BNPB: Gempa M 6,7 di Sulteng Diikuti 13 Gempa Susulan

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BNPB: Gempa M 6,7 di Sulteng Diikuti 13 Gempa Susulan (Foto : Ilustrasi AI)

BNPB: Gempa M 6,7 di Sulteng Diikuti 13 Gempa Susulan (Foto : Ilustrasi AI)

Dengarkabar.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA. Guncangan kuat memicu kepanikan warga di sejumlah daerah, sementara tim penanggulangan bencana masih melakukan pendataan dampak yang ditimbulkan.

Berdasarkan data yang disampaikan BNPB, gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan dan 120,24 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer. Episenter gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, serta 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.

Guncangan Terasa Kuat di Sejumlah Wilayah

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan guncangan di Kota Palu dirasakan cukup kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Kondisi tersebut membuat warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

BPBD Kota Palu langsung melakukan pemantauan serta asesmen cepat guna mengetahui dampak yang ditimbulkan pascagempa.

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar dua detik. Masyarakat dilaporkan sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.

“Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi,” kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulis.

Baca Juga :  Warga Soroti Harga Kambing Program Ketahanan Pangan Siak

Guncangan juga dirasakan cukup kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih enam detik. Warga dilaporkan panik, sedangkan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan.

Sementara itu, masyarakat di Kabupaten Sigi merasakan getaran gempa selama sekitar lima detik. Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gempa susulan, warga memilih keluar dari rumah.

“BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak,” ujarnya.
Selain itu, getaran gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Banyak warga merasakan guncangan baik saat berada di dalam maupun di luar rumah. Sejumlah laporan menyebutkan jendela dan pintu berderik, sementara dinding bangunan mengeluarkan bunyi akibat getaran.

Sejumlah Bangunan Dilaporkan Mengalami Kerusakan

BNPB mencatat adanya laporan awal terkait kerusakan bangunan di beberapa lokasi di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong.

Meski demikian, rincian jumlah bangunan terdampak beserta tingkat kerusakannya masih dalam proses pendataan oleh BPBD di masing-masing daerah.

Selain kerusakan fisik, petugas juga masih melakukan pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang terpaksa mengungsi akibat peristiwa tersebut.

“Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung,” ungkap Abdul Muhari.

BMKG Catat 13 Gempa Susulan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan atau aftershock di sekitar lokasi gempa utama. Magnitudo gempa susulan tersebut bervariasi.

Baca Juga :  Sedekah Subuh: Batas Waktu, Tata Cara, Niat, dan Doanya

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi keamanan masyarakat di wilayah terdampak. Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari pihak berwenang.

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama Tim Reaksi Cepat (TRC), Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi, serta BPBD Kabupaten Parigi Moutong terus berkoordinasi untuk melakukan asesmen cepat dan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai dampak gempa.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kebutuhan mendesak dari daerah terdampak.

Imbauan BNPB untuk Masyarakat

BNPB mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Warga diminta mengutamakan informasi resmi yang disampaikan pemerintah daerah, BPBD, maupun BMKG.

Selain itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Sebelum kembali memasuki rumah atau bangunan, warga diminta memastikan kondisi bangunan aman dan tidak mengalami kerusakan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Apabila ditemukan retakan atau kerusakan pada bangunan, masyarakat disarankan menjauhi lokasi tersebut hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan aktivitas seismik seperti Sulawesi Tengah. (LLN/*)

Berita Terkait

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan
Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem
Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare
Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi
Sungai Barito Mengering seperti Gurun
Hotspot Karhutla di Tiga Provinsi Kalimantan Melonjak 4,75 Kali Lipat
Gletser Puncak Jaya Tinggal 2 Persen, Diperkirakan Hilang pada 2026-2027
Karhutla Riau Tembus 15.738 Hektare, Lahan Gambut Paling Banyak Terbakar
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:15 WIB

Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Sungai Barito Mengering seperti Gurun

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB