Dengarkabar.com – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegur Kepala SMA Negeri 1 Halmahera Tengah setelah menemukan berbagai persoalan fasilitas saat melakukan inspeksi ke sekolah tersebut. Kondisi ruang kelas, toilet, hingga sarana belajar dinilai tidak layak, meski sekolah menerima anggaran operasional hampir Rp1 miliar setiap tahun.
Saat memasuki salah satu ruang kelas, Sherly langsung memperhatikan kondisi ruangan yang tampak kurang terawat. Ia kemudian mempertanyakan lampu kelas yang tidak menyala kepada Kepala SMAN 1 Halmahera Tengah, Abdul Kadir Talib.
“Lampu putus, belum diganti,” jawab Abdul Kadir seperti terlihat dalam tayangan YouTube GubSherly.
Soroti Lampu Mati dan Toilet Tak Berfungsi
Peninjauan berlanjut ke toilet siswa. Di lokasi tersebut, Sherly mendapati ruangan gelap dan toilet tidak dapat digunakan. Setelah ditanya penyebabnya, kepala sekolah menjelaskan bahwa septic tank sudah penuh.
“Ini septic tank-nya penuh Bu,” kata Abdul Kadir.
Beberapa siswa kemudian menyampaikan kepada Sherly bahwa persoalan tersebut sudah berlangsung cukup lama, bahkan hampir satu tahun. Kondisi itu membuat mereka harus menghadapi keterbatasan fasilitas setiap hari selama menjalani kegiatan belajar di sekolah.
Abdul Kadir, yang baru menjabat sekitar dua bulan sebagai kepala sekolah, menjelaskan bendahara sekolah sebenarnya telah membeli sejumlah perlengkapan, termasuk lampu pengganti. Namun, hingga saat inspeksi berlangsung, peralatan tersebut belum dipasang.
Mendengar penjelasan itu, Sherly mempertanyakan lambatnya penyelesaian masalah sederhana tersebut.
“Lampu hari ini saya pergi toko sebelah beli, 1 jam juga selesai. Bapak tunggu apa untuk pasang lampu?” ujar Sherly.
Ia juga menyoroti lambannya penanganan septic tank yang penuh.
“Bapak tunggu apa baru kuras septic tank? Enggak butuh kehadiran Ibu Gubernur datang untuk septic tank dikuras. Tinggal telepon hari ini, besok jasa (kuras) septic tank datang. Pakai uang BOSP, bisa bayar itu nguras septic tank,” tegasnya.
Anggaran Hampir Rp1 Miliar per Tahun
Dalam kesempatan itu, Abdul Kadir mengungkapkan SMAN 1 Halmahera Tengah memperoleh Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) sebesar Rp946 juta dari pemerintah pusat. Selain itu, sekolah juga menerima Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa) dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara sebesar Rp120 juta setiap tahun.
Dengan dukungan anggaran tersebut, Sherly menilai berbagai persoalan dasar seharusnya dapat diselesaikan tanpa menunggu kunjungan kepala daerah.
Ia mengingatkan kepala sekolah beserta seluruh guru agar tidak hanya berfokus pada penyelesaian administrasi. Menurutnya, tanggung jawab utama pengelola sekolah ialah memastikan lingkungan belajar tetap aman, nyaman, dan layak bagi para siswa.
“Tugas Bapak di sini menyelesaikan masalah bukan mendiamkan masalah. Tolong kepeduliannya, 1 tahun ada 1 miliar di sekolah ini. Enggak wajar kalau enggak ada kipas angin, septic tank enggak bisa diberesin, lampu enggak ada, papan tulis bolong-bolong,” katanya.
Siswa Diminta Aktif Melapor
Sebagai langkah pengawasan, Sherly mengajak seluruh siswa SMA dan SMK di Maluku Utara untuk ikut melaporkan kondisi sekolah yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Laporan dapat disampaikan melalui situs https://kondisisekolah.gubsherly.com/. Melalui kanal tersebut, pemerintah daerah berharap dapat menerima informasi secara cepat sehingga berbagai persoalan fasilitas pendidikan dapat segera ditindaklanjuti demi mendukung proses belajar yang lebih baik.











Komentar