BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Kering akibat El Nino Kuat

- Jurnalis

Minggu, 5 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Kering akibat El Nino Kuat (Foto: ILustrasi AI)

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Kering akibat El Nino Kuat (Foto: ILustrasi AI)

Dengarkabar.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 berlangsung lebih kering dengan curah hujan di bawah kondisi normal. Kondisi tersebut dipengaruhi perkembangan fenomena El Nino yang diperkirakan mencapai intensitas kuat dalam beberapa bulan mendatang sehingga berpotensi memperpanjang periode kemarau di Indonesia.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan sekitar 37,6 persen zona musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Sementara itu, 47,16 persen wilayah tercatat mengalami curah hujan di bawah normal.

“Sekitar 37,6 persen zona musim telah memasuki musim kemarau, selain itu 47,16 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan di bawah normal. Bahkan pada periode Juli hingga Oktober 2026 lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal,” kata Ardhasena dalam keterangan yang dikutip dari laman BMKG, Jumat, 3 Juli 2026.

Ia menambahkan, puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Juli hingga September 2026. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kekeringan di berbagai daerah.

Baca Juga :  Penghapusan Pertalite Kembali Dikaji, Pemerintah Belum Ambil Keputusan

El Nino Diperkirakan Menguat

BMKG menjelaskan bahwa perkembangan El Nino menjadi faktor utama yang memengaruhi penurunan curah hujan selama musim kemarau tahun ini. Berdasarkan prediksi terbaru, fenomena anomali iklim tersebut berpotensi mencapai intensitas yang kuat.

“Sedangkan fenomena anomali iklim El Nino telah berkembang, berdasarkan prediksi terbaru BMKG berpotensi mencapai intensitas yang kuat,” ujar Ardhasena.

Akibat pengaruh El Nino, musim kemarau tahun ini diperkirakan tidak hanya lebih kering, tetapi juga berlangsung lebih lama dibandingkan kondisi normal maupun musim kemarau pada tahun sebelumnya.

“Sehingga, musim kemarau tahun ini berpotensi berlangsung lebih kering dan lebih panjang,” katanya.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah. Selain berdampak pada ketersediaan air, penurunan curah hujan juga berpotensi memengaruhi aktivitas pertanian dan sektor lain yang bergantung pada kondisi iklim.

BMKG Minta Masyarakat Lakukan Antisipasi

Menghadapi potensi kemarau panjang, BMKG mengimbau masyarakat menyiapkan langkah mitigasi sesuai kebutuhan di masing-masing sektor. Upaya antisipasi sejak dini dinilai penting untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh kekeringan.

Baca Juga :  D.O. EXO Pertimbangkan Bintangi Drama Zombie We Are the Zombie

“BMKG mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” kata Ardhasena.

Khusus bagi sektor pertanian, BMKG menyarankan petani menyesuaikan jadwal tanam dengan perkembangan kondisi iklim. Selain itu, penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kekeringan serta berumur genjah juga dianjurkan untuk meminimalkan risiko gagal panen.

BMKG juga merekomendasikan diversifikasi tanaman palawija sebagai salah satu strategi menghadapi berkurangnya curah hujan selama musim kemarau.

“Bagi sektor pertanian, penyesuaian jadwal tanam, penggunaan varietas tahan kering berumur genjah. Serta diversifikasi tanaman palawija menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan,” ujar Ardhasena.

Informasi Iklim Diperbarui Setiap 10 Hari

Sebagai langkah mendukung kesiapsiagaan masyarakat, BMKG memastikan pembaruan informasi iklim akan dilakukan secara berkala setiap 10 hari sekali.

Masyarakat diimbau terus memantau informasi resmi BMKG agar memperoleh perkembangan terbaru mengenai prakiraan cuaca dan kondisi iklim. Informasi yang diperbarui secara rutin diharapkan dapat menjadi acuan dalam mengambil keputusan, terutama bagi sektor yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Berita Terkait

Harimau Sumatera Masuk Permukiman, Sekolah di Inhil Ditutup
Perahu Mahasiswa KKN Terbalik di Sungai Rawas, Satu Hilang
KPK Periksa Plt Gubernur Riau Terkait Kasus Abdul Wahid
Gubernur Sherly Tegur Kepala SMAN 1 Halteng soal Fasilitas
Polres Kuansing Musnahkan 24 Rakit Tambang Emas Ilegal
Kemenag Tegaskan Rekrutmen PPPK 2026 yang Beredar Hoaks
BGN Suspend 833 Dapur MBG, Pelanggar Tak Lagi Dibayar
Tito Karnavian Ungkap 8 Area Rawan Korupsi di Pemerintah Daerah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:09 WIB

Harimau Sumatera Masuk Permukiman, Sekolah di Inhil Ditutup

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:11 WIB

KPK Periksa Plt Gubernur Riau Terkait Kasus Abdul Wahid

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:19 WIB

Gubernur Sherly Tegur Kepala SMAN 1 Halteng soal Fasilitas

Senin, 27 Juli 2026 - 23:55 WIB

Polres Kuansing Musnahkan 24 Rakit Tambang Emas Ilegal

Senin, 27 Juli 2026 - 20:06 WIB

Kemenag Tegaskan Rekrutmen PPPK 2026 yang Beredar Hoaks

Berita Terbaru

Lipstik Matte Tahan Lama untuk Kulit Sawo Matang (Foto: dok. ist)

Showbiz

3 Lipstik Matte Tahan Lama untuk Kulit Sawo Matang

Selasa, 28 Jul 2026 - 21:11 WIB

Harimau Sumatera Masuk Permukiman, Sekolah di Inhil Ditutup (foto : Ilustrasi AI)

Daerah

Harimau Sumatera Masuk Permukiman, Sekolah di Inhil Ditutup

Selasa, 28 Jul 2026 - 10:09 WIB