Indonesia Jajaki Kerja Sama Kesehatan dengan Negara BRICS

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia Jajaki Kerja Sama Kesehatan dengan Negara BRICS (Foto: Medcom/Annisa ayu artanti)

Indonesia Jajaki Kerja Sama Kesehatan dengan Negara BRICS (Foto: Medcom/Annisa ayu artanti)

Dengarkabar.com – Indonesia memperluas jangkauan kolaborasi global dengan menjajaki peluang kerja sama strategis bersama negara-negara anggota BRICS. Langkah ini berfokus pada pembangunan berkelanjutan guna menghadapi tantangan ekonomi dunia, sekaligus membuka ruang pertumbuhan baru melalui penguatan peran perempuan dalam dunia usaha.

Rencana penguatan hubungan ekonomi tersebut mengemuka dalam forum St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026 di St. Petersburg, Rabu, 3 Juni 2026. Pertemuan ini menjadi panggung bagi Indonesia untuk memaparkan berbagai sektor potensial yang siap di kembangkan bersama mitra internasional.

Optimalisasi Sektor Unggulan Nasional

Representative BRICS Women’s Business Alliance (WBA) Indonesian Chapter, Maika Nurhayati, memaparkan bahwa Indonesia memiliki sejumlah sektor unggulan yang belum tergarap secara optimal. Sektor-sektor potensial tersebut meliputi bidang kesehatan dan farmasi, produk herbal, industri halal, ketahanan pangan, hingga pertanian.

“Kami tahu potensial sektor ini belum digarap optimal, maka kami membuka kolaborasi untuk kalian bekerja sama dengan Indonesia untuk mengoptimalkan potensi-potensi tersebut,” ujar Maika dalam dialog bertajuk BRICS Is What Unites Us: Shared Victories and New Opportunities for Women’s Business.

Baca Juga :  Gerhana Matahari Total 2027 Bakal Gelapkan Makkah Selama Lima Menit

Maika, yang juga menjabat sebagai Deputy Chair on Healthcare Indonesian Business Women’s Association (IWAPI), meyakini bahwa sektor-sektor tersebut berpeluang besar menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia dan negara mitra.

Sektor Farmasi Jadi Prioritas Utama

Industri kesehatan dan farmasi menjadi sorotan utama dalam tawaran kerja sama ini. Indonesia memiliki potensi besar untuk memperluas jaringan kolaborasi, mulai dari pengembangan produk kesehatan, riset farmasi, hingga produksi bahan baku obat secara massal.

Maika menjelaskan bahwa kemitraan di sektor farmasi sebenarnya telah berjalan, salah satunya melalui program pengadaan vaksin. Meski demikian, ruang untuk memperdalam dan memperluas cakupan kolaborasi tersebut masih terbuka sangat lebar.

Tantangan global beberapa tahun terakhir memicu banyak negara untuk memprioritaskan pembangunan sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan. Oleh karena itu, langkah penguatan ini dinilai sangat momentum dan strategis.

Baca Juga :  Viral Anak Pejabat Gayo Lues Pamer Liburan dan BBM

Rusia Sambut Baik Peluang Kolaborasi

Sinyal positif langsung datang dari pelaku industri farmasi Rusia. President Velpharm Group of Companies, Lyudmila Scherbakova, menyatakan ketertarikan perusahaannya untuk menjalin kerja sama yang lebih serius dengan negara-negara anggota BRICS, termasuk Indonesia.

Velpharm Group sendiri merupakan perusahaan farmasi terintegrasi yang memiliki keunggulan sumber daya dan dukungan energi yang kuat. Modal tersebut menjadi penyokong utama dalam menunjang pengembangan industri farmasi yang berkelanjutan.

“Saya tertarik untuk melakukan kontak serius untuk berkolaborasi,” tegas Lyudmila.

Respons positif dari raksasa farmasi Rusia ini memberikan angin segar bagi penguatan hubungan bisnis anggota BRICS. Sektor kesehatan saat ini memang sedang menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional Indonesia. (Dk/*)

Berita Terkait

9 Manfaat Bersepeda bagi Tubuh dan Mental, Bukan Sekadar Bikin Bugar
Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker
Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan
Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem
Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare
Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi
Sungai Barito Mengering seperti Gurun
Hotspot Karhutla di Tiga Provinsi Kalimantan Melonjak 4,75 Kali Lipat
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 22:41 WIB

9 Manfaat Bersepeda bagi Tubuh dan Mental, Bukan Sekadar Bikin Bugar

Selasa, 1 September 2026 - 21:36 WIB

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:15 WIB

Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB