Prabowo Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN Hari Ini

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN Hari Ini (Foto: Retno Ayuningrum/detikcom)

Prabowo Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN Hari Ini (Foto: Retno Ayuningrum/detikcom)

Dengarkabar.com – Presiden Prabowo Subianto akan melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Rabu (22/7/2026) pukul 15.00 WIB. Sudaryono menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri dari jabatannya karena alasan kesehatan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan keputusan tersebut diambil setelah Presiden mempertimbangkan kebutuhan menjaga keberlanjutan kepemimpinan BGN. Pemerintah juga menilai proses mencari pengganti bukan perkara mudah.

“Namun demikian ada dinamika baru di mana Kepala BGN ajukan pengunduran diri. Sekali lagi bukan hal mudah untuk cari penggantinya maka presiden memutuskan pengganti Kepala BGN adalah bapak Sudaryono,” kata Prasetyo Hadi di Kompleks Istana, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).

Dipilih karena Terlibat Sejak Awal Program MBG

Sudaryono sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian. Setelah menerima amanah baru, ia akan meninggalkan posisinya di Kementerian Pertanian untuk memimpin Badan Gizi Nasional.

Pemerintah memilih Sudaryono karena telah mengikuti penyusunan konsep Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak tahap awal. Selain itu, pengalamannya di Kementerian Pertanian dinilai selaras dengan kebutuhan BGN dalam memastikan ketersediaan bahan baku pangan.

Baca Juga :  Sungai Barito Mengering seperti Gurun

Menurut Prasetyo Hadi, keterlibatan Sudaryono tidak hanya sebatas pembahasan konsep. Selama menjabat Wakil Menteri Pertanian, ia juga berperan dalam mendukung sistem penyediaan bahan pangan yang menjadi fondasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

“Pertimbangannya beliau sejak awal ikuti konsep Makan Bergizi Gratis ini. Beliau sejak awal ikuti mendiskusikan konsep teknis Makan Bergizi Gratis ini. Dan sebagai Wamentan selama ini Badan Gizi yang kegiatannya adalah memberikan makan bergizi tak lepas dari tugas beliau di Kementan, sumber bahan baku pangan selama ini di-support dan ditopang oleh Kementan dalam satu sistem,” tutur Prasetyo.

Nanik Masuk Dewan Pengawas BGN

Di sisi lain, Presiden Prabowo tetap melibatkan Nanik S Deyang dalam penguatan tata kelola Badan Gizi Nasional. Pemerintah akan menempatkannya sebagai anggota Dewan Pengawas BGN.

Prasetyo menjelaskan pengalaman Nanik sebagai Wakil Kepala BGN dan Kepala BGN menjadi pertimbangan utama. Pemerintah berharap pengalamannya tetap memberikan kontribusi bagi keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis melalui fungsi pengawasan.

Baca Juga :  Reshuffle Kabinet Prabowo Usai 17 Agustus?

“Dalam desain BGN ada yang disebut Dewan Pengawas karena pengalaman beliau sempat jadi Wakil Kepala BGN dan Kepala BGN. Dengan pengalamannya presiden merasa Bu Nanik bisa memberikan kontribusi optimal dengan peran berbeda. Presiden meminta Bu Nanik masih ikut bersama-sama mengawal, menyukseskan, dan memperbaiki tata kelola MBG,” kata Prasetyo.

Fokus Menjaga Keberlanjutan Program MBG

Pergantian pimpinan BGN menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kesinambungan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Program tersebut merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah yang memerlukan koordinasi erat dengan berbagai kementerian, termasuk Kementerian Pertanian sebagai penyedia dukungan bahan pangan.

Dengan pengalaman Sudaryono dalam merancang konsep MBG serta keterlibatannya pada sektor pangan, pemerintah berharap pelaksanaan program tetap berjalan sesuai target. Sementara itu, kehadiran Nanik di Dewan Pengawas diharapkan memperkuat pengawasan sekaligus meningkatkan tata kelola BGN ke depan.

Berita Terkait

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan
Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem
Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare
Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi
Sungai Barito Mengering seperti Gurun
Hotspot Karhutla di Tiga Provinsi Kalimantan Melonjak 4,75 Kali Lipat
Gletser Puncak Jaya Tinggal 2 Persen, Diperkirakan Hilang pada 2026-2027
Karhutla Riau Tembus 15.738 Hektare, Lahan Gambut Paling Banyak Terbakar
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:15 WIB

Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Sungai Barito Mengering seperti Gurun

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB