Ambisi Sanofi Jadi Perusahaan Biofarmasi Pertama Berbasis AI

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ambisi Sanofi Jadi Perusahaan Biofarmasi Pertama Berbasis AI (Foto:  Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan)

Ambisi Sanofi Jadi Perusahaan Biofarmasi Pertama Berbasis AI (Foto: Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan)

Dengarkabar.com – Perusahaan farmasi global Sanofi resmi menggandeng platform data Snowflake untuk mempercepat proses riset dan pengembangan obat melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) skala besar. Langkah strategis ini memperkuat ambisi besar Sanofi untuk mentransformasi diri menjadi perusahaan biofarmasi pertama di dunia yang di tenagai oleh AI secara menyeluruh.

Kemitraan strategis ini di umumkan secara terbuka dalam ajang tahunan Snowflake Summit 2026. Sebagai salah satu hasil nyata kolaborasi tersebut, kedua perusahaan meluncurkan ‘Concierge for Field’, sebuah agen AI canggih yang di rancang menggunakan teknologi Snowflake Cortex AI untuk mendukung efisiensi kerja tim lapangan.

Kehadiran agen AI ini membantu tenaga penjualan Sanofi mempersiapkan rencana kunjungan ke dokter serta penyedia layanan kesehatan secara instan. Hanya melalui satu instruksi percakapan, tim lapangan bisa langsung mendapatkan daftar dokter prioritas berdasarkan spesialisasi, melihat riwayat resep, memantau interaksi sebelumnya, sekaligus mengirimkan jadwal tersebut ke email. Proses persiapan yang semula memakan waktu berjam-jam kini rampung dalam hitungan detik.

Ekspansi AI ke Sektor Riset dan Operasional

Sanofi menegaskan bahwa implementasi kecerdasan buatan ini tidak terbatas pada divisi komersial dan penjualan saja. Manajemen perusahaan kini mulai mengintegrasikan agen AI ke berbagai sektor krusial lain, termasuk riset dan pengembangan (R&D), sistem pengadaan barang, teknologi informasi (TI), manajemen sumber daya manusia (SDM), hingga operasional komersial. Integrasi masif ini berjalan demi memangkas durasi penemuan terapi kesehatan bagi para pasien.

Baca Juga :  UEFA Tunjuk Omar Artan Pimpin Piala Super Eropa 2026

Sebelum kerja sama ini berjalan, investasi data internal Sanofi sebenarnya telah menghasilkan ribuan dashboard. Namun, sebagian besar aset informasi berharga milik perusahaan tersebut belum terkelola dan termanfaatkan secara optimal untuk mendukung keputusan bisnis.

Kondisi tersebut mulai berubah secara signifikan saat Sanofi berkolaborasi dengan Elementum, sebuah perusahaan AI yang bertugas menggantikan sistem perangkat lunak tradisional. Melalui kemitraan ini, seluruh data perusahaan disatukan ke dalam platform tunggal Snowflake, lalu dipadukan dengan keunggulan komputasi dari Snowflake Cortex AI.

Efisiensi Pengolahan Data Klinis

Tim riset Sanofi kini memanfaatkan fondasi teknologi terintegrasi tersebut untuk mengolah dan menganalisis data klinis dalam skala besar. Output analisis yang di hasilkan terbukti membantu para peneliti mengambil keputusan krusial secara lebih cepat selama proses pengembangan obat baru berlangsung.

Baca Juga :  3 HP Android dengan Fitur Live Photo Mirip iPhone, Harga Mulai Rp1 Jutaan

Chief Digital Officer Sanofi, Emmanuel Frenehard, mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun perusahaan harus membangun arsitektur sistem yang rumit. Mereka kerap memindahkan data ke berbagai perangkat lunak eksternal yang mahal hanya untuk mengakses informasi milik sendiri.

“Bersama Snowflake dan Elementum, kami melihat arah masa depan yang jelas. Kami membangun sistem AI langsung di atas basis data kami sendiri untuk merestrukturisasi cara kerja perusahaan, mulai dari fase R&D, proses manufaktur, hingga aktivitas komersial,” ujar Frenehard dalam keterangan resminya.

Senada dengan hal itu, CEO Snowflake, Sridhar Ramaswamy, menyatakan bahwa langkah Sanofi menjadi bukti nyata bagaimana teknologi AI mampu memberikan dampak konkret ketika di integrasikan langsung dengan basis data perusahaan yang valid. Pendekatan ini menyatukan aktivitas riset, manufaktur, dan komersial ke dalam satu platform siap pakai.

Ramaswamy menambahkan bahwa Sanofi berhasil membuktikan kapabilitas AI dalam menghasilkan efisiensi yang terukur di industri kesehatan. Implementasi ini terbukti mempercepat penemuan obat sekaligus mendorong tim lapangan bekerja dengan tingkat presisi yang lebih tinggi. (Dk/*)

Berita Terkait

Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi
Profesi Bergaji Tinggi Kini Terancam PHK
Revisi UU Hak Cipta Bakal Atur AI dan Kompensasi bagi Penerbit Berita
NotebookLM Resmi Berganti Nama Menjadi Gemini Notebook
Sampah Antariksa Jadi Ladang Bisnis Baru Bernilai Rp144 Triliun
SpaceX Musnahkan 260 Satelit Starlink dalam Enam Bulan
Microsoft Hentikan Dukungan Office 2021 pada Oktober 2026, Ini Alternatifnya
Cara Melacak Lokasi Lewat WhatsApp dan Google Maps, Simak Langkah Lengkapnya
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Profesi Bergaji Tinggi Kini Terancam PHK

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:02 WIB

Revisi UU Hak Cipta Bakal Atur AI dan Kompensasi bagi Penerbit Berita

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:12 WIB

NotebookLM Resmi Berganti Nama Menjadi Gemini Notebook

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:12 WIB

Sampah Antariksa Jadi Ladang Bisnis Baru Bernilai Rp144 Triliun

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB