Dengarkabar.com – Semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina semakin memanas. Menjelang laga bergengsi itu, Wakil Presiden Argentina Victoria Villarruel melontarkan pernyataan bernada tajam kepada Inggris melalui media sosial dengan menyinggung sengketa Kepulauan Malvinas.
Pertandingan Inggris vs Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung di Atlanta Stadium, Kamis (16/7) dini hari WIB. Selain memperebutkan tiket ke partai final, duel ini kembali menghidupkan rivalitas panjang yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Villarruel mengunggah pesan bernuansa nasionalisme melalui akun X pada Rabu (15/7) siang WIB. Dalam unggahannya, ia mengaitkan pertandingan sepak bola dengan konflik sejarah antara Argentina dan Inggris terkait Kepulauan Malvinas.
“Besok kami akan bermain melawan para perompak yang merebut kekuasaan. Ini bukan sekadar pertandingan biasa,” tulis Villarruel.
Ia kemudian melanjutkan pesannya dengan nada yang lebih emosional.
“Saya tidak akan bersikap terlalu sopan atau berhati dingin; melawan Inggris, selalu ada sesuatu yang lebih. Untuk Malvinas, buat Diego, demi yang terakhir bagi Leo, dan ini untuk menghentikan para penjajah.”
Villarruel juga menutup pernyataannya dengan seruan nasionalisme.
“Maju terus Argentina! Karena sampai napas terakhir, kami akan merebut kembali apa yang menjadi milik kami!”
Rivalitas Panjang Inggris dan Argentina
Laga semifinal ini bukan sekadar pertemuan dua kekuatan sepak bola dunia. Inggris dan Argentina memiliki sejarah persaingan yang sarat gengsi, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Sejak pertama kali bertemu di Piala Dunia pada 1962, kedua tim sudah saling berhadapan sebanyak lima kali. Inggris mengoleksi tiga kemenangan, sedangkan Argentina meraih dua kemenangan.
Persaingan kedua negara juga kerap dikaitkan dengan sengketa kedaulatan Kepulauan Falkland, yang di Argentina dikenal sebagai Malvinas. Isu tersebut telah lama menjadi bagian dari hubungan diplomatik kedua negara.
Sengketa Malvinas Masih Menjadi Luka Sejarah
Konflik mengenai Kepulauan Malvinas mencapai puncaknya ketika perang bersenjata pecah pada April hingga Juni 1982. Dalam konflik tersebut, Argentina akhirnya kalah dari Inggris.
Meski referendum pada 2013 menunjukkan mayoritas warga Kepulauan Falkland memilih tetap berada di bawah pemerintahan Inggris, Argentina tidak mengakui hasil tersebut. Pemerintah Argentina hingga kini tetap mempertahankan klaim kedaulatan atas wilayah itu.
Latar belakang sejarah tersebut membuat setiap pertemuan Inggris dan Argentina di panggung internasional, termasuk Piala Dunia, selalu menarik perhatian publik dan sarat muatan emosional.
Hubungan Pribadi Villarruel dengan Perang Malvinas
Media Argentina Urgente24 melaporkan bahwa Victoria Villarruel memiliki ikatan emosional dengan Perang Malvinas. Ayahnya, Eduardo Marcelo Villarruel, pernah bertugas sebagai penerjun payung di Kompi Komando 602 selama konflik berlangsung.
Faktor tersebut dinilai turut memengaruhi sikap Villarruel yang secara terbuka menyuarakan dukungan terhadap klaim Argentina atas Kepulauan Malvinas menjelang semifinal Piala Dunia 2026.
Pertemuan Inggris dan Argentina kali ini diperkirakan kembali menyita perhatian dunia. Selain menghadirkan persaingan menuju final Piala Dunia 2026, laga tersebut juga membawa sejarah panjang yang masih membekas dalam hubungan kedua negara.











Komentar