Dengarkabar.com – Arab Saudi akan menjadi lokasi utama untuk menyaksikan gerhana matahari total pada 2 Agustus 2027. Fenomena langka ini akan menggelapkan langit Makkah selama sekitar lima menit. Jeddah juga masuk dalam jalur totalitas gerhana.
Arabia Weather melaporkan pada Senin (13/7/2026) bahwa gerhana tersebut menjadi salah satu fenomena astronomi paling istimewa dalam beberapa dekade terakhir. Perhitungan astronomi menunjukkan jalur gerhana membentang di sebagian besar Semenanjung Arab. Namun, wilayah barat Arab Saudi akan mengalami dampak paling besar.
Makkah Mengalami Kegelapan Total
Bayangan Bulan akan menutupi seluruh permukaan Matahari saat fase totalitas dimulai. Akibatnya, cahaya Matahari di Makkah akan hilang sepenuhnya selama sekitar lima menit.
Peristiwa itu akan mengubah suasana siang menjadi gelap. Selain itu, pengamat berpeluang melihat bintang dan beberapa planet ketika gerhana mencapai puncaknya.
Makkah menjadi salah satu kota utama dalam jalur totalitas. Jeddah juga akan menikmati pemandangan langit yang sama. Sementara itu, Taif, Abha, Jazan, dan Al-Bahah turut berada di jalur gerhana total.
Sebaliknya, wilayah lain di Arab Saudi hanya akan mengalami gerhana sebagian. Kawasan timur diperkirakan memperoleh cakupan gerhana lebih dari 60 persen. Dengan kondisi itu, sebagian besar wilayah Saudi tetap dapat menikmati fenomena tersebut.
Fenomena Langka yang Menarik Perhatian Dunia
Gerhana ini diperkirakan menarik perhatian penggemar astronomi dari berbagai negara. Media internasional juga diprediksi akan memberikan sorotan luas. Durasi yang panjang menjadi daya tarik utama fenomena tersebut.
Selain menghadirkan pemandangan langit yang spektakuler, gerhana ini memberi kesempatan bagi para peneliti melakukan pengamatan ilmiah. Mereka dapat mempelajari atmosfer Matahari secara lebih rinci selama fase totalitas berlangsung.
Menjadi Gerhana Terlama Abad ke-21
Forbes dan Egypt Independent menyebut gerhana matahari total pada 2 Agustus 2027 sebagai peristiwa yang sangat istimewa. Fenomena ini diperkirakan menjadi gerhana matahari total terlama sepanjang abad ke-21.
Luxor di Mesir akan menjadi lokasi terbaik untuk mengamati gerhana tersebut. Pengamat di kota itu dapat menikmati fase totalitas selama 6 menit 23 detik.
Durasi itu menjadi yang terlama dari daratan hingga tahun 2114. Sebagai perbandingan, sebagian besar gerhana matahari total hanya berlangsung dua hingga tiga menit.
Karena keunikan itu, para pemburu gerhana menjuluki fenomena ini sebagai “gerhana abad ini.”
Jalur Gerhana Melintasi Banyak Negara
Jalur gerhana akan bermula di atas Samudra Atlantik. Selanjutnya, bayangan Bulan melintasi Spanyol bagian selatan, Gibraltar, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, Arab Saudi, Yaman, dan Somalia.
Lintasan yang panjang membuka peluang bagi jutaan orang untuk menyaksikan fenomena ini. Para pencinta astronomi pun menantikan momen tersebut. Gerhana dengan durasi sepanjang ini tidak akan kembali dalam waktu dekat.










Komentar