Video Viral Ekskavator Terjebak di Kali Cakung Lama, Ini Penjelasan Dinas SDA DKI

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2026 - 20:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Video Viral Ekskavator Terjebak di Kali Cakung Lama, Ini Penjelasan Dinas SDA DKI (Foto: Ilustrasi Ai)

Video Viral Ekskavator Terjebak di Kali Cakung Lama, Ini Penjelasan Dinas SDA DKI (Foto: Ilustrasi Ai)

Dengarkabar.com – Sebuah ekskavator tercebur ke aliran Kali Cakung Lama, Jakarta Utara, saat menjalankan pekerjaan normalisasi sungai. Peristiwa itu menjadi perhatian publik setelah rekaman videonya beredar luas di media sosial. Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta memastikan proses evakuasi segera dilakukan.

Dalam video yang beredar pada Senin (20/7/2026), ekskavator terlihat terjebak di aliran kali. Sebagian besar badan alat berat tersebut masuk ke dalam air sehingga tidak dapat beroperasi.

Mobilisasi Alat Berat Terkendala Kondisi Lokasi

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin, menjelaskan insiden itu terjadi ketika alat berat sedang dimobilisasi menuju lokasi pekerjaan. Menurutnya, medan di sekitar Kali Cakung Lama cukup sulit karena berada di kawasan permukiman yang padat.

“Lokasinya memang karena permukiman padat sehingga perlu penanganan khusus terkait mobilisasi alat beratnya,” kata Ika Agustin.

Ia menegaskan pekerjaan normalisasi tetap menjadi prioritas. Karena itu, Dinas SDA terus berupaya menyelesaikan proyek tersebut meski menghadapi tantangan di lapangan.

Baca Juga :  Gerhana Matahari Total 2027 Bakal Gelapkan Makkah Selama Lima Menit

“Pada dasarnya Dinas SDA berupaya untuk melakukan penyelesaian pekerjaan. Lokasinya perlu penanganan khusus,” ujarnya.

Evakuasi Dilakukan dengan Bantuan Alat Berat Lain

Ketua Subkelompok Pengendalian Banjir Bidang Pengendalian Banjir dan Drainase Dinas SDA DKI Jakarta, Firmansyah Saputra, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti kejadian tersebut. Langkah pertama yang dilakukan ialah menyiapkan proses evakuasi menggunakan alat berat tambahan.

“Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta menindaklanjuti peristiwa alat berat yang tersangkut di aliran Kali Cakung Lama, Jakarta Utara, pada Senin (20/7). Penanganan akan dilakukan dengan mengerahkan alat berat untuk membantu proses evakuasi ekskavator yang tersangkut tersebut,” ujarnya.

Menurut Firmansyah, proses evakuasi dijadwalkan berlangsung pada Senin malam. Sebelum pelaksanaan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana, Babinsa, dan masyarakat setempat.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas. Langkah itu diperlukan agar mobilisasi alat berat menuju lokasi dapat berlangsung aman dan tidak mengganggu aktivitas warga.

Baca Juga :  Prabowo Tunjuk Wakil Jaksa Agung dan Jampidsus Baru

“Rencananya, proses evakuasi akan dilaksanakan pada Senin malam ini. Saat ini, koordinasi telah dilakukan melalui kontraktor pelaksana bersama Babinsa dan masyarakat setempat untuk mempersiapkan rekayasa lalu lintas guna mendukung mobilisasi alat berat di sekitar lokasi kejadian, sehingga proses evakuasi dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” jelasnya.

Normalisasi Tetap Berlanjut

Normalisasi Kali Cakung Lama merupakan bagian dari upaya pengendalian banjir di Jakarta Utara. Meski insiden ekskavator tercebur sempat menghambat pekerjaan, Dinas SDA memastikan proses penanganan terus berjalan sesuai rencana setelah evakuasi selesai dilakukan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menekankan bahwa kondisi permukiman yang padat memerlukan metode kerja dan mobilisasi alat berat yang lebih hati-hati. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan pekerja, kelancaran proyek, serta meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

Berita Terkait

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan
Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem
Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare
Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi
Sungai Barito Mengering seperti Gurun
Hotspot Karhutla di Tiga Provinsi Kalimantan Melonjak 4,75 Kali Lipat
Gletser Puncak Jaya Tinggal 2 Persen, Diperkirakan Hilang pada 2026-2027
Karhutla Riau Tembus 15.738 Hektare, Lahan Gambut Paling Banyak Terbakar
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Gletser Dunia Mencair, Dampaknya Mulai Mengancam Kehidupan dan Ekosistem

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:15 WIB

Karhutla Indonesia Capai 72.798 Hektare

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Jempol Lebih Cepat dari Otak: Selamat Datang di Era Banjir Informasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Sungai Barito Mengering seperti Gurun

Berita Terbaru

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker (Foto: Ilustrasi AI)

Kesehatan

Mager dan Terlalu Lama Duduk Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:36 WIB

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan (Foto: Ilustrasi AI)

Nasional

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi? Warga Bisa Ajukan Sanggahan

Senin, 31 Agu 2026 - 19:23 WIB