Dengarkabar.com – Argentina pakai jersi biru melawan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 menjadi perhatian menjelang duel melawan Inggris di Atlanta Stadium, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Lionel Messi dan rekan-rekannya memilih mengenakan jersi tandang berwarna biru gelap, bukan seragam kandang bergaris biru langit-putih.
Keputusan itu langsung memancing pembahasan di kalangan pencinta sepak bola. Sebab, banyak pendukung Argentina percaya jersi biru gelap kerap mengiringi kemenangan Albiceleste saat menghadapi Inggris di Piala Dunia.
Sejarah Kemenangan dengan Jersi Biru
Kepercayaan tersebut berawal dari sejumlah pertandingan penting. Pada Piala Dunia 1986 di Meksiko, Diego Maradona membawa Argentina menang 2-1 atas Inggris saat mengenakan jersi biru gelap.
Dalam laga itu, Maradona mencetak gol “Tangan Tuhan” dan “Gol Abad Ini”. Hingga kini, pertandingan tersebut tetap menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia.
Selanjutnya, Argentina kembali memakai jersi biru gelap ketika menghadapi Inggris pada babak 16 besar Piala Dunia 1998 di Prancis. Setelah bermain imbang 2-2 selama 120 menit, Albiceleste akhirnya menang melalui adu penalti.
Karena catatan itulah, banyak pendukung mengaitkan warna biru gelap dengan keberuntungan. Meski begitu, hasil pertandingan tetap bergantung pada penampilan para pemain di lapangan.
Tuchel Menghargai Tradisi Argentina
Sementara itu, pelatih Inggris Thomas Tuchel memahami alasan Argentina memilih jersi tandang. Menurutnya, ritual atau takhayul seperti itu merupakan hal yang lumrah dalam olahraga level elite.
“Saya akan melakukan hal yang sama jika ada takhayul yang dikombinasikan dengannya, jadi apresiasi untuk mereka,” ujar Thomas Tuchel kepada wartawan.
Selain itu, pelatih asal Jerman tersebut mengaku memiliki rutinitas pribadi sebelum memimpin pertandingan besar. Kebiasaan itu membantunya menjaga fokus dan ketenangan sepanjang hari.
“Saya memiliki rutinitas takhayul saya sendiri. Saya tidak akan memberi tahu Anda karena takhayul lainnya adalah jika saya memberi tahu Anda, itu tidak akan berhasil,” kelakar Tuchel yang disambut tawa para wartawan.
Ia juga menilai setiap pelatih maupun pemain membutuhkan rutinitas tertentu saat menghadapi tekanan tinggi.
“Kami memiliki rutinitas yang membuat Anda tetap membumi dan tenang sepanjang hari, dan itu tidak akan berubah,” tambah mantan pelatih Chelsea tersebut.
Scaloni Tak Terlalu Memikirkan Mitos
Di sisi lain, pelatih Argentina Lionel Scaloni tidak ingin membesar-besarkan anggapan soal tuah jersi biru gelap. Ia menegaskan tidak pernah meminta penggunaan seragam tersebut.
“Yah, saya tidak meminta jersi biru itu. Saya tidak tahu siapa yang meminta, tapi mungkin itu adalah tradisi,” ujar Scaloni.
Meski demikian, Scaloni tidak mempermasalahkan pilihan seragam timnya. Baginya, hal terpenting adalah mempersiapkan tim sebaik mungkin selama keputusan itu tidak mengganggu lawan.
Jersi Tampilkan Sentuhan Budaya Argentina
Selain memiliki nilai sejarah, jersi tandang Argentina juga menampilkan motif Fileteado, seni dekoratif khas Buenos Aires. UNESCO telah mengakui Fileteado sebagai warisan budaya.
Motif tersebut menghadirkan garis-garis melengkung, ornamen bunga, serta tipografi klasik yang menjadi identitas budaya Buenos Aires. Karena itu, jersi Argentina kali ini tidak hanya membawa unsur sejarah, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya negara tersebut kepada dunia.
Kini perhatian publik beralih ke Atlanta Stadium. Banyak penggemar menunggu apakah jersi biru gelap kembali mengiringi Argentina menyingkirkan Inggris dan merebut tiket menuju final Piala Dunia 2026.










Komentar