Hotman Paris Mundur dari Kasus Febrie, Dokter Ancam Risiko Lumpuh

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hotman Paris Mundur dari Kasus Febrie, Dokter Ancam Risiko Lumpuh (Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO)

Hotman Paris Mundur dari Kasus Febrie, Dokter Ancam Risiko Lumpuh (Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO)

Dengarkabar.com – Hotman Paris Hutapea resmi mengundurkan diri sebagai kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Keputusan itu diambil setelah kondisi kesehatannya memburuk usai menjalani operasi saraf terjepit. Bahkan, dokter memperingatkan adanya risiko lumpuh apabila ia tetap memaksakan diri bekerja.

Pengacara kondang tersebut mengaku telah menyampaikan keputusan itu kepada Febrie Adriansyah sejak dua hari sebelum menggelar konferensi pers di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, Kamis (23/7). Meski sempat diminta menunda pengumuman, Hotman memilih segera mundur demi fokus menjalani pemulihan.

“Atas pertimbangan kesehatan itulah, sejak dua hari lalu saya sudah memberitahukan kepada klien saya yang sekarang jadi mantan klien yaitu Pak Febrie eks Jampidsus, bahwa saya mengundurkan diri,” ujar Hotman.

Menurut Hotman, pekerjaannya sebagai pengacara menuntut konsentrasi tinggi. Ia khawatir aktivitas tersebut justru memperparah kondisi yang masih belum pulih.

“Kalau otak saya terus dipakai berpikir dan kondisi fisik seperti ini, saya takut makin parah,” katanya.

Baru Menjalani Operasi Saraf

Hotman mengungkapkan dirinya menjalani operasi saraf terjepit di Singapura pada 9 Juli. Prosedur itu dilakukan dengan pembiusan total dan mengharuskannya menjalani rawat inap.

Baca Juga :  5 Film Korea Terbaru Juni 2026, Ada Komedi hingga Thriller

Namun, ia memilih meninggalkan rumah sakit lebih cepat dari anjuran dokter. Hotman mengaku hanya dirawat selama dua malam, padahal tim medis menyarankan empat malam masa pemulihan.

“Baru dua malam saya sudah ‘kabur’ pindah ke Hotel Hilton Singapura, padahal dokter-dokter di sana marah dan melarang,” tuturnya.

Tetap Bekerja Meski Diminta Istirahat

Setelah operasi, dokter meminta Hotman beristirahat total selama dua pekan. Akan tetapi, ia tetap menangani sejumlah perkara yang tengah menjadi sorotan publik.

Keputusan tersebut justru memperburuk kondisinya. Saraf terjepit yang telah berlangsung sekitar dua bulan disebut mulai menjalar hingga ke kaki.

“Dokter khawatir saya bisa lumpuh karena sudah dua bulan saraf kejepit ini menjalar ke kaki,” ungkap Hotman.

Ia menambahkan, jika kerusakan saraf semakin parah, fungsi kakinya dapat terganggu. Peringatan itu akhirnya membuatnya memutuskan menghentikan sementara seluruh aktivitas pekerjaan.

Baca Juga :  Ekspor Kopi Kerinci Tembus Pakistan, Target Rp18 Miliar

Kembali Berobat ke Singapura

Meski telah menjalani operasi, Hotman mengaku masih merasakan nyeri. Karena itu, ia dijadwalkan kembali berangkat ke Singapura pada Jumat dini hari untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Iya, masih sakit. Jadi besok subuh saya mau ke Singapura. Mudah-mudahan kali ini saya tidak disuruh opname lagi,” ujarnya.

Resmi Akhiri Pendampingan Hukum

Hotman menegaskan pengunduran dirinya sudah disampaikan secara resmi kepada Febrie Adriansyah. Ia memilih memprioritaskan proses pemulihan agar kondisinya tidak semakin memburuk.

“Saya sudah resmi memberitahukan pengunduran diri saya sebagai pengacara Bapak Febri dalam kasus tersangka di Kejaksaan Agung. Lihat saja, ini sampai pakai tongkat,” kata Hotman.

Ia juga mengungkapkan bahwa dokter di Singapura kembali mengingatkannya agar berhenti bekerja selama masa penyembuhan. Karena itu, ia tidak lagi menunda keputusan untuk mundur dari pendampingan hukum terhadap mantan Jampidsus tersebut.

Berita Terkait

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan
Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem
Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare
Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi
Sungai Barito Mengering seperti Gurun
Hotspot Karhutla di Tiga Provinsi Kalimantan Melonjak 4,75 Kali Lipat
Gletser Puncak Jaya Tinggal 2 Persen, Diperkirakan Hilang pada 2026-2027
Karhutla Riau Tembus 15.738 Hektare, Lahan Gambut Paling Banyak Terbakar
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:15 WIB

Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Sungai Barito Mengering seperti Gurun

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB