Pertalite Berpotensi Tak Lagi Bisa Dibeli Orang Kaya, Pemerintah Siapkan Pembatasan

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pertalite Berpotensi Tak Lagi Bisa Dibeli Orang Kaya, Pemerintah Siapkan Pembatasan (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Pertalite Berpotensi Tak Lagi Bisa Dibeli Orang Kaya, Pemerintah Siapkan Pembatasan (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Dengarkabar.com — Pemerintah kembali membahas pembatasan pembelian BBM bersubsidi Pertalite bagi masyarakat mampu. Rencana tersebut menyasar kelompok masyarakat dalam desil 9-10. Dengan kebijakan itu, kelompok tersebut berpotensi tidak lagi membeli Pertalite bersubsidi.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membahas rencana tersebut bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Keduanya menggelar rapat pada Selasa, 11 Agustus. Pertemuan itu turut membahas perubahan pola penyaluran subsidi energi agar lebih tepat sasaran.

Pembatasan Pertalite Bertahap

Purbaya mengatakan pemerintah berencana menerapkan pembatasan Pertalite secara bertahap. Namun, pemerintah belum menetapkan waktu pelaksanaan secara pasti. Sebab, kementerian terkait masih membahas teknis penerapan kebijakan tersebut.

“Tadi kita membahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin yang kuartil 9-10, supaya nanti, bukan sekarang, ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangin secara bertahap,” ungkapnya kepada awak media di kantor Kemenkeu, Selasa (11/8).

Menurut Purbaya, Pertamina sudah memiliki sistem untuk menjalankan pembatasan tersebut. Ia juga mengaku sudah melihat langsung sistem yang dikembangkan perusahaan tersebut. Karena itu, pemerintah menilai sistem tersebut siap menjalankan kebijakan pembatasan.

“Kita sudah menguji sistem, Pertamina punya sistem, saya sudah melihat sistemnya. Mereka bisa saja yang di desil 9-10 enggak bisa beli yang bersubsidi. Dia mesti bayar harga Pertamax atau yang lain,” imbuhnya.

Baca Juga :  Amran Perintahkan Pemeriksaan Dugaan Penolakan Serap Tebu Petani

Meski begitu, Purbaya belum menyebut potensi pengurangan jumlah konsumen Pertalite. Pemerintah juga belum menghitung secara pasti pengurangan subsidi setelah kebijakan berlaku. Selain itu, pemerintah masih mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia.

Harga minyak mentah global saat ini masih bergerak pada kisaran USD 80-100 per barel. Kondisi tersebut dapat memengaruhi realisasi penyaluran subsidi energi sepanjang tahun ini. Oleh karena itu, pemerintah masih mempelajari dampak kebijakan tersebut.

“Konsumsi mungkin tetap akan sama, cuma subsidi akan berkurang karena sebagian terpaksa beli yang tidak bersubsidi kan. Kita lihat nanti seperti apa, kita sedang pelajari sistemnya yang jelas saya sudah lihat sistemnya bisa dijalankan mobil per mobil atau desil per desil, yang jelas kita incar adalah yang atas aja supaya mereka beli sesuai dengan kemampuan mereka,” tegas Purbaya.

Pemerintah Soroti Ketepatan Subsidi

Sementara itu, Bahlil menyebut pemerintah ingin mengubah pola penyaluran subsidi energi. Pemerintah menilai sebagian subsidi selama ini belum menyasar kelompok yang tepat. Karena itu, pemerintah mulai membahas mekanisme pembatasan berdasarkan kemampuan ekonomi dan jenis kendaraan.

Baca Juga :  15 Cheat GTA Paling Populer yang Masih Dicari Gamer pada 2026

“Selama ini, kan, kita tahu teman-teman, sebagian subsidi tidak tepat sasaran. Masa orang kaya harus kita subsidi, contoh Pertalite, desil 9, desil 10 masih dapat subsidi. Nah ini yang kita mulai bahas sistemnya segala macam,” tutur Bahlil.

Bahlil menilai masyarakat mampu tidak semestinya menerima subsidi BBM. Ia mencontohkan pemilik kendaraan mewah yang masih menggunakan Pertalite. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya perbaikan sasaran subsidi.

Pemerintah juga ingin menekan beban subsidi energi yang terus membengkak. Terlebih, kenaikan harga minyak mentah global dapat menambah tekanan terhadap anggaran negara. Namun, Bahlil memastikan pemerintah tidak berencana menaikkan harga BBM subsidi.

“Nanti, kan, ada jenis kendaraan. Jangan pakai BMW, pakai Mercy, masa pakai minyak subsidi. Itu yang dimaksudkan oleh Pak Menteri tadi. Yang kedua, saya sama Pak Menteri bersepakat bahwa harga ICP dunia yang tidak menentu sampai dengan sekarang, kami punya komitmen atas dasar perintah Bapak Presiden bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik,” tegas Bahlil.

Dengan demikian, pemerintah kini berfokus memperbaiki sasaran penerima subsidi. Pembatasan dapat menyasar masyarakat dalam desil 9-10 secara bertahap. Pemerintah juga memastikan kebijakan tersebut tidak menaikkan harga BBM subsidi. (LN/*)

Berita Terkait

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan
Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem
Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare
Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi
Sungai Barito Mengering seperti Gurun
Hotspot Karhutla di Tiga Provinsi Kalimantan Melonjak 4,75 Kali Lipat
Gletser Puncak Jaya Tinggal 2 Persen, Diperkirakan Hilang pada 2026-2027
Karhutla Riau Tembus 15.738 Hektare, Lahan Gambut Paling Banyak Terbakar
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:15 WIB

Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Sungai Barito Mengering seperti Gurun

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB