Dengarkabar.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan permohonan maaf atas kendala yang terjadi dalam proses pemulangan jemaah haji Indonesia. Sejumlah bagasi milik jemaah dilaporkan belum ikut terangkut dalam penerbangan yang membawa pemiliknya kembali ke Tanah Air, sehingga masih tertahan di Arab Saudi.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai koper jemaah yang belum diberangkatkan bersamaan dengan penerbangan asal. Akibatnya, beberapa jemaah telah tiba di Indonesia sementara barang bawaan mereka masih dalam proses pengiriman.
“Kami juga masih menerima beberapa laporan terkait dengan jumlah bagasi jemaah yang belum terangkut bersama penerbangan asalnya. Akibat kondisi tersebut, terdapat beberapa jemaah yang kemudian tiba di Tanah Air sementara bagasi masih dalam proses pengangkutan dari Arab Saudi,” ujar Maria dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemenhaj.
Kemenhaj Pastikan Proses Pengiriman Bagasi Terus Dipercepat
Kemenhaj memahami keterlambatan bagasi dapat menimbulkan keresahan di kalangan jemaah maupun keluarga yang menanti kepulangan mereka. Oleh karena itu, permohonan maaf disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab atas ketidaknyamanan yang terjadi.
“Atas ketidaknyamanan tersebut, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para jemaah dan keluarga. Kami tentu memahami bahwa bagasi merupakan bagian terpenting bagi jemaah dan dapat menimbulkan kekhawatiran,” kata Maria.
Menurut dia, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi segera mengambil langkah cepat setelah menerima laporan tersebut. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama Saudi Airlines guna mempercepat pengiriman koper yang belum terangkut.
“Sejak menerima laporan tersebut, PPIH Arab Saudi melalui daker bandara terus bergegas intensif dengan pihak Saudi Airlines untuk mempercepat proses pengiriman bagasi yang belum terangkut. Kami terus mengawal proses ini secara serius sampai seluruh bagasi bisa sampai ke tangan jemaah dengan aman,” tegasnya.
Upaya percepatan ini dilakukan agar seluruh barang milik jemaah dapat diterima dalam kondisi aman dan lengkap. Kemenhaj juga memastikan pemantauan terus dilakukan hingga seluruh proses distribusi bagasi selesai.
Puluhan Ribu Jemaah Haji Sudah Kembali ke Indonesia
Di tengah kendala pengiriman bagasi, proses pemulangan jemaah haji Indonesia secara keseluruhan disebut berjalan lancar. Hingga saat ini, puluhan ribu jemaah dan petugas haji telah diterbangkan dari Arab Saudi menuju Indonesia.
Maria menjelaskan, sebanyak 95 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Jumlah tersebut terdiri atas 37.078 jemaah dan 381 petugas.
“Hingga hari ini sebanyak 95 kloter telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah dengan jumlah 37.078 jemaah dan 381 petugas. Jadi total jemaah dan petugas yang telah diberangkatkan menuju Indonesia mencapai 37.459 orang,” ujarnya.
Dari total tersebut, sebanyak 87 kloter telah tiba di berbagai debarkasi di Indonesia. Jumlahnya mencapai 34.140 jemaah serta 348 petugas.
“Adapun yang telah tiba di berbagai debarkasi di Indonesia sebanyak 87 kloter dengan jumlah 34.140 jemaah dan 348 petugas. Dengan demikian total jemaah dan petugas yang telah kembali ke Tanah Air mencapai 34.488 orang,” kata Maria.
Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar proses kepulangan jemaah berlangsung sesuai jadwal. Kendati demikian, persoalan bagasi menjadi perhatian khusus agar tidak mengurangi kenyamanan layanan haji.
Kepulangan Jemaah Haji Khusus Juga Berjalan Lancar
Selain melayani pemulangan jemaah reguler, proses kepulangan jemaah haji khusus juga terus berlangsung. Hingga saat ini, tercatat 11.305 orang telah kembali ke Indonesia.
Jumlah tersebut terdiri atas 10.765 jemaah haji khusus dan 540 petugas pendamping. Angka ini menunjukkan pergerakan pemulangan jemaah dari Arab Saudi terus berjalan secara bertahap.
Kemenhaj turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan layanan haji tahun ini.
“Kami menyampaikan apresiasi tentunya kepada seluruh petugas Haji Indonesia, Otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, syarikah, dan seluruh pihak yang terus bersinergi dalam memastikan layanan terbaik bagi jemaah dapat berjalan dengan lancar,” pungkas Maria.
Kemenhaj berharap koordinasi yang terus diperkuat antara PPIH, maskapai penerbangan, serta otoritas terkait dapat memastikan seluruh bagasi jemaah segera tiba di Indonesia. Dengan demikian, proses pemulangan haji dapat berlangsung tuntas dan memberikan rasa aman bagi seluruh jemaah beserta keluarganya. (LLN/*)










Komentar