Dari Bola Pintar hingga Anjing Robot, Ini Teknologi Baru Piala Dunia 2026

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dari Bola Pintar hingga Anjing Robot, Ini Teknologi Baru Piala Dunia 2026 ( Foto : Getty Images/Sarah Stier)

Dari Bola Pintar hingga Anjing Robot, Ini Teknologi Baru Piala Dunia 2026 ( Foto : Getty Images/Sarah Stier)

Dengarkabar.com – Piala Dunia 2026 dipastikan menjadi edisi paling modern dalam sejarah sepak bola. Selain mencatat rekor sebagai turnamen dengan peserta terbanyak dan digelar di tiga negara sekaligus, FIFA juga menyiapkan berbagai teknologi mutakhir untuk meningkatkan kualitas pertandingan, keamanan, serta pengalaman penonton.

Turnamen yang akan berlangsung selama 39 hari di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada itu menjadi ajang unjuk kemampuan inovasi terbaru dalam dunia olahraga. Mulai dari bola pintar berbasis sensor hingga penggunaan kecerdasan buatan (AI), seluruh teknologi tersebut dirancang untuk membantu pengambilan keputusan wasit sekaligus menjaga keselamatan pemain dan ofisial.

Berikut lima inovasi utama yang akan mewarnai FIFA World Cup 2026.

1. Bola Pintar ‘Trionda’ dengan Sensor Canggih

Adidas kembali dipercaya sebagai penyedia bola resmi Piala Dunia dengan memperkenalkan Trionda, yang berasal dari bahasa Spanyol dan berarti “tiga gelombang”.

Berbeda dari bola konvensional, Trionda dilengkapi sensor Inertial Measurement Unit (IMU) yang tertanam di bagian dalam bola. Teknologi tersebut mampu merekam pergerakan bola hingga 500 kali setiap detik.

FIFA menyebut sistem ini dapat mengirimkan data secara real-time ke perangkat Video Assistant Referee (VAR) guna meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan.

“Teknologi ini mengirimkan data presisi ke sistem Video Assistant Referee (VAR) secara real-time, meningkatkan akurasi pengambilan keputusan ofisial pertandingan, termasuk terkait insiden offside,” tulis pernyataan resmi FIFA.

Kehadiran sensor ini diharapkan dapat meminimalkan kesalahan dalam momen-momen krusial selama pertandingan berlangsung.

2. Avatar Pemain 3D Berbasis AI dan Bodycam Wasit

Pemanfaatan kecerdasan buatan juga semakin diperluas melalui kerja sama FIFA dengan Lenovo.

Seluruh pemain yang tampil di Piala Dunia 2026 akan menjalani pemindaian digital untuk menciptakan avatar 3D berpresisi tinggi. Proses tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar satu detik, namun mampu menangkap dimensi tubuh pemain secara detail.

Baca Juga :  Cara Mengatasi Live Streaming Piala Dunia 2026 Maxstream Ngadat

Data hasil pemindaian akan dimanfaatkan untuk menyempurnakan teknologi offside semi-otomatis sekaligus menghadirkan visualisasi VAR dalam format tiga dimensi yang lebih realistis bagi penonton di stadion maupun siaran televisi.

Tak hanya itu, seluruh wasit yang bertugas dalam 104 pertandingan juga akan menggunakan kamera tubuh (bodycam). Teknologi ini memungkinkan penggemar menyaksikan sudut pandang orang pertama dari lapangan pertandingan, sehingga pengalaman menonton menjadi lebih imersif.

3. Anjing Robot untuk Mendukung Keamanan Turnamen

Aspek keamanan juga menjadi perhatian utama penyelenggara Piala Dunia 2026.

Pemerintah Kota Guadalupe, yang berada di kawasan metropolitan Monterrey, Meksiko, akan mengoperasikan sejumlah anjing robot untuk membantu aparat kepolisian mengamankan turnamen.

Robot berkaki empat tersebut memiliki nilai sekitar 2,5 juta peso atau setara Rp2,3 miliar. Perangkat ini dirancang untuk memasuki area berisiko tinggi atau lokasi kerusuhan sebelum petugas turun langsung ke lapangan.

Melalui fitur live streaming, anjing robot dapat mengirimkan kondisi terkini ke pusat komando keamanan. Langkah ini bertujuan memberikan gambaran situasi awal sekaligus mengurangi risiko terhadap keselamatan personel kepolisian.

4. Teknologi Offside Semi-Otomatis yang Lebih Presisi

FIFA juga meningkatkan kemampuan sistem offside semi-otomatis yang sebelumnya telah digunakan dalam turnamen internasional.

Jika versi terdahulu baru memberikan peringatan ketika posisi offside melebihi 50 sentimeter, teknologi terbaru kini mampu mendeteksi pelanggaran hingga selisih 10 sentimeter.

Keunggulan lainnya adalah kemampuan sistem untuk mengirimkan peringatan audio secara langsung ke perangkat earpiece yang digunakan wasit utama.

Baca Juga :  Belanda Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Rekor 20 Tahun Tetap Terjaga

Meski demikian, teknologi ini tetap memiliki keterbatasan. Sistem tidak dapat digunakan untuk situasi offside yang memerlukan interpretasi subjektif atau ketika posisi pemain terlalu rapat sehingga menyulitkan identifikasi secara akurat.

Peningkatan ini diharapkan dapat mempercepat proses pengambilan keputusan dan mengurangi waktu jeda pertandingan akibat pemeriksaan VAR.

5. Aturan Wajib Hydration Break Demi Keselamatan Pemain

Selain inovasi teknologi, FIFA juga memperkenalkan kebijakan baru yang berfokus pada kesehatan atlet.

Mulai Piala Dunia 2026, setiap pertandingan akan menerapkan jeda minum wajib (hydration break) selama tiga menit pada masing-masing babak, tepatnya sekitar menit ke-22 pertandingan.

Kebijakan ini berlaku tanpa mempertimbangkan kondisi cuaca maupun jenis stadion yang digunakan, termasuk stadion beratap tertutup.

“Untuk setiap pertandingan… akan ada jeda minum tiga menit. Waktu tiga menit ini dihitung dari peluit (berhenti) hingga peluit (dimulai kembali) di kedua babak,” tegas Manolo Zubiria, Chief Tournament Officer USA untuk FIFA World Cup 2026.

Aturan tersebut menjadi langkah preventif FIFA untuk menjaga kebugaran dan keselamatan pemain di tengah padatnya jadwal kompetisi.

Piala Dunia Paling Modern dalam Sejarah

Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan antarnegara dalam memperebutkan gelar juara dunia. Turnamen ini juga menjadi simbol transformasi sepak bola menuju era yang semakin mengandalkan teknologi.

Kombinasi antara kecerdasan buatan, sensor berpresisi tinggi, sistem keamanan modern, serta regulasi yang mengutamakan kesehatan pemain menunjukkan komitmen FIFA dalam menghadirkan kompetisi yang lebih aman, adil, dan menghibur.

Bagi penggemar sepak bola di seluruh dunia, FIFA World Cup 2026 berpotensi menjadi pengalaman menonton paling inovatif yang pernah ada dalam sejarah olahraga tersebut. (LLN/*)

Berita Terkait

Timnas Indonesia Sempurna di Pakansari, Vietnam Waspada
Petisi Larangan Argentina di Piala Dunia
Pemburu dari Pegunungan Arfak yang Bersinar di Kejurnas Panahan Junior
FIFA Pastikan Enam Negara Lolos Langsung ke Piala Dunia 2030
Timnas Wanita Indonesia Juara AFF Women’s Cup 2026, Gilas Laos 5-0 di Final
Spanyol Soroti Permainan Keras Argentina Jelang Final Piala Dunia 2026
FIFA Dikritik Usai Pilih MetLife Stadium untuk Final Piala Dunia 2026
Duel Lamine Yamal dan Lionel Messi Warnai Final Piala Dunia 2026
Berita ini 15 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:12 WIB

Timnas Indonesia Sempurna di Pakansari, Vietnam Waspada

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:12 WIB

Petisi Larangan Argentina di Piala Dunia

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:19 WIB

Pemburu dari Pegunungan Arfak yang Bersinar di Kejurnas Panahan Junior

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:59 WIB

FIFA Pastikan Enam Negara Lolos Langsung ke Piala Dunia 2030

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:12 WIB

Timnas Wanita Indonesia Juara AFF Women’s Cup 2026, Gilas Laos 5-0 di Final

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB