Anak 3 Tahun di Serang Diduga Kecanduan Rokok, Orang Tua Minta Pendampingan

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anak 3 Tahun di Serang Diduga Kecanduan Rokok, Orang Tua Minta Pendampingan

Anak 3 Tahun di Serang Diduga Kecanduan Rokok, Orang Tua Minta Pendampingan

Dengarkabar.com – Seorang anak berusia tiga tahun di wilayah Kasemen, Kota Serang, Banten, diduga mengalami ketergantungan terhadap rokok. Kondisi itu membuat orang tuanya meminta bantuan pendampingan karena berbagai upaya menghentikan kebiasaan tersebut belum membuahkan hasil.

Video yang beredar memperlihatkan balita itu memegang sebatang rokok yang masih menyala. Anak tersebut kemudian mengisap rokok dan mengembuskan asapnya. Dalam rekaman itu juga terdengar suara beberapa orang yang menyaksikan kejadian tersebut tanpa berusaha menghentikan aksinya.

Kepala Rumah Singgah Fesbuk Banten, Lulu Jamaludin, membenarkan bahwa keluarganya telah menghubungi relawan untuk meminta bantuan. Menurutnya, orang tua berharap anak dapat pulih, tetapi keterbatasan biaya menjadi kendala untuk memperoleh layanan pendampingan psikolog secara mandiri.

“Keluarga menghubungi Relawan Fesbuk Banten untuk meminta pendampingan. Orang tua mengaku telah berupaya melarang dan mengawasi anak, namun belum berhasil. Keterbatasan biaya juga membuat keluarga belum dapat mengakses layanan pendampingan psikolog secara mandiri,” kata Lulu, Sabtu (18/7/2026).

Kebiasaan Berawal dari Meniru Lingkungan

Lulu menjelaskan, kebiasaan merokok pada anak tersebut telah berlangsung sekitar tiga bulan. Awalnya, balita itu meniru perilaku orang-orang di sekitarnya yang merokok.

Baca Juga :  Video Viral Ekskavator Terjebak di Kali Cakung Lama, Ini Penjelasan Dinas SDA DKI

Ia mengungkapkan, anak tersebut mulai mengambil puntung rokok yang masih menyala, kemudian mengisapnya. Lama-kelamaan, kebiasaan itu dilakukan secara diam-diam setiap kali menemukan puntung rokok yang masih tersisa.

“Anak mengambil puntung rokok yang masih menyala, lalu mengisapnya. Seiring waktu, kebiasaan itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi ketika menemukan puntung rokok yang masih tersisa,” ujar Lulu.

Menurutnya, kasus tersebut menjadi pengingat bahwa anak usia dini sangat mudah meniru perilaku yang mereka lihat setiap hari. Karena itu, lingkungan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan anak.

Relawan dan DP3AKB Lakukan Asesmen

Relawan Fesbuk Banten bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Banten telah mendatangi rumah anak tersebut di Kampung Kenari, Kasemen. Tim melakukan asesmen awal untuk mengetahui kondisi anak sekaligus menyusun langkah pendampingan.

Baca Juga :  QS WUR 2027: 20 Kampus Indonesia Masuk Peringkat Dunia, UGM dan Unair Melonjak

Dalam proses asesmen, keluarga menjelaskan bahwa mereka telah mencoba berbagai cara untuk menghentikan kebiasaan merokok tersebut. Orang tua mengaku sudah menegur, melarang, hingga memperketat pengawasan terhadap anak.

“Keluarga menjelaskan bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk menghentikan kebiasaan tersebut, mulai dari menegur, melarang, hingga memperketat pengawasan. Namun, pada usia dini anak berada dalam fase meniru perilaku yang dilihat setiap hari, sehingga kebiasaan tersebut masih berulang,” ujar Lulu.

Pendampingan Berkelanjutan

Lulu menegaskan Relawan Fesbuk Banten bersama instansi terkait akan terus mendampingi anak tersebut agar dapat terbebas dari ketergantungan merokok. Pendampingan itu akan disusun berdasarkan hasil asesmen yang telah dilakukan.

“Hasil asesmen ini akan menjadi dasar pendampingan lanjutan dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi tumbuh kembang anak,” katanya.

Kasus ini menjadi perhatian karena paparan rokok pada usia dini berpotensi memengaruhi kesehatan dan perkembangan anak. Pendampingan keluarga serta lingkungan yang mendukung diharapkan dapat membantu proses pemulihan sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.

Berita Terkait

Harimau Sumatera Masuk Permukiman, Sekolah di Inhil Ditutup
Perahu Mahasiswa KKN Terbalik di Sungai Rawas, Satu Hilang
KPK Periksa Plt Gubernur Riau Terkait Kasus Abdul Wahid
Gubernur Sherly Tegur Kepala SMAN 1 Halteng soal Fasilitas
Polres Kuansing Musnahkan 24 Rakit Tambang Emas Ilegal
Kemenag Tegaskan Rekrutmen PPPK 2026 yang Beredar Hoaks
BGN Suspend 833 Dapur MBG, Pelanggar Tak Lagi Dibayar
Tito Karnavian Ungkap 8 Area Rawan Korupsi di Pemerintah Daerah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:09 WIB

Harimau Sumatera Masuk Permukiman, Sekolah di Inhil Ditutup

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:13 WIB

Perahu Mahasiswa KKN Terbalik di Sungai Rawas, Satu Hilang

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:11 WIB

KPK Periksa Plt Gubernur Riau Terkait Kasus Abdul Wahid

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:19 WIB

Gubernur Sherly Tegur Kepala SMAN 1 Halteng soal Fasilitas

Senin, 27 Juli 2026 - 20:06 WIB

Kemenag Tegaskan Rekrutmen PPPK 2026 yang Beredar Hoaks

Berita Terbaru

Harimau Sumatera Masuk Permukiman, Sekolah di Inhil Ditutup (foto : Ilustrasi AI)

Daerah

Harimau Sumatera Masuk Permukiman, Sekolah di Inhil Ditutup

Selasa, 28 Jul 2026 - 10:09 WIB

Perahu Mahasiswa KKN Terbalik di Sungai Rawas, Satu Hilang (Foto : Ilustrasi Ai )

Nasional

Perahu Mahasiswa KKN Terbalik di Sungai Rawas, Satu Hilang

Selasa, 28 Jul 2026 - 09:13 WIB

KPK Periksa Plt Gubernur Riau Terkait Kasus Abdul Wahid (foto: dok. ist)

Daerah

KPK Periksa Plt Gubernur Riau Terkait Kasus Abdul Wahid

Selasa, 28 Jul 2026 - 08:11 WIB

Gubernur Sherly Tegur Kepala SMAN 1 Halteng soal Fasilitas (Foto: dok. Ist)

Daerah

Gubernur Sherly Tegur Kepala SMAN 1 Halteng soal Fasilitas

Selasa, 28 Jul 2026 - 07:19 WIB