Ekspor Kelapa Sawit Riau Jadi Penopang Utama Kinerja Perdagangan Luar Negeri

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ekspor Kelapa Sawit Riau Jadi Penopang Utama Kinerja Perdagangan Luar Negeri (Foto: Ilustrasi Ai )

Ekspor Kelapa Sawit Riau Jadi Penopang Utama Kinerja Perdagangan Luar Negeri (Foto: Ilustrasi Ai )

Dengarkabar.comEkspor kelapa sawit Riau menjadi penggerak utama pertumbuhan ekspor nonmigas selama Januari hingga Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Riau mencatat komoditas berbasis sawit masih mendominasi perdagangan luar negeri provinsi tersebut. Kinerja ini turut mendorong peningkatan nilai ekspor Riau pada lima bulan pertama tahun ini.

Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, mengatakan nilai ekspor komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati mencapai 4,69 miliar dolar Amerika Serikat sepanjang Januari-Mei 2026. Nilai tersebut meningkat 13,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah lemak dan minyak hewan atau nabati dengan kenaikan mencapai 559,66 juta dolar Amerika atau tumbuh 13,54 persen dibandingkan Januari hingga Mei tahun lalu. Komoditas ini masih menjadi penyumbang terbesar ekspor nonmigas Riau,” kata Asep Riyadi, Rabu (15/7/2026).

Ekspor Nonmigas Menopang Pertumbuhan

BPS mencatat total nilai ekspor Riau sepanjang Januari-Mei 2026 mencapai 8,60 miliar dolar Amerika. Angka tersebut meningkat 5,58 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Pertumbuhan itu terutama berasal dari ekspor nonmigas yang naik 9,37 persen menjadi 8,26 miliar dolar Amerika. Sebaliknya, ekspor sektor migas mengalami kontraksi hingga 42,83 persen sehingga tidak mampu menopang pertumbuhan ekspor secara keseluruhan.

Menurut Asep, besarnya kontribusi sektor nonmigas menunjukkan struktur perdagangan luar negeri Riau masih bertumpu pada komoditas berbasis industri pengolahan dan perkebunan.

Baca Juga :  Agent Kim Reactivated Pecahkan Rekor Rating Drakor 2026

Tiongkok Masih Menjadi Pasar Utama

Berdasarkan negara tujuan, Tiongkok tetap menjadi pembeli terbesar produk ekspor nonmigas Riau. Nilai ekspor ke negara tersebut mencapai 1,55 miliar dolar Amerika atau sekitar 18,72 persen dari total ekspor nonmigas.

India berada di posisi berikutnya dengan nilai ekspor sebesar 694,01 juta dolar Amerika. Sementara itu, Malaysia mencatat nilai ekspor sebesar 626,08 juta dolar Amerika.

Secara gabungan, ketiga negara tersebut menyumbang sekitar 34,71 persen terhadap total ekspor nonmigas Riau selama Januari hingga Mei 2026. Kondisi ini menunjukkan pasar Asia masih memegang peranan penting bagi produk unggulan Riau.

Sejumlah Komoditas Ikut Tumbuh

Selain ekspor kelapa sawit, beberapa komoditas lain juga membukukan peningkatan signifikan. Bahan kimia organik melonjak 74,68 persen dengan nilai ekspor mencapai 452,71 juta dolar Amerika.

Berbagai makanan olahan turut meningkat 20,20 persen. Ampas dan sisa industri makanan tumbuh 25,04 persen, sedangkan berbagai produk kimia naik 5,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, bubur kayu atau pulp menjadi komoditas dengan penurunan terbesar. Nilai ekspornya berkurang 109,38 juta dolar Amerika atau turun 13,67 persen dibandingkan Januari-Mei tahun lalu.

Baca Juga :  Timnas Wanita Indonesia Juara AFF Women's Cup 2026, Gilas Laos 5-0 di Final

Penurunan juga terjadi pada komoditas buah-buahan yang merosot 48,05 persen. Kondisi tersebut menunjukkan belum semua sektor ekspor mampu mempertahankan tren pertumbuhan.

Industri Sawit Masih Mendominasi

Asep menegaskan industri hilir berbasis kelapa sawit masih menjadi tulang punggung perdagangan luar negeri Provinsi Riau. Dominasi komoditas ini terlihat dari besarnya kontribusi terhadap ekspor nonmigas.

“Dari seluruh ekspor nonmigas Riau, kelompok lemak dan minyak hewan atau nabati memberikan kontribusi sekitar 56,82 persen. Artinya, lebih dari separuh ekspor nonmigas Riau masih berasal dari komoditas tersebut,” ujarnya.

Besarnya porsi tersebut memperlihatkan peran strategis industri sawit dalam menopang kinerja ekspor daerah sekaligus menjadi salah satu sumber devisa utama bagi Riau.

Ekspor ke Sejumlah Negara Mengalami Kenaikan

BPS juga mencatat peningkatan ekspor ke sejumlah negara tujuan utama selama Januari-Mei 2026. Nilai ekspor ke Tiongkok meningkat 22,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, ekspor ke Amerika Serikat naik 16,59 persen. Vietnam tumbuh 17,89 persen, Rusia meningkat 9,86 persen, sedangkan Italia mencatat kenaikan tertinggi sebesar 26,46 persen.

Sebaliknya, ekspor ke Bangladesh turun 16,93 persen. Penurunan juga terjadi pada Belanda sebesar 5,16 persen, Malaysia 1,59 persen, serta Filipina yang terkoreksi 1,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berita Terkait

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan
Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem
Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare
Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi
Sungai Barito Mengering seperti Gurun
Hotspot Karhutla di Tiga Provinsi Kalimantan Melonjak 4,75 Kali Lipat
Gletser Puncak Jaya Tinggal 2 Persen, Diperkirakan Hilang pada 2026-2027
Karhutla Riau Tembus 15.738 Hektare, Lahan Gambut Paling Banyak Terbakar
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:15 WIB

Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Sungai Barito Mengering seperti Gurun

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB