lingkungan (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Dengarkabar.com – PT Pertamina Patra Niaga memastikan seluruh produk bahan bakar minyak (BBM), mulai dari bensin, solar, hingga avtur, memiliki kualitas yang seragam sesuai standar yang telah ditetapkan. Untuk menjaga mutu tersebut, perusahaan menerapkan pengawasan menyeluruh sejak tahap pengolahan di kilang, pengujian laboratorium, hingga proses distribusi kepada konsumen.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan salah satu upaya utama dalam menjaga kualitas BBM adalah melalui pengelolaan impurities atau zat pengotor yang secara alami terkandung dalam minyak mentah (crude oil).

Menurutnya, proses ini bertujuan mengurangi kandungan zat pengotor yang berpotensi mengganggu proses pengolahan di kilang sekaligus memengaruhi kualitas produk akhir yang diterima masyarakat.

“Proses ini mencegah agar zat-zat tersebut tidak mengontaminasi minyak mentah dan menghambat kinerja kilang sehingga produk kilang tetap terjaga kualitasnya,” ujar Roberth.

Mengelola Zat Pengotor untuk Menjaga Mutu BBM

Roberth menjelaskan, impurities yang terkandung dalam minyak mentah meliputi sulfur, garam, asam naftenat, nitrogen, hingga logam berat seperti nikel, vanadium, dan merkuri. Jika tidak ditangani dengan baik, zat-zat tersebut dapat memengaruhi performa kilang serta menurunkan kualitas bahan bakar yang dihasilkan.

Untuk itu, Pertamina menerapkan tiga tahapan utama dalam pengelolaan impurities di enam kilang yang dikelolanya.

Tahap pertama adalah menjaga fleksibilitas operasional kilang melalui proses seleksi dan pencampuran minyak mentah menggunakan metode Crude Acceptance Matrix (CAM) dan blending. Langkah ini memungkinkan minyak mentah dengan kandungan impurities tinggi tetap dapat diolah secara aman dan optimal.

Baca Juga :  Booster Pack Pokémon Ancaman Bayangan Langsung Ramaikan Master League

Selanjutnya, tahap pre-treatment dan chemical treatment dilakukan guna menurunkan kadar air, garam, sulfur, nitrogen, serta logam yang terdapat dalam minyak mentah. Proses tersebut didukung pemanfaatan teknologi desalter, hydrotreating, serta injeksi bahan kimia khusus untuk melindungi peralatan dari korosi.

Tahap ketiga adalah asset integrity and reliability. Pada fase ini, Pertamina memastikan seluruh fasilitas kilang beroperasi secara aman dan berkelanjutan melalui penggunaan material antikorosi, inspeksi berkala, serta pemeliharaan rutin.

Hasilkan BBM Berstandar Euro 4

Melalui tiga tahapan tersebut, Pertamina mampu menghasilkan BBM berkualitas tinggi yang lebih ramah lingkungan. Roberth menyebut pengelolaan impurities menjadi salah satu faktor penting dalam produksi BBM berstandar Euro 4 dengan kandungan sulfur lebih rendah.

“Hasil dari tiga tahapan tersebut adalah BBM berkualitas tinggi dan ramah terhadap lingkungan. Dengan pengelolaan impurities, kilang mampu menghasilkan BBM standar Euro 4 yang kandungan sulfurnya lebih rendah seperti Pertamax Turbo, Pertamax Green, dan Pertamina Dex,” jelasnya.

Standar Euro 4 dikenal memiliki spesifikasi yang lebih ketat dalam hal emisi kendaraan. Penggunaan BBM dengan kadar sulfur rendah dinilai dapat membantu meningkatkan efisiensi pembakaran sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Manfaat bagi Kendaraan dan Lingkungan

Roberth menuturkan, BBM berstandar Euro 4 menawarkan sejumlah keuntungan bagi pengguna kendaraan. Salah satunya adalah membantu menjaga performa mesin karena risiko korosi menjadi lebih rendah, sehingga usia pakai mesin dapat lebih panjang.

Baca Juga :  CEO Take-Two Pastikan GTA 6 Rilis 19 November

Selain itu, proses pembakaran yang lebih sempurna juga berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar. Kondisi ini dapat memberikan pengalaman berkendara yang lebih optimal bagi konsumen.

Dari sisi lingkungan, BBM dengan standar Euro 4 menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar dengan kandungan sulfur lebih tinggi. Upaya tersebut dinilai mampu membantu mengurangi polusi udara sekaligus mendukung kesehatan masyarakat.

“Pengelolaan impurities tak hanya menjaga keandalan kilang yang beroperasi di bawah Pertamina Patra Niaga, tetapi juga memberikan konsumen pengalaman berkendara yang lebih nyaman. Upaya ini sekaligus menjadi fondasi komitmen perusahaan dalam menjaga pasokan energi nasional yang berkelanjutan dan berkualitas prima,” pungkas Roberth.

Komitmen Menjaga Pasokan Energi Nasional

Penerapan pengelolaan impurities mencerminkan upaya Pertamina Patra Niaga dalam memastikan pasokan energi nasional tetap tersedia dengan kualitas yang terjaga. Langkah ini tidak hanya berfokus pada aspek operasional kilang, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi konsumen melalui produk BBM yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Dengan meningkatnya kesadaran terhadap penggunaan energi yang lebih bersih, penerapan standar Euro 4 menjadi bagian penting dalam mendukung transisi menuju sektor transportasi yang lebih berkelanjutan di Indonesia. (LLN/*)ert

Berita Terkait

Pertalite Berpotensi Tak Lagi Bisa Dibeli Orang Kaya, Pemerintah Siapkan Pembatasan
Sering Bayar Ongkir 1 Kg? Ternyata Banyak Paket Belanja Online Beratnya Tak Sampai 300 Gram
Profesi Bergaji Tinggi Kini Terancam PHK
Segini harga asli Pertalite hingga LPG 3 kg jika tak disubsidi
PPATK Catat Lonjakan Transaksi Judi Online Selama Piala Dunia 2026
Ekspor Kopi Kerinci Tembus Pakistan, Target Rp18 Miliar
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.614.000 per Gram
Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah, Ini Rincian Resminya
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:15 WIB

Pertalite Berpotensi Tak Lagi Bisa Dibeli Orang Kaya, Pemerintah Siapkan Pembatasan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Sering Bayar Ongkir 1 Kg? Ternyata Banyak Paket Belanja Online Beratnya Tak Sampai 300 Gram

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Profesi Bergaji Tinggi Kini Terancam PHK

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:43 WIB

Segini harga asli Pertalite hingga LPG 3 kg jika tak disubsidi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:33 WIB

PPATK Catat Lonjakan Transaksi Judi Online Selama Piala Dunia 2026

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB