Dengarkabar.com – Setiap mahasiswa baru memiliki cerita berbeda saat memulai kuliah. Namun, kisah Andromeda Sufi Anggoro diantar bajaj ke ITB mencuri perhatian karena memperlihatkan perjuangan keluarga sederhana mengejar pendidikan.
Andromeda Sufi Anggoro atau Andro menempuh perjalanan sekitar 24 jam dari Yogyakarta menuju Bandung bersama kedua orang tuanya menggunakan bajaj. Setelah tiba di Bandung, Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara menyambut mereka di Wisma Rektor pada Senin (20/7/2026).
Andro lolos ke Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Sejak kelas X SMA Negeri 4 Yogyakarta, ia sudah menetapkan ITB sebagai kampus impiannya.
Ayah Sempat Menolak karena Kondisi Ekonomi
Jalan menuju ITB tidak selalu mulus. Basuni Yusuf, ayah Andro, sempat melarang putranya kuliah di Bandung karena khawatir tidak mampu membiayai pendidikan.
Sehari-hari Basuni bekerja sebagai sopir bajaj. Penghasilannya membuat ia ragu dapat memenuhi kebutuhan kuliah Andro di Bandung.
“Waktu itu saya mengatakan kepada Andro, kalau kuliah di Bandung, saya belum mampu membiayainya. Akhirnya dia mencoba kuliah di Yogyakarta,” ujar Basuni, dikutip dari laman resmi ITB, Jumat (24/7/2026).
Mendengar penjelasan ayahnya, Andro sempat ingin menunda kuliah selama satu tahun. Pada akhirnya, ia mengikuti saran orang tuanya untuk menjalani perkuliahan di Yogyakarta.
Belajar Mandiri demi Lolos SNBT
Mimpi masuk ITB ternyata tidak pernah padam. Tanpa memberi tahu keluarganya, Andro diam-diam mempersiapkan diri menghadapi UTBK.
Keterbatasan biaya tidak menghentikan usahanya. Ia belajar melalui video di YouTube dan rutin mengikuti try out secara daring karena tidak mampu mengikuti bimbingan belajar.
“Saya belum pernah ikut bimbel karena persoalan biaya. Saya sangat mengandalkan YouTube dan tryout online. Saya mencari materi yang ingin dipelajari, menyelesaikannya, kemudian melanjutkan ke materi berikutnya,” kata Andro.
Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil. Panitia SNBT menyatakan Andro lolos sebagai calon mahasiswa ITB. Setelah menerima pengumuman tersebut, ia langsung menyampaikan kabar gembira kepada keluarganya.
Dukungan Sang Ibu Mengubah Keputusan
Kabar kelulusan kembali membuat Basuni memikirkan biaya pendidikan anaknya. Di tengah keraguan itu, sang istri menguatkan tekad keluarga agar Andro tetap berangkat ke Bandung.
“Istri saya bilang, ‘Ayah, bismillah’. Akhirnya, saya mengizinkan dan mendukung Andro berangkat ke Bandung,” tutur Basuni.
Perjalanan menggunakan bajaj menuju Bandung kemudian menjadi lambang perjuangan dan pengorbanan keluarga dalam mendukung cita-cita Andro.
Astronomi Menjadi Tujuan Besarnya
Calon mahasiswa ITB hanya memilih fakultas saat proses penerimaan. Setelah menjalani Tahap Persiapan Bersama (TPB), Andro ingin melanjutkan ke Program Studi Astronomi.
Kedua orang tuanya memilih nama Andromeda karena terinspirasi dari Galaksi Andromeda. Basuni berharap nama itu menjadi doa agar putranya memiliki cara berpikir yang luas.
“Andromeda itu galaksi. Harapannya, dia mempunya jangkauan pemikiran yang luas, seluas galaksi,” ujar Basuni.
Ketertarikan Andro terhadap astronomi muncul setelah mempelajari fisika. Ia juga mengikuti pengajian yang membahas langit dan luasnya alam semesta.
“Saya pernah mengikuti pengajian yang menjelaskan tentang langit. Dari sana saya semakin tertarik karena ciptaan Tuhan Yang Maha Esa begitu luas. Saya ingin mendalaminya,” ungkap Andro.
ITB Tegaskan Kesempatan untuk Semua
Kini Andro sudah berada di Bandung. Ia berkomitmen membalas perjuangan kedua orang tuanya dan semua pihak yang telah mendukungnya.
Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara menegaskan bahwa kampus tidak membedakan mahasiswa berdasarkan kemampuan ekonomi maupun latar belakang keluarga.
Menurutnya, ITB terus membantu mahasiswa berprestasi agar dapat menempuh pendidikan tanpa hambatan.
“Alhamdulillah, bisa sampai ke sini. Selamat untuk Bapak, Ibu, dan Andro. Kami berusaha agar sebanyak mungkin adik-adik yang memiliki kemampuan akademis baik dapat diterima di ITB,” ucapnya.










Komentar